Skip to main content

REVIEW : THE SECRET LIFE OF PETS 2


SECRET LIFE OF PETS 2
Directed : Chris Renaud
Production : Illumination& Universal Pictures
Runtime : 86 Minutes
Produksi film animasi terkenal Illumination rilis dengan film lanjutan dari kisah para binatang peliharaan yang imut, gendut, heboh, mengemaskan bahkan selalu bikin ulah konyol. Dan perolehan minggu ini (08/Juni/2019) melalui situs BoxOfficeMojo.Com, The Secret Life Of Pets 2 = US$ 16,7 Million, angka yang sangat fantastis dimana pengemarnya sudah tidak sabar melihat aksi para binatang peliharaan, lebih dari sebuah sequel pihak produksi film memang sudah menyiapkan naskah Bryan Lynch duduk sebagai penulis film pertama dan kedua, sebagai sutradara adalah Chris Renaud ( Despicable series, Dr Seus the Lorax ) wajar jika alur cerita mirip aksi Minions super kocak itu. Mengingat keberhasilan film pertama hingga US$ 875 Million Worldwide, kisah para binatang memang pure dari kehidupan sehari-hari mereka bagaimana mereka berinteraksi dengan majikan, ketika anda tidak ada dirumah – pasti membuat kekacuan seisi rumah, hal inilah yang mendasari mereka melanjutkan seri ke-2 dan semoga saja seri berikutnya juga memberikan cerita yang tidak saja menarik tapi mengajarkan kita untuk mencintai binatang peliharaan.
Max (Patton Oswalt) merasa majikannya setelah menikah tidak terlalu memperhatikan dia lagi sebagai binatang kesayangan, apalagi munculnya buah hati atas pernikahannya Liam, bocah kecil selalu menganggu privasi Max namun hal tersebut tidak lama terjadi karena Max lama-lama menyukai Liam. Ketika mereka berpiknik Max merasa tidak betah tapi justru merubah sikap Max selama ini menyebalkan. Kembali pada apartemen Max, Gidget (Jenny Slate) tak sengaja menghilangkan mainan kesukaan Max-Busy Bee, atas bantuan Cloe (Lake Bell)  mereka mencari Busy Bee sebelum Max kembali ke apartemen, sebelum semuanya usai Cloe melihat sebuah kejadian aneh, sahabat mereka anjing yang selalu didandanin oleh majikanya Snowball (Kevin Hart) bertekad layaknya superhero melihat harimau sirkus-HU yang teraniya dan ingin menyelamatkan dari siksaan pemilik sirkus yang kejam. Sebuah misi dijalankan tidak sekedar menyelamatkan tapi mencari rumah baru bagi si macan.  Dengan 3 alur cerita memang agak memusingkan tapi semua itu tidak lama dan kembali kepada alur cerita pertama kisah Max sendiri yang takut tidak dicintai oleh majikannya
Munculnya karakter Rooster, HU, Sergei, Liam menambah kisah Pets 2 makin solid dalam, walaupun pergantian pengisi suara max karena kasus asusila tidak membuat kualitas film ini menurun, sudah terbukti hasilnya tidak mengecewakan penonton bahkan banyak adegan-adegan tawa dikala keseriusan cerita. Dengan segmentasi anak-anak diharapkan mereka tidak bosan karena ada 3 plot cerita yang cukup panjang, sudah tidak diragukan lagi karya Illumination atas jasanya membuat Minions dengan team yang sama maka jelas usaha menjadi sequel terlihat bagus, menghibur, lucu, mengemaskan dan kekonyolan para binatang peliharaan. THE SECRET LIFE OF PET 2 akan tayang mulai minggu depan tepatnya tanggal 14 Juni 2019 diseluruh bioskop Indonesia. Sajian yang tepat membawa anak-anak ke bioskop belajar bagaimana tingkah laku para binatang peliharaan dalam dunia mereka penuh rahasia.
Overall : 7.5/10


Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re