Skip to main content

Posts

REVIEW FILM : DEEP WATER (2026)

Film Deep Water (2026) mengusung tema survival yang sederhana, tetapi tetap mampu menghadirkan ketegangan sejak awal. Dibintangi Aaron Eckhart dan Ben Kingsley , film ini menggabungkan bencana penerbangan dengan ancaman hiu ganas di tengah lautan. Ceritanya dimulai dari sebuah penerbangan internasional dari Los Angeles menuju Shanghai. Awalnya semua berjalan normal, hingga sebuah insiden kecil mengubah segalanya menjadi mimpi buruk.  Penyebab bencana ternyata berasal dari hal yang sering dianggap sepele, yaitu sebuah power bank yang mengalami korsleting dan memicu kebakaran di ruang kargo. Dari sinilah rangkaian tragedi mulai terjadi. Setelah pesawat tidak lagi bisa dipertahankan, pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat di tengah laut. Sayangnya, keadaan semakin buruk ketika badan pesawat terbelah di atas terumbu karang sehingga para penumpang harus bertahan hidup di tengah ancaman hiu. Menurut saya, pesan terbesar film ini justru bukan tentang hiunya, melainkan tentang penting...
Recent posts

REVIEW FILM : IP MAN , KUNGFU LEGEND (2026 )

Ip Man: Kung Fu Legend (2026) adalah film aksi kriminal yang disutradarai oleh Li Liming , dibintangi oleh Dennis To yang kembali sebagai master Wing Chun legendaris Ip Man Berlatar di Hong Kong tahun 1950-an, plotnya mengikuti Ip Man saat ia meninggalkan kepolisian untuk membuka sekolah seni bela diri miliknya sendiri, Ketika sebuah sasana tinju Barat dan sebuah kelompok triad Tiongkok mencoba memaksa penduduk setempat keluar dari properti mereka, Ip Man turun tangan untuk melindungi warisan tradisionalnya. Sebagai penggemar film bela diri, saya cukup antusias saat menonton Ip Man: Kung Fu Legend (2026). Film ini kembali menghadirkan Dennis To sebagai Ip Man, dengan latar Hong Kong pada era 1950-an. Ceritanya berfokus pada perjuangan Ip Man yang membuka perguruan Wing Chun setelah meninggalkan kepolisian. Saya justru merasa film ini tidak memberikan emosi yang kuat. Ada beberapa momen yang seharusnya terasa menyentuh atau menegangkan, tetapi penyampaiannya terasa datar sehingga suli...

REVIEW FILM : LOVE BARISTA, Cinta Lewat Sruputan Kopi Vietnam

  Love Barista mencoba menghadirkan komedi romantis lintas budaya dengan mempertemukan Korea Selatan dan Vietnam. Premisnya cukup menarik, seorang aktor Korea yang sedang terpuruk harus bertahan hidup di Vietnam hingga bertemu seorang barista berbakat yang perlahan mengubah hidupnya. Yang langsung terasa sejak awal adalah suasana Vietnam yang ditampilkan dengan hangat. Jalanan, kafe, hingga budaya kopinya menjadi nilai tambah yang membuat film terasa nyaman dinikmati, bahkan ketika ceritanya berjalan santai. Lee Kwang-soo kembali mengandalkan kemampuan komedinya yang sudah dikenal banyak orang. Ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan tingkah kikuknya masih mampu mengundang tawa tanpa harus berlebihan. Bagi penggemarnya, inilah alasan utama untuk datang ke bioskop. Hoang Ha juga tampil cukup natural sebagai Thao . Karakternya sederhana, hangat, dan mudah disukai. Interaksi keduanya yang menggunakan bahasa Korea, Vietnam, dan sedikit bahasa Inggris justru menjadi salah satu bagian yang me...

