Skip to main content

REVIEW : CITY HUNTER : Shinjuku Private Eyes

CITY HUNTER : Shinjuku Private Eyes 
Production : Encore Films, 
Distribution : Moxienation 
Runtime : 1hour 35minutes

Sebuah serial dari komik tahun 1985-1991 karya Tsukasa Hojo begitu meledak hingga dibuat anime dalam beberapa seri, pembaca komikpun merasa adaptasi ke anime sangat sukses selalu diburu dalam setiap episodenya hingga dibuat layar lebar seperti di Hongkong- diperankan oleh Jacky Chan (City Hunter-1993) dan Perancis 2018 berjudul Nicky Larson namun sayangnya cerita perancis tak seperti aslinya sehingga kurang dalam segala aspek, Pihak Korea pun tak mau ketinggalan membuat serial tvnya diperankan oleh Lee MinHo dan mendapatkan rating 8/10 dalam serial adaptasi dari komik, nah Live Drama TV Jepang pun juga melakukan hal yang sama hal ini membuktikan kekuatan cerita City Hunter mampu membius para pecinta komiknya sehingga semua orang dapat menikmatinya tapi tunggu dulu kisah ini tidak cocok untuk anak-anak karena konten dewasa begitu melakat pada ceritanya. Ryo Saeba tidak sekedar seorang detektif tapi cowok genit dihadapan wanita cantik dan seksi, penampilannya selalu salah tingkah sehingga Kaori partnernya selalu menghantam dengan palu besar saat Ryo bertingkah mesum melihat wanita, sebagai seorang detektif Ryo ditugaskan mencari siapa dalang rencana pembunuhan model cantik Ai Shindo, ketika berita tewasnya ayahnya menjadi pembicaraan di Jepang, Ai membutuhkan jawaban yang sebenarnya maka biro agen swasta "City  Hunter " bergerak mencari informasi tersebut yang berujung pada perushaan teknologi mutakhir dibawah pimpinan Mikuni Shinji yang tak lain teman kecil Kaori. Hal ini membuat Kaori ragu apakah teman kecilnya ini memang biang keladi atau masih ada komplotan yang ingin Jepang dibawah kontrol mereka, semua ini menjadi rentetan cerita yang menarik dan kocak terkesan konyol dalam menghadapi musuh-musuhnya.

Sutradara Kenji Kodama terkenal sebagai sutradara anime Detektif Conan yang melegenda tak heran sentuhan begitu terasa pada City Hunter  sangat mahir dalam menyajikan cerita yang uptodate  semua berjalan pada masa teknologi canggih begitu menjadi perhatian seperti Drone, Robot serta senjata canggih lainnya. Tidak disini saja secara detil cirikhas dipertahankan apalagi muncul si pemilik kafe yang aduhai, bagi yang tidak mengikuti serial mungkin terasa hambar komedinya tidak tepat sasaran namun jangan salah andapun seperti saya yang tidak mengikuti masih mampu mengerti alur ceritanya minus setiap tokoh difilmnya yang kurang mengenal tapi bagi mereka pecinta anime/komik merasa adaptasi yang mampu memuaskan hasrat live action City Hunter dengan baik pastikan terpingkal-pingkal melihat tingkah laku Ryo.Untuk urusan durasi sangat pas tidak lebih alur cerita juga menarik terasa segar dalam sajian, namun jika diremake oleh negara lain harusnya mengikuti pakem yang sudah melekat pada sosok karakter-karakter yang ada terutama Ryo dan Kaori.
CITY HUNTER : Shinjuku Private Eyes telah hadir tanggal 2 Oktober 2019 tayang terbatas hanya dibeberapa bioskop seperti CGV, Cinemaxx, Flix Cinema, dan berharap ada sequel lebih kocak lebih bagus lagi, Overall : 8/10





Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena