Skip to main content

Press Confrence : Iklan Anti Pembajakan Film



Aprofi luncurkan Iklan Anti Pembajakan Film tahun 2017 
Selasa 14 Maret 2017 di Lounge XX1 Kota Kasablanka 

Foto pribadi
Setelah marak kasus pengambilan gambar dalam bioskop dengan menggunaka kamera selular hanya demi popularitas semata membuat geram para pengiat industry perfilmaan Indonesia apalagi dengan santainya  para pelaku melakukan hal tersebut tanpa melihat masalah yang timbul kemudian hari. Dengan mengupload di media social seperti website,blog, instragram story, bigolive. APROFI ( Assoiasi Produser Film Indonesia ) bekerjasama dengan BEKRAF ( Badan Ekomoni Kreatif ) serta mengandeng pihak penyelanggara bioskop di seluruh Indonesia membentuk team Anti Pembajakan Film Dalam Bioskop. Hal tersebut di sambut baik oleh MPA- America ( Motion Picture Association ) karena inilah yang di tunggu – tunggu sebuah langkah yang baik sekali. Kita berharap kampanye ini berhasil mengetuk kesadaran penikmat film di Indonesia untuk tidak melakukan hal yang bodoh dalam bioskop , tutur VP Communication MPA Stephen Jenner

Pihak Bekraf & AProfi telah melakukan menutup 175 Website yang melanggar hak cipta dan telah dilakukan pemblokiran oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika pada tanggal 13 Januari 2017. Perubahan dari Original dvd rilis dipasaran menjadi dvd bajakan beralih karena pihak produsen juga sangat kewalahan melihat kasus ini. Beberapa kota telah mengivestigasi bahwa Kota-kota besar seperti Jakarta (32 mall ) , Surabaya ( 13 Mall ) begitu juga Bogor ( 3 mall ), Makasar ( 4 Mall ) dan Jogja ( 4 Mall ) yang masih menjual dvd bajakan, adanya streaming digital berharap penonton bisa mengakses dari smartfphone, computer dan laptop dimanapun berada . Mengurangi minat pecinta film membeli dvd bajakan dengan berdirinya Ifflix, Hooq,Netflix,VIU dan akan banyak situs nonton streaming bermunculan setidaknya menahan laju pembajakan. Untungnya penyedia provider ini memberikan acuan untuk tidak menyebarluaskan dalam bentuk apapun. Tumbuhnya distribusi ini menambah pemasukan bagi produsen film untuk membuat film yang baru lagi dan disukai oleh masyarakat luas.

Iklan ini menjadi laporan tahunan dari Aprofi , dan untuk pertama kali menggunakan tema dari film Filosofi Kopi dengan bintang Chicco Jericho, Tyo Pakusedowo dan Bebeto . Semoga kesadaran masyarakat luas tidak melakukan pembajakan di dalam bioskop ujar Angga Sasongko Ketua Bidang Advokasi Kebijakan Publik Aprofi 
( lihat link dibawah ini ) 




Sayang komunitas pecinta film yang tumbuh subur di Indonesia berbasis grup facebook, line,dan whatsapp tidak dilibatkan dalam kerjasama dengan Bekraf dan Aprofi hanya assosiasi besar berbadan hukum, padahal merekalah ujung tombak bagi kemajuan pemasukan uang bagi pengiat film di Indonesia, semoga mereka mau turun tangan merangkul semua komunitas ini menjadi team yang besar Anti Pembajakan Film di Indonesia.

Jika anda ingin melihat seperti iklan tersebut, silakan klik link dibawah ini, semoga iklan ini menjadi wawasan baru para pecinta film di Indonesia .



Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

REVIEW : PET SEMATARY 2019