REVIEW FILM : FOUFO , Drama Komedi Sisi Lain Dari Budaya Madura

Skak Studios dan Sinemart mempersembahkan film berbudaya Madura pertama di Indonesia, Foufo, yang akan tayang mulai 9 Juli 2025 di bioskop Indonesia. Film komedi sci-fi karya sutradara Bayu Skak ini berhasil membuat penontonnya ngakak chaos dari komedi-komedi yang tersaji, sementara drama keluarganya juga bikin penonton relate, tentang anak yang ingin berbakti dan mewujudkan mimpi sang ibu naik haji.  Bayu Skak kembali mencoba sesuatu yang berbeda lewat FOUFO, sebuah drama keluarga yang dipadukan dengan komedi dan fiksi ilmiah. Premis tentang alien yang terdampar di Madura terdengar nyeleneh, tetapi justru menjadi daya tarik utama film ini sejak awal.  Keputusan Bayu Skak memberi ruang bagi banyak pemain lokal layak diapresiasi. Meski sebagian besar bukan nama besar di industri film, mereka mampu menghadirkan karakter yang terasa alami. Chemistry antar pemain menjadi salah satu kekuatan yang membuat penonton mudah masuk ke dalam cerita.  Dari sisi akting, penampilan pa...

REVIEW FILM : The Death of Robin Hood, Sisi Kelam Sang Penolong Rakyat Jelata

Kalau mengharapkan film The Death of Robin Hood penuh aksi seperti kisah Robin Hood yang selama ini dikenal, kemungkinan besar akan merasa kecewa. Film ini justru mengambil arah yang sangat berbeda. Ceritanya lebih banyak membahas penyesalan, dosa, dan perjalanan hidup seorang Robin Hood yang sudah tua. Robin Hood versi Hugh Jackman digambarkan bukan lagi sebagai pahlawan yang gagah berani. Ia menjadi sosok yang lelah, penuh luka, dan terus dihantui masa lalunya. Hampir sepanjang film, penonton diajak melihat pergulatan batinnya daripada aksi memanah atau melawan musuh. Hal yang cukup mengejutkan adalah masa lalu Robin ternyata jauh lebih kelam daripada legenda yang selama ini dikenal. Film ini menunjukkan bahwa ia pernah membunuh banyak orang, bahkan rakyat jelata yang tidak bersalah. Hal inilah yang menjadi sumber rasa bersalah yang terus menghantuinya hingga akhir hidup. Karakter Little John (Bill Skarsgård) juga ikut terseret dalam sisi gelap tersebut. Hubungan mereka bukan lag...

REVIEW FILM : PHI PHONG BLOOD DEMON, Arah Baru Horor Vietnam Antara Mitos dan Kejahatan Manusia

  Film Phi Phong: The Blood Demon menjadi salah satu kejutan besar dari Vietnam pada tahun 2026. Film ini mengangkat legenda rakyat tentang makhluk bernama Phí Phông, sosok iblis yang dapat menyamar sebagai manusia pada siang hari, tetapi berubah menjadi pemburu darah dan energi kehidupan saat malam tiba. Ceritanya mengikuti dua kakak beradik yang merupakan murid dukun. Mereka memasuki hutan pegunungan yang terpencil untuk mencari ibu mereka yang telah dikuasai kekuatan jahat. Perjalanan tersebut membawa mereka ke dalam dunia ritual kuno, rahasia leluhur, dan teror yang semakin mengerikan . Salah satu kekuatan terbesar film ini adalah suasananya. Film ini juga menampilkan budaya Vietnam yang jarang terlihat di layar lebar. Ritual pemakaman, pakaian adat spiritual, serta kepercayaan masyarakat pegunungan membuat dunia dalam film terasa hidup dan autentik. Film ini berbicara tentang cinta seorang ibu, keserakahan manusia, serta bagaimana penderitaan dan tragedi dapat melahirkan ses...

REVIEW FILM : POWER BALANDS, Cinta Karya dan Persahabatan

  Film Power Ballad menghadirkan kisah yang hangat tentang musik, persahabatan, ego, dan kesempatan kedua dalam hidup. Disutradarai oleh John Carney, film ini terasa seperti perpaduan antara Once dan Music and Lyrics, tetapi dengan konflik yang lebih modern tentang hak cipta dan pengakuan dalam industri musik. Cerita berpusat pada Rick, seorang penyanyi band pernikahan yang pernah memiliki mimpi besar namun kini menjalani hidup yang biasa-biasa saja. Suatu hari ia berkolaborasi dengan Danny (Nick Jonas), mantan bintang boy band yang kariernya juga sedang menurun. Dari pertemuan sederhana itu lahirlah sebuah lagu yang ternyata memiliki potensi luar biasa. Masalah muncul ketika lagu tersebut menjadi hit besar. Rick (Paul Rudd)  terkejut saat mengetahui namanya tidak tercantum sebagai pencipta lagu. Dari sinilah konflik utama dimulai. Film ini tidak menghadirkan pertarungan fisik atau drama berlebihan, melainkan pertarungan harga diri, rasa kecewa, dan pencarian keadilan. ...

