Skip to main content

Posts

REVIEW FILM : PHI PHONG BLOOD DEMON, Arah Baru Horor Vietnam Antara Mitos dan Kejahatan Manusia

  Film Phi Phong: The Blood Demon menjadi salah satu kejutan besar dari Vietnam pada tahun 2026. Film ini mengangkat legenda rakyat tentang makhluk bernama Phí Phông, sosok iblis yang dapat menyamar sebagai manusia pada siang hari, tetapi berubah menjadi pemburu darah dan energi kehidupan saat malam tiba. Ceritanya mengikuti dua kakak beradik yang merupakan murid dukun. Mereka memasuki hutan pegunungan yang terpencil untuk mencari ibu mereka yang telah dikuasai kekuatan jahat. Perjalanan tersebut membawa mereka ke dalam dunia ritual kuno, rahasia leluhur, dan teror yang semakin mengerikan . Salah satu kekuatan terbesar film ini adalah suasananya. Film ini juga menampilkan budaya Vietnam yang jarang terlihat di layar lebar. Ritual pemakaman, pakaian adat spiritual, serta kepercayaan masyarakat pegunungan membuat dunia dalam film terasa hidup dan autentik. Film ini berbicara tentang cinta seorang ibu, keserakahan manusia, serta bagaimana penderitaan dan tragedi dapat melahirkan ses...
Recent posts

REVIEW FILM : POWER BALANDS, Cinta Karya dan Persahabatan

  Film Power Ballad menghadirkan kisah yang hangat tentang musik, persahabatan, ego, dan kesempatan kedua dalam hidup. Disutradarai oleh John Carney, film ini terasa seperti perpaduan antara Once dan Music and Lyrics, tetapi dengan konflik yang lebih modern tentang hak cipta dan pengakuan dalam industri musik. Cerita berpusat pada Rick, seorang penyanyi band pernikahan yang pernah memiliki mimpi besar namun kini menjalani hidup yang biasa-biasa saja. Suatu hari ia berkolaborasi dengan Danny (Nick Jonas), mantan bintang boy band yang kariernya juga sedang menurun. Dari pertemuan sederhana itu lahirlah sebuah lagu yang ternyata memiliki potensi luar biasa. Masalah muncul ketika lagu tersebut menjadi hit besar. Rick (Paul Rudd)  terkejut saat mengetahui namanya tidak tercantum sebagai pencipta lagu. Dari sinilah konflik utama dimulai. Film ini tidak menghadirkan pertarungan fisik atau drama berlebihan, melainkan pertarungan harga diri, rasa kecewa, dan pencarian keadilan. ...

Review Film Backrooms (2026), Ketakutan Terbesar Dalam Diri Manusia

Backrooms (2026) menghadirkan konsep horor yang berbeda dari kebanyakan film seram saat ini. Alih-alih mengandalkan jumpscare berlebihan, film ini lebih fokus membangun rasa tidak nyaman melalui lorong-lorong kosong yang tampak tidak berujung. Cerita mengikuti Clark, seorang pria yang menemukan jalan menuju dimensi misterius bernama Backrooms. Tempat ini terlihat sederhana, hanya ruangan dan koridor berwarna kuning, tetapi menyimpan banyak misteri yang sulit dijelaskan. Seiring berjalannya waktu, rasa penasaran Clark berubah menjadi obsesi. Ia semakin dalam menjelajahi Backrooms dan mulai kehilangan hubungannya dengan dunia nyata. Ketika Clark menghilang, terapisnya berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Pencarian tersebut menjadi awal petualangan yang jauh lebih berbahaya daripada yang dibayangkan. Salah satu kekuatan utama film ini adalah atmosfernya. Kesunyian, ruang kosong, dan pencahayaan yang monoton berhasil menciptakan ketegangan yang terus terasa sepanjang film. Ba...

