Film ini menampilkan kuartet komika Bene Dion, Indra Jegel, Oki Rengga, dan Boris Bokir dalam peran baru sebagai detektif kepolisian yang dijuluki "detektif gagal" atau "detektif koplak." Keempatnya bertugas menyusup ke sebuah panti jompo untuk mencari buronan kasus pembunuhan anak Wali Kota Yamakarta. Misi ini adalah kesempatan terakhir mereka untuk menyelamatkan karier dari reputasi buruk. Penyamaran mereka sebagai perawat panti jompo, dan bahkan sebagai "orang jompo" itu sendiri, menjadi sumber utama kekacauan dan komedi. Bene dan Jegel sering menjadi sumber ide-ide gila dan kecerobohan yang membuat misi makin rumit. Humor khas mereka, yang seringkali berupa dialog slapstick dan situasi yang tak terduga, bekerja sangat baik dalam lingkungan panti jompo yang unik. Oki dan Boris menampilkan spektrum emosi yang lebih kaya, bahkan memiliki adegan aksi tangan kosong yang intens dan digarap serius (long take). Boris, khususnya, membawa lapisan drama person...
Mereview film berdasarkan undangan dari pihak distributor film di Jakarta