
Melihat trailernya kita akan berekspektasi film bakalan super wah dengan segala aksinya, justru ekspektasi tersebut harus dipendam dulu nanti akan menyesal, dalam film kelas B tidak dituntut banyak kita harus berpikir panjang semua berjalan sesuai skenario saja. Hal ini kita membuat santai dalam menikmati filmnya. Dalam pemilihan aktor biasanya ada yang terkenal demi menarik penonton untuk datang ke bioskop, tapi penokohannya kembali dari sutradara dan penulis cerita seperti yang dilakukan oleh J.J Perry, sebagai aktor beladiri yang berkecimpung lama dan menyutradarai beberapa film aksi, tak heran tema yang diambil dari apa yang dia telah bintangi sebagai aktor, The Killers Game dan The Day Shift cukup baik dipasaran, tahun 2025 film terbarunya After Burn, berlatar belakang jaman distopia pasca dunia dalam kehancuran.
Dimulai ketika Jake (Dave Bautista) seorang penyitas dan pemburu harta karun tak pernah gagal dalam segala misinya. Ketika tugas mencari biola tertua dan antik didapatkan, dia ingin sekali bersantai memikirkan bagaimana menikmati ketenangan dalam sebuah Yatch. King August (Samuel L Jakcson) salah satu penguasa memberikan misi yang sangat rahasia karena kelompok lain jendral Valentine ingin menguasainya, harta karun tersebut berada di daerah sangat berbahaya, sebuah karya Monalisa. Sebagai imbalan Jake mendapatkan kapal impian dan kebebasan, Jake setuju pemburuan dimulai di kota kecil perancis. dia akan dibantu oleh salah satu andalan August, Drea (Olga Kurylengko) paham betul lokasi monalisa berada. Hanya diberikan waktu sedikit Jake dan Drea harus lebih dahulu mendapatkan Monalisa sebelum kelompok Valentine.
Sebagai film yang tidak membutuhkan lama untuk paham, kekuatan aksi baku hantam dan permainan senjata adalah cara paling seru untuk ditampilkan, J.J Perry mempunyai pakem ledakan, pukulan dan tembakan namun sayang tingkat CGI tidak terlalu rapi bahkan terkesan apa adanya, penindasan rakyat sipil atas tindakan penguasa Valentine sekedar bumbu cerita seolah-olah dunia memang kacau. Mengingat lokasi yang dipakai dari bekas industri sebagai bentuk dunia sangat kacau tapi penonton tidak mendapat feelnya seperti film distopia MadMax, The Book Of Eli yang terasa perbedaanya, bisa jadi hal ini budjet tak terlalu besar dari produksi. Meskipun lokasi eropa yang eksotik terkena semburan matahari tak membuat teknologi begitu susah didapatkan, cerita dibuat tanpa halangan yang berarti plot-plot berjalan mudah ditebak dengan background yang sudah ada. Kekuatan karakter seperti One Man Show, Samuel dan Olga seolah olah selingan mengisi kekosongan karakter, bahkan sekelas jendral valentine takbegitu keras bengisnya walaupun kita diperlihatkan adegan sadis dibeberapa scene. Monalisa bagian dari twist ending sebagai pamungkas akan terungkap sebenernya.
After Burn, dalam skala produksi sudah baik seperti sinematography, editing, visual location tapi ritmenya scoring tak bernyawa sama sekali, musik keras menandakan adegan seru, musik pelan adegan berbicara bahkan eksekusi yang harus menjad klimaks berakhir begitu saja. Tak ada momentum yang bikin penonton penasaran langsung dijatukan pada adegan bikin cepat-cepat keluar bioskop. Sebagai PopCorn Movie mengisi sela-sela waktu yang padat dalam bekerja After Burn dapat ditonton mulai tanggal 17 September 2025 di seluruh bioskop Indonesia.

.png)
Comments
Post a Comment