Review Film : Monster Pabrik Rambut (2026), Ekplotasi dan Horor dalam Pabrik

Film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) adalah film horor fantasi tahun 2026 yang disutradarai Edwin dengan naskah yang ditulisnya bersama dengan Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga. Film ini merupakan hasil produksi internasional kerjasama antara Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, Perancis. Monster Pabrik Rambut tayang perdana di Festival Film Internasional Berlin 2026 sebagai program Special Midnight. membawa penonton ke sebuah pabrik rambut yang tampak biasa dari luar, tetapi menyimpan rahasia kelam di balik produktivitas para pekerjanya. Melalui kisah tiga bersaudara yang kehilangan ibu mereka, film ini mencoba memadukan horor supranatural, drama keluarga, dan kritik sosial dalam satu cerita yang cukup ambisius. Cerita berpusat pada Putri (Rachel Amanda) ,Ia meyakini ibunya meninggal akibat tekanan kerja yang tidak manusiawi di pabrik milik Maryati (Didiek Nini Towok). Para pekerja dipaksa bekerja siang dan malam demi mendapatkan insentif tambahan hingga melupakan kebutuhan da...

REVIEW : FILM THE FURIOUS 2026, Duo Aktor Laga Bertarung Dalam Kisah Heroik

The Furious menghadirkan kisah sederhana namun emosional tentang seorang ayah yang berjuang menyelamatkan putrinya dari sindikat perdagangan manusia. Di balik premis yang cukup familiar, film ini mampu menghadirkan ketegangan melalui perpaduan drama keluarga dan aksi laga yang intens. Wang Wei digambarkan sebagai sosok biasa yang terpaksa melakukan hal-hal luar biasa demi menyelamatkan anaknya. Perjalanan yang ia tempuh membuat penonton ikut merasakan keputusasaan, kemarahan, sekaligus harapan yang terus ia pertahankan di tengah situasi yang semakin berbahaya. Saya melihat bahwa aktor-aktor Indonesia semakin sering dilirik oleh industri perfilman luar negeri, khususnya untuk film aksi. Hal ini tidak terlepas dari komitmen, disiplin, dan dedikasi mereka dalam menjalani proses produksi. Kemampuan beradaptasi dengan berbagai budaya kerja dan gaya penyutradaraan juga menjadi nilai tambah yang membuat mereka dipercaya dalam proyek internasional. Joe Taslim kembali menunjukkan karisma dan ke...

Press Release & Review Series : The Other - Hadirkan Drama Misteri Dekat Dengan Masa Kini

Press Release : JAKARTA, 21 Mei 2026, Di Sebuah Mall Jakarta Pusat yaitu CGV Cinemas Grand Indonesia telah di laksanakan Gala Premiere 2 Episode pertama sangat bagus dalam menampilkan drama percintaan persengkokolan dan balas dendam ala Tiongkok dituangkan pada cerita indonesia karena masyrakat kita sangat dekat balutan cerita Dracin yang sudah mewabah saat ini, Sebagai kebutuhan masyarakat akan hiburan juga relevan secara emosional, MAXStream TV bersama iQIYI menghadirkan original series Indonesia Bercinta Dengan Maut (The Other Sister). Series ini dijadwalkan tayang mulai 29 Mei 2026 dan membawa kisah misteri yang membumi, dengan konflik keluarga, identitas, serta dinamika relasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kehadiran konten ini diharapkan dapat memberikan pilihan tontonan yang lebih bermakna bagi pelanggan. Inisiatif ini juga menjadi respon terhadap tren konsumsi konten digital yang semakin personal dan story-driven. Melalui cerita yang kuat dan atmosfer yang intens...

REVIEW : FILM NORMAL 2026, Kota Normal Yang Tak Normal Di Dalamnya

Film Mormal (2026) terdengar seperti mencoba bermain di wilayah yang unik: thriller kriminal serius yang dicampur humor absurd khas kota kecil Amerika. Kehadiran Bob Odenkirk sebagai Ulysses menjadi daya tarik utama karena ia memang dikenal sangat kuat memainkan karakter yang terlihat biasa, tetapi menyimpan kecerdasan dan sisi gelap di balik wajah tenangnya. Konsep kota “Normal” sendiri sebenarnya sudah terasa menarik sejak awal. Nama kotanya terdengar damai dan membosankan, tetapi justru di situlah letak misterinya. Penonton biasanya suka cerita seperti ini karena ada rasa penasaran: kenapa semua orang terlihat terlalu normal? Apa yang sebenarnya mereka sembunyikan?. Ia punya gaya akting yang bisa membuat penonton tertawa lewat ekspresi kecil atau dialog santai, tetapi dalam waktu bersamaan tetap terlihat serius saat situasi mulai berbahaya. Kombinasi ini mengingatkan banyak orang pada aura karakter antihero yang pernah ia mainkan sebelumnya. Awalnya kita akan terasa bosan dengan keh...

