Skip to main content

Posts

REVIEW FLM : FALL 2 - DEADPOINT, “ Tetap Menegangkan, Ceritanya Mulai Kehilangan Pijakan.”

Film Fall 2: Deadpoint hadir dengan membawa kembali formula survival dan ketakutan terhadap ketinggian dari film pertamanya. Secara konsep, film ini mencoba memberikan sesuatu yang berbeda lewat lokasi baru, karakter baru, serta konflik yang lebih luas.Dari sisi visual, film ini tetap mampu memanfaatkan rasa takut terhadap ketinggian. Beberapa adegan di lokasi ekstrem, permukaan yang licin, kondisi cuaca buruk, dan situasi berbahaya masih memberikan sensasi survival yang cukup menegangkan. Hanya saja, setelah melihat trailer, ekspektasi terhadap adegan-adegan ekstrem tersebut terasa cukup tinggi. Di filmnya sendiri, beberapa momen yang terlihat sangat menegangkan di trailer ternyata tidak selalu terasa sekuat yang dibayangkan. Alur ceritanya berusaha membawa Jax menghadapi trauma dan kehilangan setelah kematian kakaknya, Shiloh. Ia kemudian mengikuti Luce dalam sebuah perjalanan yang awalnya terlihat seperti bentuk penghormatan, tetapi akhirnya berubah menjadi perjuangan untuk bertahan...
Recent posts

REVIEW FILM : IT'S MY TIME, Perjuangan Nenek Dalam Kompetisi Games Rubick Dunia

It’s My Time adalah film drama-komedi tahun 2026 yang menghadirkan kisah sederhana namun menyentuh tentang kesempatan kedua. Film ini dibintangi Michelle Yeoh dan Liu Haoran, dengan fokus pada semangat hidup yang tidak mengenal usia. Zhao Yanhong (Michelle Yeoh), adalah perempuan berusia 70 tahun yang menolak menjalani hari tua secara pasif di panti jompo. Ia sering membuat keonaran kecil sebagai cara melawan anggapan bahwa orang tua harus diam dan menerima nasib.Di sisi lain, Wu Youwei (Liu Haoran) adalah mantan juara dunia Rubik’s Cube yang sedang kehilangan arah. Kehidupannya sekarang hanya sebatas mempertontonkan keahlian di pasar malam, jauh dari masa kejayaannya dulu. Takdir mempertemukan keduanya. Zhao merekrut Wu sebagai pelatih untuk mengejar mimpi menaklukkan kejuaraan Rubik dunia. Dari situlah perjalanan mereka dimulai, penuh latihan, keraguan, dan tantangan. Usaha mereka tidak mudah. Usia Zhao menjadi hambatan yang nyata, sementara tekanan dari orang sekitar sering muncul...

REVIEW FILM : AGENSI RUMAH TANGGA (ART) Ngakak dan Nangis Bareng ART, Film Yang Bikin Kamu Merasa Jadi Manusia

Film Agensi Rumah Tangga (ART) merupakan film komedi yang datang tepat di saat banyak orang butuh tawa yang tidak hanya ringan, tapi juga punya sudut pandang yang jujur. Diadaptasi dari novel best seller karya Almira Bastari, kisah ini mengangkat Katia yang baru saja di-PHK dan harus mencari cara baru untuk bertahan hidup, termasuk membayar KPR. Ia memilih jalan yang jarang dipilih membangun usaha atau agensi penyaluran asisten rumah tangga. Pilihan itu langsung menantang anggapan umum bahwa keamanan hidup hanya bisa didapat lewat jalur resmi seperti PNS. Katia menunjukkan bahwa seseorang bisa menciptakan pekerjaan yang berguna bagi orang lain tanpa harus menunggu lowongan yang “aman” menurut standar masyarakat. Film ini dengan cerdas menempatkan kerja yang sering dipandang sebelah mata sebagai pusat drama, tawa, dan bahkan makna. Enzy Storia (Katia) dengan kehadiran yang hangat dan tidak dipaksakan. Di sisinya, Afgan (Kafka) memberikan warna yang menenangkan tanpa mengganggu ritme k...

