Skip to main content

REVIEW : KOKI-KOKI CILIK 2

KOKI KOKI CILIK 2
Sutradara : Viva Westi
Produksi : MNC Pictures
Durasi : 1 Jam 30 Menit
Film pertama Koki-Koki Cilik (2018)  berhasil mengeser film Kulari Ke Pantai dalam jumlah penonton tahun 2018 lalu, bertepatan dengan musim liburan sekolah sekuel film ke-2 pun rilis diakhir juni 2019 ini, masih dalam cerita tentang bahagianya mempunyai sahabat yang tidak hanya pandai memasak tapi juga kuat dalam persahabatan, Koki-Koki Cilik 2 (KKC 2) menawarkan formula yang sama dengan film pertama walaupun sutradara sudah pindah dari Ifa isfansyah ke Viva Westi, bagi dia ini merupakan film pertama mengarahkan anak-anak kecil dalam berakting, disela-sela pembuatan rasanya kendala tersebut tidak terlalu berat karena anak-anak mudah diarahkan bahkan seringkali mereka sendiri berimprovisasi pada sebuah adegan. MNC Pictures selaku rumah produksi berharap sama dengan apa yang terjadi pada film pertama tahun lalu, penonton tidak sukar mencerna setiap adegan. Dan kali ini dibuat lebih dramatis hubungan antara anak dengan orangtuanya, munculnya karakter baru Adit (Adhiyat) anak kecil merasa kecewa dan sedih akibat mama tercinta meninggal dunia, tak ada teman bermain dengannya, seringkali di sekolah dia dibully lantaran hidup sebagai yatim. Salah satunya dia bisa melupakan dengan bertemu peserta Cooking Camp di tempat Chef Grant (Ringgo Agus Rahman), disinilah kisah Adit bisa merubah sikapnya selama ini dan kisahnya menjadi babak baru dalam cerita KKC 2.
 
Berawal saat alumni KKC berkunjung ke tempat Chef Grant namun didapati lokasi mereka sudah tidak ada lagi lantaran ucapan Chef Evan (Christian Sugiono) membuat Chef Grant patah semanggat tak ingin ada lagi acara Cooking Camp, mereka berlima membuat kejutan untuk Chef Grant kembali bersemangat dan percaya diri kalo lewat Cooking Camp para alumni menjadi sebuah keluarga baru bagi dirinya. Tak banyak perbedaan dalam alur cerita, masih dengan karakter yang selalu bikin tertawa Alifa Lubis ( Melly ) dengan kocaknya bak selebritis papan atas dan si tukang makan Alfa (Marcello Mahesa) sangat mencintai kambingnya. Menawarkan beberapa adegan bikin mewek ketika flashback Adit bersama mama tercinta sebelum meninggal dan disaat Adit begitu merindukan papanya kembali memasak seperti sediakala. Cerita sederhana menjadi cerita yang menarik, masak sederhana menjadi makanan anak-anak yang masuk akal didisain secara mudah, penonton khusunya anak-anak diharapkan setelah pulang akan mempunyai semangat memasak selama ini.

Yang menjadi perhatian saya adalah karakter Adit (Adhiyat) sangat pas mimiknya sebagai anak kecil yang polos,terluka dan tertolak sangat pintar bermain emosi tanpa dibuat-buat, berjalan natural dengan actor yang sudah lama bermain film. Berhasil mengurai airmata dalam beberapa scene, rasanya suatu saat menjadi bintang besar dengan dukungan orantuanya dalam dunia film layar lebar. Persahabatan muncul disaat masa lalu berdamai di masa sekarang, ketika semuanya sudah dewasa saling mengampuni dan belajar bahwa kehidupan tidak selalu diatas kadang dibawah jauh untuk melangkah maju dengan tantangan yang berat tapi dilewati dengan bersyukur.
KOKI-KOKI CILIK 2 tayang mulai tanggal 27 Juni 2019 di seluruh bioskop Indonesia disaat liburan anak sekolah tiba, jadikan film ini menjadi tontonan keluarga yang memberikan makna baru bagi anak-anak, tontonan yang memberikan semangat juang dalam berteman tak boleh membedakan satu sama lain.
Overall : 7.5/10
 

Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

PRESS RELEASE : First KOL ( Key Opinion Leader ) Gathering WeTV Indonesia