REVIEW : FILM BADOET GENDONG, Spin off Dari Qodrat Universe

Film Badut Gendong hadir bukan sekadar sebagai film horor baru, tetapi juga sebagai bagian penting dari dunia besar Qodrat Universe yang sedang dibangun Charles Gozali. Kali ini, semesta tersebut mencoba memperluas cerita dengan menghadirkan sudut pandang yang lebih gelap dan tragis. Jika sebelumnya penonton melihat perjuangan mempertahankan iman lewat sosok Ustaz Qodrat, film ini justru memperlihatkan bagaimana seseorang bisa jatuh karena kehilangan harapan hidup. Cerita berpusat pada Darso, seorang pengamen jalanan miskin yang sehari-hari memakai kostum badut gendong tradisional. Hidupnya sederhana, bahkan cenderung menyedihkan, tetapi ia masih memiliki satu alasan untuk bertahan: istrinya, Darsi, yang sedang hamil tua. Namun semuanya berubah ketika Darsi dibunuh secara brutal oleh para preman kota. Dari tragedi inilah teror utama film mulai lahir. Karakter Darso menjadi inti emosional film ini. Penonton diajak melihat bagaimana seorang pria biasa perlahan berubah menjadi sosok penuh...

REVIEW : FILM SEKAWAN LIMO GUNUNG KLAWIH, Lanjutan Yang Menawarkan Cerita Lebih Dalam

Film Sekawan Limo: Gunung Klawih tampaknya mencoba mengambil jalur yang sedikit berbeda dibanding film pertamanya. Jika sebelumnya kekuatan utamanya ada pada horor ringan dan kekompakan karakter yang terasa dekat dengan penonton, kali ini cerita mulai masuk ke tema pesugihan, kutukan gunung, dan konflik tentang kekayaan yang dibalut isu sosial. Tema seperti ini sebenarnya cukup menarik karena sudah lama akrab di budaya masyarakat Indonesia.Isu pesugihan sendiri memang sering muncul dalam cerita rakyat maupun film horor lokal. Dalam beberapa kisah, stereotip tentang kekayaan yang dikaitkan dengan keturunan Tionghoa juga kerap dipakai sebagai “warna misteri”. Namun film seperti ini harus hati-hati agar tidak jatuh menjadi gambaran yang terlalu sempit atau stereotip berlebihan. Kalau berhasil menempatkannya secara manusiawi, justru bisa jadi bahan drama yang kuat. Menariknya, film ini tidak sepenuhnya serius. Nuansa komedi masih terasa lewat interaksi para karakter utama. Ini penting kare...

REVIEW FILM : HOKUM 2026, Sajian Horor Psikologis dari NEON Productions

  Film Hokum  hadir sebagai salah satu film horor yang paling banyak dibicarakan sejak tayang pada 1 Mei 2026 di Amerika . Banyak penonton menganggap film ini bukan sekadar horor biasa, tetapi pengalaman menonton yang benar-benar membuat tidak nyaman karena atmosfernya yang begitu gelap dan menekan. Salah satu kekuatan terbesar film ini ada pada suasana yang dibangun sejak awal. Sutradara Damian McCarthy mampu memanfaatkan lorong sempit, kamar penginapan tua, dan suara-suara kecil seperti lantai kayu berderit untuk menciptakan rasa takut yang perlahan masuk ke kepala penonton. Film ini tidak selalu mengandalkan hantu yang muncul tiba-tiba, tetapi lebih pada rasa diawasi dan ketidaktenangan yang terus meningkat. Banyak kritikus bahkan menyebut film ini sebagai “nightmare fuel” karena nuansanya terasa sangat suram. Ada kesan dingin dan sunyi yang membuat penonton sulit merasa aman sepanjang film berjalan. Keheningan justru menjadi senjata utama yang membuat suasana makin mence...