Review Film Backrooms (2026), Ketakutan Terbesar Dalam Diri Manusia

Backrooms (2026) menghadirkan konsep horor yang berbeda dari kebanyakan film seram saat ini. Alih-alih mengandalkan jumpscare berlebihan, film ini lebih fokus membangun rasa tidak nyaman melalui lorong-lorong kosong yang tampak tidak berujung. Cerita mengikuti Clark, seorang pria yang menemukan jalan menuju dimensi misterius bernama Backrooms. Tempat ini terlihat sederhana, hanya ruangan dan koridor berwarna kuning, tetapi menyimpan banyak misteri yang sulit dijelaskan. Seiring berjalannya waktu, rasa penasaran Clark berubah menjadi obsesi. Ia semakin dalam menjelajahi Backrooms dan mulai kehilangan hubungannya dengan dunia nyata. Ketika Clark menghilang, terapisnya berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Pencarian tersebut menjadi awal petualangan yang jauh lebih berbahaya daripada yang dibayangkan. Salah satu kekuatan utama film ini adalah atmosfernya. Kesunyian, ruang kosong, dan pencahayaan yang monoton berhasil menciptakan ketegangan yang terus terasa sepanjang film. Ba...

Review Film : Monster Pabrik Rambut (2026), Ekplotasi dan Horor dalam Pabrik

Film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) adalah film horor fantasi tahun 2026 yang disutradarai Edwin dengan naskah yang ditulisnya bersama dengan Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga. Film ini merupakan hasil produksi internasional kerjasama antara Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, Perancis. Monster Pabrik Rambut tayang perdana di Festival Film Internasional Berlin 2026 sebagai program Special Midnight. membawa penonton ke sebuah pabrik rambut yang tampak biasa dari luar, tetapi menyimpan rahasia kelam di balik produktivitas para pekerjanya. Melalui kisah tiga bersaudara yang kehilangan ibu mereka, film ini mencoba memadukan horor supranatural, drama keluarga, dan kritik sosial dalam satu cerita yang cukup ambisius. Cerita berpusat pada Putri (Rachel Amanda) ,Ia meyakini ibunya meninggal akibat tekanan kerja yang tidak manusiawi di pabrik milik Maryati (Didiek Nini Towok). Para pekerja dipaksa bekerja siang dan malam demi mendapatkan insentif tambahan hingga melupakan kebutuhan da...

REVIEW : FILM THE FURIOUS 2026, Duo Aktor Laga Bertarung Dalam Kisah Heroik

The Furious menghadirkan kisah sederhana namun emosional tentang seorang ayah yang berjuang menyelamatkan putrinya dari sindikat perdagangan manusia. Di balik premis yang cukup familiar, film ini mampu menghadirkan ketegangan melalui perpaduan drama keluarga dan aksi laga yang intens. Wang Wei digambarkan sebagai sosok biasa yang terpaksa melakukan hal-hal luar biasa demi menyelamatkan anaknya. Perjalanan yang ia tempuh membuat penonton ikut merasakan keputusasaan, kemarahan, sekaligus harapan yang terus ia pertahankan di tengah situasi yang semakin berbahaya. Saya melihat bahwa aktor-aktor Indonesia semakin sering dilirik oleh industri perfilman luar negeri, khususnya untuk film aksi. Hal ini tidak terlepas dari komitmen, disiplin, dan dedikasi mereka dalam menjalani proses produksi. Kemampuan beradaptasi dengan berbagai budaya kerja dan gaya penyutradaraan juga menjadi nilai tambah yang membuat mereka dipercaya dalam proyek internasional. Joe Taslim kembali menunjukkan karisma dan ke...