Skip to main content

Review : LOGAN

LOGAN
Directed  :James Magnold
Starring : Hugh Jackman , Patrick Stewart, Dafne Keen, Boyn Holbrook, Elisabeth Rodriguez 
Production : Marvel entertaiment
Runtime : 137 Minutes

Pengantar seri terakhir Wolverine dari jilid pertama hingga jilid ketiga dimana tak ada lagi mutan baru muncul pada tahun 2029 setelah tahun 2014 X Men The Days Futrure Past , dikarenkan semua mutant terpecah-pecah dan diceritakan Profesor X ( Patrick Stewart ) dalam keadaan sakit dalam perawatan di tangan Logan begitu juga dia sendiri,  Logan ( Hugh Jackman ) dalam kondisi yang sama hanya mampu bertahan tak beberapa lama. Sebagai driver Limo area perbatasan Mexico - Amerika Serikat , kehidupannya ditopang dari penghasilan sebagai driver panggilan , Logan ditemani Caliban ( Stephen Merchant ) yang mampu melacak keberadaan Mutant berada. Keberadaan Logan tak berlangsung lama ketika ada wanita Gabriela ( Elisabeth Rodriguez )  mendengar berita disalah satu kedai terjadi perkelahian hebat melibatkan pria dengan cakar , dia ingin minta bantuannya untuk ke Dakota Selatan membawa Laura ( Dafne Keen ) dimana para mutant masih hidup, Logan menyakinkan tak ada lagi semua mutant, namun setelah melihat video rekaman Gabriela bekerja sebagai perawat pada perusahaan Transigen ternyata banyak anak-anak dilahirkan atas teknologi dari para mutant yang sudah mati, gen mutant diambil untuk dikembangkan sebagai senjata paling ampuh dengan tujuan tertentu. Uniknya saat Logan mau ditangkap melihat aksi Laura hampir mirip dengan dia, seorang Wolvie muda penuh ambisi kebencian, sebuah refleksi dirinya, Logan diserang habisan oleh pasukan Trasigen , ketika Caliban tertangkap dia digunakan untuk melacak keberadaan Logan. tanpa bantuan Caliban, pasukan Trasigen tak mampu melacak hingga ke pelosok, Ketika Logan berusaha meyakinkan Laura bahwa Gabriela hanya membaca komik serial XMEN semuanya palsu tidak ada yang benar, tapi  atas desakan Laura ke Dakota Selatan , maka keputusan Logan akhirnya membawa Laura bertemu teman-temannya. Tak sampai disini mereka selamat, Pasukan Trasigen dibawah pimpinan Donald Pierce (Boyn Holbrook ) membawa Mutant yang sama persis dengan Logan sehingga pertarungan Logan vs X-24 makin senggit,sama-sama kuat, sama-sama bisa menyembuhkan diri sendiri.



Kami ingin sesuatu yang baru dan fresh berbeda dengan seri sebelumnya, sesuatu yang menyentuh dalam hubungan antara ayah dan anak karena tak sekedar kekuatan cakar superpower , kata Hugh Jackman dan memang sepanjang 137 minute penonton sangat mengerti jalan ceritanya tanpa harus mengulang seri berikutmya, Sineas James Magnold tetap mempertahakan storylinenya semua nampak jelas cerita begitu berbobot meninggalkan bangku urusan ke belakang rasanya sulit sekali. Tampilan Dafnee Keen mencuri perhatian fans XMEN  karena bisa menyamai karakter Hugh  Jackman sebagai wolverine. Memang secara VFX tak banyak ditampikan disini, benar-benar menguras emosi berbeda dengan film superhero Marvel sebelumnya.



LOGAN masuk dalam katagori rating R- tidak disarankan tanpa pendampingan orang tua bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar begitu juga yang masih menengah pertama, banyak kekerasan terlihat nyata (close up), Logann berbicara sebuah hubungan kedekatan ayah dan anak menjadi proritas dalam film ini tapi sebagai fans Wolverine, rating tersebut tak berlaku . Walau ini penampilan terakhir Hugh Jackman & Patrick Stewart namun tak menutup kemungkinan jika masuk dalam serial XMEN laennya sebagai penguat seri-seri sebelumnya. 

LOGAN tayang serentak tanggal  1 Maret 2017 di seluruh Indonesia 
Overall : 9.5/10


Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re