Skip to main content

Posts

REVIEW FILM : OPERASI PESTA COPET

Operasi Pesta Copet datang seperti angin kencang di tengah festival musik yang ramai. Empat sahabat Ijal, Adut, Tia, dan Melodi bukan pahlawan, hanya orang-orang biasa yang terhimpit utang dan PHK. Mereka memutuskan mengambil risiko gila mencopet di tengah Pestapora, festival musik terbesar, sambil menyamar sebagai penonton biasa. Di layar, kita langsung diajak berdiri di antara kerumunan. Suara bass yang bergemuruh, keringat yang menetes, dan tangan-tangan yang saling bersenggolan terasa dekat sekali. Setiap gerakan mereka yang canggung sekaligus cerdik membuat kita ikut menahan napas, seolah-olah dompet kita sendiri yang sedang menjadi target. Iqbaal Ramadhan sebagai Ijal membawa ketegangan yang halus gestur kecil dan tatapan waspada yang menunjukkan seseorang yang sebenarnya tidak nyaman dengan apa yang sedang ia lakukan. Kristo Immanuel sebagai Adut menyuntikkan kelucuan yang tidak dibuat-buat, sering menjadi katup pelepas ketegangan di momen paling genting. Zulfa Maharani dan...
Recent posts

REVIEW FILM : MOTOR CITY 2026

Motor City sebuah film action thriller Amerika disutradarai oleh Potsy Ponciroli. Film ini dibintangi Alan Ritchson sebagai John Miller, Shailene Woodley sebagai Sophia, dan Ben Foster sebagai Reynolds. Ceritanya berlatar Detroit tahun 1977. John Miller adalah veteran perang Vietnam sekaligus pekerja pabrik yang baru saja bebas dari masa percobaan. Ia ingin melamar kekasihnya, tapi mantan pacar kekasihnya yang kejam malah menjebaknya sehingga ia dipenjara bertahun-tahun. Setelah keluar penjara, Miller hanya punya satu tujuan: balas dendam pada orang yang menghancurkan hidupnya. Hal paling unik dari film ini adalah nyaris tidak ada dialog. Sepanjang sekitar 103 menit, cerita disampaikan lewat ekspresi wajah, gerak tubuh, adegan aksi, dan soundtrack rock era 1970-an. Gayanya mengingatkan pada film-film Scorsese atau Michael Mann, tapi dengan sentuhan modern. Alan Ritchson tampil sangat kuat di peran ini. Fisiknya yang besar dan tatapannya yang intens membuat karakternya terasa meyakink...

Review Film Mutiny (2026), Dibalik Kematian Atasan Muncul Sebuah Kejahatan Besar

  Mutiny menjadi salah satu film action yang cukup menarik bagi penggemar Jason Statham. Film ini kembali menampilkan Statham sebagai pria yang harus menghadapi banyak masalah sekaligus berusaha bertahan hidup. Kalau Anda sudah terbiasa melihat gaya Statham di film action, jangan berharap perubahan karakter yang terlalu jauh. Di film ini, Statham berperan sebagai Cole Reed , mantan anggota pasukan khusus yang sekarang bekerja sebagai petugas keamanan. Kehidupannya berubah setelah atasannya, seorang miliarder asal Thailand bernama Tibu, dibunuh tepat di depan matanya. Masalahnya, Cole justru dituduh sebagai orang yang melakukan pembunuhan tersebut. Cole tentu saja tidak tinggal diam. Selain ingin membersihkan namanya, dia juga ingin mengetahui siapa sebenarnya yang berada di balik pembunuhan tersebut. Penyelidikannya kemudian membawanya ke sebuah kapal kargo yang ternyata menyimpan banyak rahasia. Awalnya saya mengira film ini hanya akan menjadi cerita balas dendam biasa. Cole men...