REVIEW : FILM HOPE 2026 , "Kehilangan Menjadi Perang, dan Harapan Jadi Pelarian"

Film Hope (2026) karya Na Hong-jin adalah film yang berani mencampur aksi monster, fiksi ilmiah, dan pertanyaan tentang harapan dalam satu cerita yang membingungkan sekaligus menghibur. Kisahnya berlatar di desa pelabuhan terpencil dekat DMZ, di mana polisi desa dan sekelompok pemburu harus menghadapi makhluk misterius yang tiba-tiba muncul. Yang awalnya terlihat seperti film monster biasa perlahan berubah menjadi cerita tentang dua pihak yang sama-sama kehilangan arah. Karakter polisi, terutama kepala polisi Beom-seok, digambarkan sangat manusiawi. Mereka terlalu takut, ragu, dan sering salah langkah. Beom-seok berkali-kali ragu menembak, salah menilai situasi, dan bahkan mengaku hatinya sendiri terasa aneh. Ketakutan mereka membuat aksi terasa lambat dan tidak efektif. Sebaliknya, alien jauh lebih cepat beradaptasi. Mereka mampu mengubah wujud, bergerak dengan kecepatan tinggi, dan tetap fokus pada tujuan meski terluka. Perbedaan ini membuat penonton perlahan bergeser simpati. Ya...

REVIEW FILM ANIME : The Dangers in My Heart: The Movie

The Dangers in My Heart: The Movie merupakan  film yang menawarkan kisah remaja dengan cara yang jujur dan manusiawi. Ceritanya berpusat pada Kyotaro Ichikawa dan Anna Yamada , dua siswa SMP yang sangat berbeda, namun perlahan saling mendekat melalui momen-momen canggung yang terasa nyata. Kyotaro adalah anak introvert yang cenderung menyendiri. Ia punya minat yang tidak biasa untuk anak seusianya: membaca buku tentang anatomi dan hal-hal gelap, serta mendengarkan musik metal. Di balik itu, ia sebenarnya penuh keraguan, kesepian, dan rasa tidak percaya diri. Pikiran gelapnya bukan tanda kebencian, melainkan cara seorang remaja menghadapi dunia yang terasa menekan. Sebaliknya, Anna Yamada adalah gadis populer di sekolah. Ia ceria, energik, dan secara penampilan terlihat lebih matang dibanding teman-teman sekelasnya. Namun di balik citra itu, Anna punya sisi polos, ceroboh, dan rakus makanan yang membuatnya sangat manusiawi. Ia bukan sosok sempurna, melainkan remaja yang sedang bel...

REVIEW FILM : BY ANY MEANS 2026, Ketika Kekerasan Menjadi Jalan Keluar

  By Any Means sebuah film thriller sejarah Amerika disutradarai oleh Elegance Bratton (dikenal lewat The Inspection) dan ditulis oleh Sascha Penn. Film ini diproduksi oleh Paramount Pictures dan terinspirasi dari kisah nyata. Ceritanya berlatar Mississippi tahun 1966, era paling gelap gerakan hak sipil Amerika. Yahya Abdul-Mateen II (Wayne Strider), seorang agen FBI muda kulit hitam yang dikirim untuk menyelidiki serangkaian pembunuhan brutal yang menargetkan para aktivis hak sipil. Sebagai agen kulit hitam di institusi yang didominasi kulit putih, di tengah wilayah yang penuh kebencian rasial, karakter Strider membawa beban ganda, ia harus menegakkan hukum sekaligus menghadapi risiko personal yang jauh lebih besar dibanding rekan-rekannya. Di sisi lain, Mark Wahlberg (Greg Scarpa) , seorang pembunuh bayaran mafia kenamaan yang dipaksa bekerja sama dengan Strider dalam penyelidikan ini. Scarpa adalah sosok dari dunia kriminal terorganisir bukan penegak hukum, bukan pula aktivis ...

REVIEW FILM : OPERASI PESTA COPET

Operasi Pesta Copet datang seperti angin kencang di tengah festival musik yang ramai. Empat sahabat Ijal, Adut, Tia, dan Melodi bukan pahlawan, hanya orang-orang biasa yang terhimpit utang dan PHK. Mereka memutuskan mengambil risiko gila mencopet di tengah Pestapora, festival musik terbesar, sambil menyamar sebagai penonton biasa. Di layar, kita langsung diajak berdiri di antara kerumunan. Suara bass yang bergemuruh, keringat yang menetes, dan tangan-tangan yang saling bersenggolan terasa dekat sekali. Setiap gerakan mereka yang canggung sekaligus cerdik membuat kita ikut menahan napas, seolah-olah dompet kita sendiri yang sedang menjadi target. Iqbaal Ramadhan sebagai Ijal membawa ketegangan yang halus gestur kecil dan tatapan waspada yang menunjukkan seseorang yang sebenarnya tidak nyaman dengan apa yang sedang ia lakukan. Kristo Immanuel sebagai Adut menyuntikkan kelucuan yang tidak dibuat-buat, sering menjadi katup pelepas ketegangan di momen paling genting. Zulfa Maharani dan...

