Skip to main content

Review : LIFE


LIFE
Directed : Daniel Espinosa
Starring : Jake Gyllehaal, Rebecaa Ferguson, Ryan Reynolds, Hroyuki Sanada, Arriyon Bakare
Production : Skydance Media Sony Pictures
Duration : 1h50m

Film tentang luar angkasa memang layak dinikmati dengan segala nalar pikir yang ada dibenak kita, semua bisa dipresentasikan secara visual pada layar lebar. Tak heran tema-tema tersebut selalu muncul tiap tahun baik bergenre sci-fic, anime, thriller, ataupun drama. Penghujung bulan Maret ini kita di suguhi sebuah film bergenre Sci-fic thriller tentang kehidupan di Planet Mars.



Berkisah ketika team ilmuwan Internasional luar angkasa menemukan bentuk kehidupan berasal dari Planet Mars, ketika Hugh (Arriyon Bakare ) melakukan eksperimen terhadap organisme sel selama berminggu-minggu mereka memakai semua formula untuk organisme sel tersebut bisa hidup. Dan perjuangan merekapun berhasil, sel tersebut dinamakan “Calvin “. Sebuah bentuk organisme kecil seperti tanpa daya, namun tanpa disadari oleh Hugh , Calvin mempunyai pemikiran tersendiri terhadap lingkungan atmospher ruang angkasa sehingga Hugh mengalami musibah , Roy (Ryan Reynolds) ingin menolongnya justru dia yang pertama kali dimangsa oleh Calvin. Melihat kejadian ini para team yang lain berusaha menutup semua jalur yang dapat dilalui Calvin. Penemuan mereka bukan sebuah keberhasilan tapi berujung malapetaka jika mahluk tersebut sampai ke Bumi.


Saat anda menonton film LIFE akan teringat film Alien pertama tahun 1979, nah film ini buat saya mirip dengan kisahnya Alien dimana semua para kru mengalami serangan alien disaat berusaha mematikan mahluk tersebut. Intensitas ketegangan dibangun secara perlahan-lahan sehingga penonton dengan santai mengikutinya tanpa ada  rasa kaget secara tiba-tiba. Sutradara Daniel Espionasa ( Child 44, Safe House  ) mengiring penonton untuk tidak terburu-buru menyimpulkan apa yang terjadi selanjutnya , trik psikologis ini memang manjur bagi peminat film, ditambah lagi scoring yang slow namun di ending nada mematikan dan membuat kaget penonton.

LIFE tidak hanya hiburan semata tapi sebuah kolaborasi yang manis dari para actor yang bermain sangat apik, tidak kalah ketegangan ala Gravity . PIlihan yang tepat bagi pecinta sci-fic thriller menonton LIFE tayang hari ini serentak diseluruh bioskop Indonesia.

Overall : 8.5/10





Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re