Skip to main content

Review : Detective Conan: Zero's Executioner

Detective Conan : Zero Executioner
Director: Yuzuru Tachikawa
Screenplay: Takeharu Sakurai
Music: Katsuo Ono
Original creator: Gosho Aoyama
Production : TOHO , Nippon Television Network 
Runtime : 1h 55m


Merupakan film yang ke 22 dalam format layar lebar sejak tahun 1997, dan hanya beberapa seri saja yang ditayangkan di Indonesia sejak tahun 2016. Muncul di layar tv tahun 1996 karya Kenji Kodama dan Yasuciro Yamamoto, sudah memasuki musim ke 28 para pengemarpun masih banyak baik di Jepang ataupun dunia termasuk Indonesia. Kita mengenal lewat komik terbitan Gramedia Pustaka dan tak lama kemudian tayang di salah satu tv swasta. Tahun 2018 dalam film ke 22 bercerita tentang pengagalan konspirasi terbesar dalam sejarah kepolisian jepang yang menyangkut ayahnya sendiri. Dalam lampiran wikipedia : Sebuah fasilitas baru di Teluk Tokyo "Edge of Ocean" akan menjadi tuan rumah Tokyo Summit. Sebanyak 22.000 petugas polisi dipersiapkan untuk mengamankan pertemuan yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Mei, namun sebuah ledakan berskala besar terjadi. Terdapat bayangan Toru Amuro, dikenal dengan "Zero" yang tergabung dalam National Police Agency Security Bureau. Conan yang penasaran merasa curiga dengan perilaku misterius Amuro yang bergerak diam-diam dibalik insiden pengeboman yang terjadi sebelum hari puncak. Dari sidik jari yang tertinggal di tempat kejadian terbukti milik Kogoro Mouri yang sebelumnya terdaftar di Kepolisian Metropolitan! Conan yang mulai bertentangan dengan Amuro atas penangkapan Kogoro mendengar kasus aneh di mana Amuro pernah memaksa tersangka untuk bunuh diri di masa lalu. Dan ketika mencoba memutuskan tuduhan terhadap Kogoro, di dalam area metropolitan Tokyo, pada saat yang bersamaan, berbagai terorisme yang tidak dapat dimengerti terjadi. Sementara Conan dan Public Security mendekati konspirasi tersembunyi dalam insiden tersebut, pada hari puncak pertemuan tersebut, pesawat ruang angkasa tak berawak "Hakuchō" menyelesaikan misi di Mars dan kembali ke Bumi.

Bagi pengemar Detective Conan akan menyukai apapun alur ceritanya yang begitu berat untuk dicerna bagi penonton awam. Sebuah film anime komedi tayang mulai tanggal 1 Agustus 2018 hanya di CGV Cinema, CinemaxxTheater dan jangan lupa pas credit title mengisahkan ada kelanjutanya.


Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena