Skip to main content

REVIEW : SUSI SUSANTI - LOVE ALL

SUSI SUSANTI - LOVE ALL
Sutradara : Sim F
Produksi : DAMN I Love Indonesia Movies, Oreima Films, Melon Indonesia, East West Sinergy
Durasi : 1 Jam 36 Menit
Saat yang tepat sebelum menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda tanggal 27 Oktober 2019, sebuah film biopik tentang anak muda keturunan menjadi legenda pada pertandingan bulutangkis di Olympiade Barcelona ’92 dimana Indonesia menurunkan beberapa pemain bulutangkis terhebat waktu itu, Susi Susanti tidak sekedar memperjuangkan emas tapi juga memperjuangkan haknya sebagai warga negara keturunan menjadi warga negara Indonesia, kisah yang sangat relevan dan insipiratif ini menjadi pelajaran bagi kita untuk tetap mencintai Indonesia dengan segala kekuatan yang ada, apalagi disaat berada diluar negri nama Indonesia diperjuangkan bukan lagi nama seseorang. Banyak nasehat positif bagaimana kita mengalahkan ketakutan menjadi kebranian dalam menghadapi masalah, bagaimana menyerahkan mimpi-mimpi besar dalam semangat yang kuat, dan ketika dalam keadaan bimbang jangan dikuasi oleh emosi kita. Sutradara Sim F (Sanubari Jakarta) mengemban tugas cukup berat membuat film ini bisa dinikmati semua kalangan karena tema yang diambil sangat sederhana dari kalimat yang sering diucapkan wasit sebelum bertanding "Love All". Film Susi Susanti - Love All merupakan kerjasama DAMN I Love Indonesian Movies, Oreima Films, East West Synergy dan Melon Indonesia.
Lahir dari keluarga keturunan penjual bakpao di Tasikmalaya, sejak kecil sangat mencintai olahraga bulutangkis idolanya tak lain Rudy Hartono, tapi ibunya diperankan oleh  Dayu Wijyanto ingin dia menjadi penari balet dibanding olahragawati justru kakaknya yang harus penjadi olahragawan. Disaat perayaan hari Kemerdekaan di kampungnya dia tak sengaja mengalahkan jago bulutangkis lantaran hinaan sebagai anak keturunan. Ayahnya diperankan oleh Izur Muchtar adalah orang yang selalu mensupport Susi  Inilah moment dia mendapatkan panggilan khusus mengikuti pelatihan di PB Jaya, kemudian masuk dalam Pelatnas PBSI disaat ini juga kondisi Bangsa Indonesia sedang mengalami transisi pemerintahan dan hubungan dengan Negara China berdampak pada mereka yang keturunan sehingga sangat sulit mendapatkan status warga negara, disini juga dia dilatih oleh pelatih Tong Sin Fu  (Chew Kin Wah) & Liang Chu Sia sempat ke China lantaran kasus tahun 65. Susi Susanti (Laura Basuki) seringkali membuat catatan kecil dalam setiap latihan tak sengaja melihat Alan Budikusuma berlatih (Dion Wiyoko), dari catatan itulah Susi sudah menaruh hati dengan Alan, film bergulir dengan cerita kemenangan demi kemenangan yang mereka raih, kehidupan pribadinya serta kisah cintanya hingga perjuangannya pada Olimpiade Barcelona ’92, sosok Susi pekerja keras dan keras kepala tidak mudah menyerah, Film Susi Susanti - Love All, memberikan makna baru bagaimana sikap pemain harus tetap menghargai, bukan menghina tetap sebagai sahabat bukan musuh. Mencintai semua pemain bukan sekedar olahraganya saja dalam hal ini bulutangkis.  Penampilan lagu soundtrack dinyanyikan oleh Rosa  "Karena Cinta Yang  Menemani" ciptaan Rian D'Masiv  sangat mengilhami kisah mereka berdua dalam kancah bulutangkis nasional dan international, bersirat bagaimana perjuangan Susi dan Alan membela nama Indonesia. 
Film Susi Susanti - Love All dapat disaksikan bersama keluarga,sahabat, teman dekat mulai tanggal 24 Oktober 2019 di seluruh bioskop Indonesia, kita akan belajar rasa semangat nasionalisme. Overall : 7/10


Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

PRESS RELEASE : First KOL ( Key Opinion Leader ) Gathering WeTV Indonesia