REVIEW FILM : HARUSNYA HOROR, Komedi ala Grup Marapthon

  "Harusnya Horror" jadi salah satu tontonan yang paling dinanti penggemar konten digital tahun ini, karena ini adalah debut penyutradaraan Reza Arap Oktovian, sekaligus proyek besar yang melibatkan geng Marapthon secara utuh pindah dari layar streaming ke layar lebar. Filmnya sendiri mengusung genre horor-komedi dengan premis yang cukup absurd: sekelompok kreator konten yang sedang terlilit krisis finansial dan kehabisan ide, tiba-tiba bertemu dengan sesosok hantu bernama Mas, diperankan langsung oleh Reza Arap. Uniknya, hantu ini justru penakut dan sama sekali tidak menyeramkan, malah punya keinginan sederhana yaitu ingin menonton anime kesukaannya. Dari premis itulah komedi film ini dibangun. Meski mengangkat kisah tentang hantu, film ini justru lebih mengutamakan unsur komedi dibandingkan horornya, terutama lewat karakter hantu penakut yang jadi sumber berbagai kelucuan sepanjang film. Jadi wajar kalau ceritanya memang klise dan bahkan cenderung garing di beberapa titik, ...

REVIEW : Film "Paket Santet" , Masalalu Yang Harus Dibereskan

Film "Paket Santet" adalah film horor Indonesia yang disutradarai Dinna Jasanti, produksi BASE Entertainment, dan menandai debut sang sutradara di genre horor setelah sebelumnya dikenal lewat drama remaja seperti "Dua Hati Biru." Film ini digarap dari naskah Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo . Premisnya cukup segar untuk ukuran horor lokal, alih-alih santet yang datang lewat boneka jelangkung atau ritual di tengah malam, teror di sini dikirim lewat jasa ekspedisi. Tujuh mahasiswa Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri) masing masing menerima paket misterius tanpa identitas pengirim yang jelas, dan tak satu pun dari mereka merasa pernah memesan apa pun. Begitu paket dibuka, teror pun dimulai. Salah satu adegan ikonik karakter Bela yang tiba-tiba dikerubungi ratusan lebah atau tawon setelah membuka kirimannya sendiri, sebuah simbol vis...

REVIEW : Film Kung Fu Soccer (2026)

  Kung Fu Soccer (2026) menjadi salah satu film yang cukup menarik perhatian karena digarap oleh Stephen Chow, sutradara yang dikenal lewat film-film komedi dengan gaya yang unik dan absurd. Dari judulnya saja, kita sudah bisa membayangkan perpaduan antara sepak bola dan kung fu yang tidak masuk akal, tetapi justru menjadi daya tarik utama film ini. Film ini bercerita tentang tim sepak bola wanita Emei yang awalnya tidak terlalu diperhitungkan. Mereka harus menghadapi turnamen bergengsi Supreme Invincible Cup. Dengan kondisi tim yang penuh masalah dan dianggap sebelah mata, perjuangan mereka untuk membuktikan kemampuan menjadi inti dari cerita. Kalau dilihat dari ceritanya, sebenarnya tidak terlalu istimewa. Polanya cukup familiar, yaitu tentang orang-orang yang awalnya hebat tetapi sombong, kemudian mengalami masalah dan akhirnya sadar bahwa mereka tidak bisa berjalan sendiri. Mereka harus belajar bekerja sama sebagai sebuah tim untuk mencapai kemenangan. Namun, menurut saya, keku...

REVIEW FILM : DEAR YOU 2026

Dear You bukanlah film yang mengandalkan adegan besar atau konflik yang rumit. Film drama asal Tiongkok ini justru menyentuh hati lewat cerita sederhana tentang keluarga, penantian, dan kasih sayang yang tidak pernah pudar meski dipisahkan oleh waktu.Cerita berpusat pada Ye Shurou, seorang nenek keturunan Teochew yang selama bertahun-tahun masih menyimpan harapan untuk mendengar kabar dari suaminya. Penantian yang begitu panjang menjadi inti emosi dari keseluruhan film. Di sisi lain, cucunya Xiaowei memutuskan pergi ke Thailand untuk mencari jejak sang kakek. Perjalanan ini bukan sekadar mencari seseorang yang hilang, tetapi juga menjadi usaha untuk menyatukan kembali kisah keluarga yang selama ini terputus. Yang paling menarik adalah penggunaan tradisi qiaopi, yaitu surat yang dahulu dikirim oleh para perantau kepada keluarga di kampung halaman. Film ini memperlihatkan bagaimana selembar surat mampu menjadi penghubung cinta, harapan, dan kerinduan . Sejak awal, alur film berjalan de...