REVIEW FILM : MOTOR CITY 2026

Motor City sebuah film action thriller Amerika disutradarai oleh Potsy Ponciroli. Film ini dibintangi Alan Ritchson sebagai John Miller, Shailene Woodley sebagai Sophia, dan Ben Foster sebagai Reynolds. Ceritanya berlatar Detroit tahun 1977. John Miller adalah veteran perang Vietnam sekaligus pekerja pabrik yang baru saja bebas dari masa percobaan. Ia ingin melamar kekasihnya, tapi mantan pacar kekasihnya yang kejam malah menjebaknya sehingga ia dipenjara bertahun-tahun. Setelah keluar penjara, Miller hanya punya satu tujuan: balas dendam pada orang yang menghancurkan hidupnya. Hal paling unik dari film ini adalah nyaris tidak ada dialog. Sepanjang sekitar 103 menit, cerita disampaikan lewat ekspresi wajah, gerak tubuh, adegan aksi, dan soundtrack rock era 1970-an. Gayanya mengingatkan pada film-film Scorsese atau Michael Mann, tapi dengan sentuhan modern. Alan Ritchson tampil sangat kuat di peran ini. Fisiknya yang besar dan tatapannya yang intens membuat karakternya terasa meyakink...

REVIEW FILM : MUNAFIK MELAWAN IBLIS, Sebuah Remake Horor Dengan Citrarasa Lokal

Film Munafik: Melawan Iblis merupakan remake Indonesia dari film horor Malaysia legendaris *Munafik* (2016). Film ini sudah bikin pecinta horor lokal penasaran banget. Versi kali ini digarap Sutradara Guntur Soeharjanto dengan sentuhan yang lebih “Indonesia banget”. Cerita intinya tetap sama: seorang ustaz yang imannya goyah setelah kehilangan istri, lalu harus menghadapi kasus kerasukan yang melibatkan tokoh munafik. Tapi jangan bayangin copy-paste. Latarnya diganti jadi desa pesisir dengan nuansa budaya Jawa, nama karakter diubah (kecuali Ustaz Adam), dan elemen horor lokal seperti pocong ikut masuk. Arya Saloka sebagai Ustaz Adam . Dia sempat belajar Iqra dan praktik ruqyah biar aktingnya terasa lebih otentik. Acha Septriasa jadi Fitri, dengan adegan kerasukan yang fisik dan emosional banget. Sementara Donny Damara muncul sebagai Haji Mansyur. Kalau versi Malaysia lebih tenang dan fokus ke sisi psikologis plus ruqyah, versi Indonesia ini lebih agresif. Adegan aksi dan fighting-n...

Review Film Mutiny (2026), Dibalik Kematian Atasan Muncul Sebuah Kejahatan Besar

  Mutiny menjadi salah satu film action yang cukup menarik bagi penggemar Jason Statham. Film ini kembali menampilkan Statham sebagai pria yang harus menghadapi banyak masalah sekaligus berusaha bertahan hidup. Kalau Anda sudah terbiasa melihat gaya Statham di film action, jangan berharap perubahan karakter yang terlalu jauh. Di film ini, Statham berperan sebagai Cole Reed , mantan anggota pasukan khusus yang sekarang bekerja sebagai petugas keamanan. Kehidupannya berubah setelah atasannya, seorang miliarder asal Thailand bernama Tibu, dibunuh tepat di depan matanya. Masalahnya, Cole justru dituduh sebagai orang yang melakukan pembunuhan tersebut. Cole tentu saja tidak tinggal diam. Selain ingin membersihkan namanya, dia juga ingin mengetahui siapa sebenarnya yang berada di balik pembunuhan tersebut. Penyelidikannya kemudian membawanya ke sebuah kapal kargo yang ternyata menyimpan banyak rahasia. Awalnya saya mengira film ini hanya akan menjadi cerita balas dendam biasa. Cole men...