Skip to main content

Review : SKYSCRAPER

SKYSCRAPER
Directed : Rawson Marsha Thruber
Starrig : Dwayne Johnson, Neve Campbell, Chin Han,Rolland Moeller
Production : Legendary Pictures, Universal Pictures
Runtime : 102 Minutes

Melihat perkembangan perfilman Dwayne "The Rock" Johnson sebagai aktor berbadan kekar sejak rilisnya Fast & Furios V (2014) membuat namnaya makin melejit hingga saat ini, tahun 2018 ada 3 flm yang dia bintangi Jumanji,Rampage dan yang terbaru Skyscraper. Dwayne memerima penghargaan sebagai NAACP " Entertainer of ther Year 2016, Movie Person of the year 2016  juga sebagai orang yang sangat mempengaruhi oleh TIME Magazine 2016. Jadwal yang padat bagi Dwayne tidak menyulut untuk berhenti berakting sebaik mungkin, sosok seorang aktor yang terus belajar dari rekan kerjanya.Bagi sebagian orang mungkin semacan Dejavu melihat film ini karena premisnya tidak jauh beda dari kisah Bruce Willis Die Hard (1988) dengan lokasi sebuah gedung paling tertinggi di dunia secara tidak sengaja Teroris mengambil alih gedung tersebut. Dwayne memang lebih memilih film action yang memuat nilai-nilai keluarga menjadi daya tariknya, dia tidak ingin sekedar aksi belaka, kehadirannya bisa menjadi pemicu sebagai sosok ayah, partner atau team yang solid. The Rock sebutan akrabnya telah berhasil sebagai icon film aksi keluarga tanpa cela, dalam film Skyscraper dia bermain sebagai  mantan anggota tentara dan FBI mendapatkan tugas di Hongkong pada sebuah gedung tertinggi "The Pearl" dimana tingkat keamanan terjamin. Disaat keluarga berada pada ketinggian 98 terjadilah penyerangan teroris dibawah pimpinan Kores Botha (Rolland Moller) yang merasa dikianati atas perbuatan Zhao (Chin Han) sebagai pemilik serta arsitek gedung tersebut dimana disaat pembangunannya, kelompok Botha memeras Zhao untuk memberikan sejumlah uang jika tidak Botha akan memaksa para karyawan bagunan untuk tidak berkerja. Setelah perjanjian tersebut Zhao mememuhi permintaan Botha namun Zhao justru menarik kembali transfer"blackmail" Botha, inilah yang membuat Botha marah dia ingin menghancurkan Zhao beserta gedungnya.
SKYSCRAPER bukanlah disaster movie seperti Towering Inferno namun sangat solid dalam membangun cerita, Hal apa yang sangat berharga dalam hidup anda apakah itu keluarga atau prestasi pekerjaan anda. JIka kedua hal tersebut menjadi yang terutama maka film ini menawarkan penyelamatan keluarga sebagai benang merahnya. Tak ada yang mampu menyaingi seorang Dwayne karena dia The Rock, semua filmnya begitu relax untuk ditonton tak ada yang sangat serius dalam ceritanya, dia dengan mudahnya berayun seperti spiderman atau mudahnya melawan musuhnya sekali pukulan. Tanpa disadari sosok Dwayne memang berkarisma tanpa cela, walaupun badannya terluka bak seorang superhuman dia selalu cepat bangkit melawan musuhnya bahkan menyelesaikan masalah tepat waktu. Garapan sutradara Rawson Marsha Thruber ( Central Intelligence, We Are the Miller ) mampu menyuguhkan ketegangan dibalut komedi untuk menghilangkan rasa ketakutan itu sendiri.

Jika anda ingin merasakan ngilu disertai keringat dingin pada kaki anda film Skycraper menjadi pilihan anda menonton filmnya yang tayang mulai 11 Juli 2018 di seluruh bioskop Indonesia, pengemar The Rock jangan anda lewatkan apalagi menonton film ini di IMAX atau 4DX nikmati sensasi ketegangan diatas gedung 220 lantai ( Lebih tinggi dari Burj Kalifa ).
Overall : 7/10
 
 

Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

REVIEW : PET SEMATARY 2019