REVIEW FILM : The Tao Exorcist (2026)

  The Tao Exorcist (2026) menjadi salah satu film horor Taiwan yang cukup menarik karena mengangkat tema pengusiran roh menggunakan ajaran Tao. Berbeda dengan horor yang hanya mengandalkan jumpscare, film ini lebih banyak membangun misteri di balik kutukan dan ritual ilmu hitam. Cerita dimulai ketika Xiao Tuo , seorang pengusir setan Taois muda, merasa ada sesuatu yang aneh pada teman sekolahnya, Nianqi . Kecurigaannya membawa penonton masuk ke sebuah penyelidikan yang perlahan membuka rahasia mengerikan dari masa lalu. Alur film berjalan seperti mengupas lapisan demi lapisan misteri. Semakin jauh penyelidikan dilakukan, semakin banyak fakta mengejutkan yang muncul mengenai keluarga Nianqi dan ritual terlarang yang pernah terjadi. Suasana mencekam menjadi kekuatan utama film ini. Nuansa gelap, lokasi yang sunyi, serta musik latar berhasil menciptakan rasa tidak nyaman tanpa harus terus-menerus mengandalkan adegan mengejutkan. Yang saya sukai adalah penggunaan ritual Tao terasa cuk...

REVIEW FILM : DEEP WATER (2026)

Film Deep Water (2026) mengusung tema survival yang sederhana, tetapi tetap mampu menghadirkan ketegangan sejak awal. Dibintangi Aaron Eckhart dan Ben Kingsley , film ini menggabungkan bencana penerbangan dengan ancaman hiu ganas di tengah lautan. Ceritanya dimulai dari sebuah penerbangan internasional dari Los Angeles menuju Shanghai. Awalnya semua berjalan normal, hingga sebuah insiden kecil mengubah segalanya menjadi mimpi buruk.  Penyebab bencana ternyata berasal dari hal yang sering dianggap sepele, yaitu sebuah power bank yang mengalami korsleting dan memicu kebakaran di ruang kargo. Dari sinilah rangkaian tragedi mulai terjadi. Setelah pesawat tidak lagi bisa dipertahankan, pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat di tengah laut. Sayangnya, keadaan semakin buruk ketika badan pesawat terbelah di atas terumbu karang sehingga para penumpang harus bertahan hidup di tengah ancaman hiu. Menurut saya, pesan terbesar film ini justru bukan tentang hiunya, melainkan tentang penting...

REVIEW FILM : IP MAN , KUNGFU LEGEND (2026 )

Ip Man: Kung Fu Legend (2026) adalah film aksi kriminal yang disutradarai oleh Li Liming , dibintangi oleh Dennis To yang kembali sebagai master Wing Chun legendaris Ip Man Berlatar di Hong Kong tahun 1950-an, plotnya mengikuti Ip Man saat ia meninggalkan kepolisian untuk membuka sekolah seni bela diri miliknya sendiri, Ketika sebuah sasana tinju Barat dan sebuah kelompok triad Tiongkok mencoba memaksa penduduk setempat keluar dari properti mereka, Ip Man turun tangan untuk melindungi warisan tradisionalnya. Sebagai penggemar film bela diri, saya cukup antusias saat menonton Ip Man: Kung Fu Legend (2026). Film ini kembali menghadirkan Dennis To sebagai Ip Man, dengan latar Hong Kong pada era 1950-an. Ceritanya berfokus pada perjuangan Ip Man yang membuka perguruan Wing Chun setelah meninggalkan kepolisian. Saya justru merasa film ini tidak memberikan emosi yang kuat. Ada beberapa momen yang seharusnya terasa menyentuh atau menegangkan, tetapi penyampaiannya terasa datar sehingga suli...