Skip to main content

REVIEW : ANNA ( 2019)


ANNA ( 2019 )
Directed : Luc Besson
Production : Europa Film, Summit Entertaiment
Runtime : 118 Minutes
Setelah film SALT, Wanted, Atomic Blonde dan terakhir Red Sparrow yang bercerita tentang mesin pembunuh bayaran yang dilatih secara berdedikasi tinggi terhadap Negara apapun alasanya, sekarang muncul film ANNA karya Luc Besson (Transporter ) dimana cerita ini bersetting perang mata-mata KGB vs CIA, peran double agent memang paling nikmat untuk ditonton apalagi dengan alur cukup rumit dimengerti, seperti remake La Femme Nikita (1990) dengan konsep dan wajah baru. Kota moskow, perancis dan amerika menjadi lokasi para agent bertugas dilapangan, bunyi sirene sudah menjadi bagian cerita dalam genre spies thriller, tak heran actor yang bermain juga nyaris menunjukan wajah berdarah dingin penuh teka teki, pada film ANNA diceritakan sosok wanita Rusia direkrut oleh KGB, Jangan berharap lebih seperti film John Wick, sosok Anna bagaikan wanita Tangguh tanpa ampun dibalik wajahnya yang cantik, pembunuh darah dingin, terluka akan kehidupan pribadinya belum lagi masa lalu atas kematian sang ayah membuat jiwanya terguncang kemudian menjadi seorang model untuk misi pembunuhan salah satu musuh KGB di Perancis, ANNA (Sasha Luss) menjadi seorang model dalam waktu 6 bulan dan ketika hari tiba, dia diperkenalkan pada gembong perdagangan senjata, namun tak lama setelah kejadian tersebut dia ditangkap oleh agent CIA atas pembunuhan tersebut tapi dibalik semuanya ada misteri bisnis antara CIA dan RUSIA mengenai mata-mata yang saling menguntungkan.

Banyak yang masih suka timeline perang mata-mata seperti Korea Selatan melawan Korea Utara atau China melawan Hongkong, yang paling asik antara kedua adidaya negara Rusia dan USA, lokasi shooting menjadi daya tarik penonton seperti Paris , London atau Eropa Timur. Hubungan panas dengan level ketegangan, keseruan bahkan kekonyolan menjadi sebuah cerita relevan pada saat itu, musuh jadi sahabat atau sebaliknya. Alur cerita dari beberapa tahun menjadi beberapa bulan dan kemudian menjadi beberapa jama menunjukan bagaimana ANNA harus menghadapi kedua negara demi kebebasan sebagai manusia normal tanpa ada rasa takut. Sutradara Luc Besson berhasil membuat penonton sedikit binggung dengan alur tersebut, dengan gayanya masih sama – pengambaran adegan dengan fast shot membuat jantung penonton selalu berdebar. ANNA bukanlah film remaja, mendapatkan rating 17+ diharapkan penonton tidak serta membawa anak kecil menonton film ini, kekerasan & sexual dan tumpahan darah terlihat nyata.
Sasha Luss berhasil sebagai wanita lembut menjadi pembunuh berdarah dingin,  Hellen Mirren pas menjadi wanita tangguh dan Luke Evans dan Cillian Murphy pantas sebagai agent terbaik di negara masing-masing. ANNA menjadi pilihan film anda dikala anak anda menonton film sesuai umurnya, anda bisa menikmati bersama pasangan atau teman anda, malam ini tayang midnight show dan tayang reguler mulai tanggal 25 Juni 2019 .
Overall : 7.5/10
 

Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : Mr Hurt

Mr Hurt 
Directed : Ittisak Eusunthornwattana
Starring : Sunny Suwanmethaon, Marie Broenne, Mashnanoad Sulvamas, Ponsatorn Jongwilak
Production : Transformation Film
Duration : 129m

Lagi-lagi Thailand membuat film bertema drama percintaan dengan cerita seputar patah hati, yang paling membuat kita betah menontonnya tak lain jalan cerita yang sederhana juga casting yang natural dari artis cukup terkenal ditambah lokasi shoting gak jauh dari makanan, tempat tinggal dan sebagainya. Buat saya serasa menonton FTV namun dikemas dengan baik, itulah kelebihan mereka membuat film apalagi twist yang seringkali kesel .
Alkisah pemain tenis pro terkenal Don ( Sunny Suwanmethaon )  pacaran dengan Anna ( Marie Broenner ) , saat Don mau serius melamar Anna, justru Anna memutuskan Don begitu saja, dunia Don berbalik dia tidak semanggat dalam latihan tennis, semuanya berubah total. Tema-temanya mencoba memberikan semanggat bangkit kembali namun gagal juga, Don benar-benar kehilangan Anna. Salah satu cara …