Skip to main content

REVIEW : LOVE FOR SALE 2


LOVE FOR SALE 2
Sutradara : Andibachtiar Yusuf
Produksi : Visinama Pictures
Durasi : 1 jam 32 Menit
Melanjutkan cerita pertama bagaimana sosok Arini ( Della Dartyan ) menjadi seorang wanita pendamping para pencari cinta dikala orangtua ingin sekali mempunyai pasangan bagi anak laki-lakinya, setelah usai tugasnya menjadi pendamping bagi Richard (Gading Marten) saat ini Arini Kusuma menjadi Arini Chaniago asal dari Padang Sumatera Barat, tugas barunya sama seperti kisah pertama sebagai pendamping pria, kali ini mendapatkan klien dari LOVE.Inc bernama Ican (Adipati Dolkien) dari keluarga yang sangat menjunjung tinggi budaya dan agama khsususnya budaya minang, bagi keluarganya sangatlah tinggi dalam urusan pernikahan apalagi sampai ada kata cerai tak mungkin semua terjadi tapi disini Arini mendapatkan keluarga yang baik dalam mendidik anak, disaat menantu tidak dihargai oleh ibunda Ical, Rosmaida  (Ratna Riantiarno) tetap menjalin hubungan, begitu juga adik bungsu Ical terkena masalah perceraian diperankan oleh Bastian Steel harus mengambil keputusan yang berat dan ibunda tetap mencintai anak-anaknya. Sebuah realita kehidupan dibalik dari sisi terlihat baik-baik saja namun penuh prahara, keberadaan Arini membawa angina segar dikala keluarga ini penuh konflik bahkan lama-lama Ical menaruh hati dengan Arini dan mau melakukan apa saja demi cintanya, ternyata Arini harus mengambil keputusan untuk melepaskan”tugas”nya atau tetap seperti saat ini, bagi Arini ini merupakan keputusan yang berat.



Problema pernikahan dalam masyarakat Indonesia masih dikaitkan dengan umur, keuangan, budaya, agama dan status social karena semuanya itu menyangkut harga diri dalam bermasyarakat, tak ingin ada masalah yang berarti kemudian hari. Wajar jika umur tertentu akan mengalami tekanan disaat keluarga besar kumpul atau acara lainnya, kehadiran pasangan selalu menjadi bahan pembicaraan, nah film LOVE FOR SALE 2 menceritakan sisi drama romantis apa yang terjadi saat ini dan sangat tepat jika anda mempunyai pasangan dan akan menikah, apakah dengan mudah mencari "pasangan cinta" itu dapat dijual demi memenuhi kebutuhan pria/wanita saat ini daripada selalu menjadi obrolan yang tidak menyenangkan saat keluarga kumpul bersama. 
LOVE FOR SALE 2 dikemas secara apik oleh Sutradara Andibactiar Yusuf dengan setting sederhana, dalam ceritapun serius tapi santai dalam eksekusi, setting wardobe dibuat sedetil mungkin mengingat masyarakat perkotaan menengah kebawah, dalam adegan rumah juga seputaran kisah sehari-hari dan  norma budaya sex before married pun tetap terlihat dari keluarga Ical, jadi sebenarnya film ini gambaran apa yang terjadi saat ini begitu melekat dalam masyarakat kita. 
LOVE FOR SALE 2 tayang mulai tanggal 31 Oktober 2019 di Bioskop kesayangan anda, nikmati cerita drama romantis yang sangat menghibur, Overall : 7.5/10


Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

PRESS RELEASE : First KOL ( Key Opinion Leader ) Gathering WeTV Indonesia