Skip to main content

REVIEW : RUMAH MERAH PUTIH


RUMAH MERAH PUTIH
Sutradara : Ari Sihasale
Produksi : Alenia Pictures & Bank NTT
Durasi : 1 Jam 36 Menit

Sudah lima tahun Alenia Pictures tidak ada karya terbarunya yang selalu menggugah anak Indonesia mencintai negri ini dengan berbuat sesuatu yang terbaik tidak harus fenomenal tapi dari diri sendiri bagaimana memperlakukan orang lain sebagai pribadi yang sama-sama berharga bagi Indonesia. Sejak film Denias “ Senandung diatas awan” sebagai film terbaik tahun 2008 telah memberikan nuansa baru dalam sudut cerita tentang Indonesia berbagai budaya suku dan agama menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Alenia memang membawa misi ini kemanapun berada, dan salah satu misinya adalah anak-anak Indonesia, sudah 9 film karyanya dalam film mengedukasi masyarakat, tahun 2019 berdasarkan inspirasi kejadian yang terjadi di perbatasan Timor Leste dan Indonesia mereka bercerita dalam keluguan, kepolosan anak-anak daerah Belu dan Timor Tengah Utara.  Mereka semua bukan pemain besar seperti yang sudah lama berakting, kali ini acting film perdana mereka dan hasilnya beberapa kali mencucurkan airmata. 
Ok, kita masuk  dalam cerita tentang persahabatan dua anak Farrel Amaral (Petrick Rumlaklak ) dan Oscar Lopez (Amori de Purivicacao), mereka mengikuti lomba panjat pinang sebelum acra 17 Agustus keduanya mendapatkan jatah cat merah putih dari pemerintah setempat saking asiknya ikut lomba panjat pinang mereka lupa akan cat merah putih tersebut, rasa takut muncul ketika Farrel pulang bertemu dengan ayahnya diperankan oleh Yaman Carlos. Untuk mengelabui kesalahan mereka, bahwa cat tersebut belum diberikan harus antri menunggu giliran, Carlos punya ide kalo bagaimana dia bekerja dan membeli cat merah putih di Atambua jauh dari desa mereka, apa yang terjadi ketika mereka pulang membawa cat tersebut justru salah bukan warna merah putih. Hubungan menjadi makin banyak masalah, kembali ke kota bukan hal yang mudah hingga uang mereka habis dan seringkali saling menyalahkan bahkan ada momen dimana Farrel harus berobat karena sakit yang dia derita .

Momen-momen yang terjadi sangat natural tanpa banyak kendala, kedalaman cerita dibangun mengalir begitu saja, banyak joke khas Timor seringkali membuat penonton ketawa, bahasa baku Indonesia menjadi cirikhas setiap obrolan, sebutan asal keluarga - saya Indonesia - NKRI harga mati adalah tagline kuat untuk kita sebagai bangsa mencintai Indonesia dengan budaya kita sendiri. Sebuah twist ditawarkan kepada penonton apa yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi inti cerita ini, bagaimana anak kecil memanjat tiang bendera membetulkan tali sehingga video tersebut menjadi viral di dunia maya. RUMAH MERAH PUTIH adalah bagian dari jati diri kita sendiri sebagai warga negara, film ini tayang mulai tanggal 20 Juni 2019 di bioskop Indonesia ,sangat bermutu-mendidik mengajar tanpa mengurui, mencintai tanpa perlu membabi buta. Persembahan spesial bagi seluruh keluarga Indonesia. Lagu  Sahabat Tersayang karya Elfa Secioria dinyanyikan apik oleh Amora Lemos anak dari Krisdayanti & Raul Lemos
Overall : 8/10
 

Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

REVIEW : PET SEMATARY 2019