Skip to main content

Review : SMURF The Lost Village


SMURFS :  The Lost Village 
Directed : Kelly Asbury 
Starring : Demi Lovato, Julia Roberts, Michele Rodriguez,Jack McBrayer,
Dany Puddy, Joe Mangnalello ,  Rain Wilson 
Production : Sony Pictures, Kremer Entertaiment dan Columbia Pictures 
Runtime : 90 Minutes


Kemunculan pertama tahun 2011, dalam bentuk 3D Live action kemudian tahun 2013 masih dengan bentuk 3D Live action, melihat box office yang cukup besar US 400 Million Worldwide, maka pihak Sony Pictures selaku produksi filmnya,tahun ini dibuat berbeda, SMURFS tampil murni 3D makin berwarna dan makin lucu. Berdasarkan serial komiknya berasal dari Belgia ( Peyo )Smurf The Lost Village ini tidak ada hubungan dengan film sebelumnya tapi lebih kepada kehidupan para Smurf itu sendiri .



Alkisah dunia Smurfs begitu damai dengan segala macam karakter yang ada menjadikan mereka hidup bahagia dan  begitu meriah penuh ceria hingga suatu saat Smurfette ( Demi Lovatto )  merasa hanya dia yang berbeda seorang gadis cantik diantara para Smurfs laku-laki, Saat bermain bersama para Smurfs Ceroboh/Clumsy ( Jack McBrayer ), Smurfs Kutubuku/Brainy ( Dany Puddy ) Smurfs kekar/Helfty ( Joe Mangnalello ) dihutan justru tak sengaja bertemu mahluk lain, rasa penasaran inilah yang membuat Smurfette mencari keberadaan lain, ke empat para smurfs menuju ujung hutan terlarang ( Forbiden Forest)  dimana tak boleh melintas , tapi Smurfette tak peduli akan hal itu. Kejadian tersebut diketahui oleh Gargamel ( Rain Wilson )  mengejar mereka untuk dijadikan ramuan kekuatan tanpa batas . 


Sampailah mereka dimana ada Smurfs biru yang lain diketuai oleh Smurfswillow ( Julia Roberts ), desa mereka dinamakan The Lost Village karena tak pernah di jamah oleh siapapun. Smurfete menceritakan kalo Gargamel penyihir jahat akan mencari mereka semua, namun para smurfs ini tak mungkin penyihir jahat itu ada, karena mereka sama sekali tak pernah mendengar cerita tersebut. Smurfette berusaha menyakinkan namun tak yakin karena tujuan utama Smurfette diketahui oleh Smurfstorm ( Michele Rodriguez ) bahwa Smurfstte bukan Smurfs asli melainkan buatan Gargamel. Kecintaan Smurfette pada smurfs lainya tidak mungkin dia melakukan hal tersebut, tapi semuanya itu tak berhasil sehingga Gargamel bisa mengalahkan semua Smurfs dengan bola ajaibnya. Merasa bersalah akan asal usulnya Smurfette merencankan sesuatu yang pernah diduga oleh para semua smurfs . Apakah rencana Smurfette berhasil mengalahkan sihir jahat Gargamel ? 


Kelly Asbury menjelaskan Forbiden Forest & The Lost Village menjadi pengalaman yang unik bagi penonton penuh keajaiban, warna cerah, kehidupan yang mirip dalam komiknya sehingga penonton dapat memasuki lebih dalam kehidupan para Smurfs. Pengisi suara yang sebelumnya digantikan tapi masih dengan karakter yang sama, begitu juga ada penambahan binatang yang lain, semua ditambahkan dalam dunia Smurfs . Theme song "I am Lady" dibawakan oleh Meghan Trainor sangat apik menambah spirit smurfs makin terlihat nyata, pengisi suarapun banyak dari artis terkenal. Banyak perpaduan yang menjadikan film ini layak ditonton oleh keluarga . Melihat kisahnya itulah yang terjadi pada anak-anak saat ini bahwa persahabatan dan kejujuran itu menjadi kunci utama dimanapun anak-anak berada, dan satu hal lagi tak boleh membeda-bedakan antara wanita dan pria, kedudukan mereka sama dalam masyarakat. Anak-anak diajarkan sejak dini hal tersebut sehingga ketika mereka dewasa nanti mereka tak akan melanggar norma sosial yang berlaku di masyarakat luas. 

SMURFS The Lost Village tayang serentak tanggal 28 Maret 2017, di seluruh bioskop.
Overall : 7/10 








Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

REVIEW : NAKEE 2 ( Thailand Horor Movie )

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " bergenre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dalam skenario karakter Mi…