Skip to main content

Review : 22 MENIT

 22 MENIT
Sutradara : Eugene Panji
Pemain :Ario Bayu, Ade Firman hakim,Ence Bagu, Ardina rasti 
Produksi : Button Ijo
Durasi : 75 Menit


Salah satu kisah nyata aksi Polisi di angkat ke layar lebar, selama ini hanya sebatas acara tv. Tiap detil adegan dibuat sedemikian rupa sehingga unsur dramatisasi hanya mengugah emosi penonton, Jika anda ingat kejadian Bom Thamrin tahun 2016 lalu yang sempat menghebohkan masyarakat di Jakarta karena terjadinya di siang hari saat orang-orang bekerja dan lalu lintas begitu padat saat mendekati jam makan siang, sebuah ledakan 2 x bom terjadi : Pos Polisi Thamrin dan Kedai Kopi tak jauh dari lokasi tersebut.Kisah heroik Polisi menumpas teroris inilah yang menjadi benang merah dalam film berdurasi 75 menit dirangkum dalam judul 22 MENIT, dimana polisi berhasil menumpas pelaku peledakan bom teroris garis keras di Indonesia. Sebuah pertanyaan muncul disela-sela Press Conf beberapa hari lalu di Epicentrum – Jakarta, kenapa film ini mengambil judul 22 Menit , Eugene Panji selaku sutradara menceritakan bahwa pihak Polisi selama 22 menit mampu melumpuhkan para teroris peledakan Bom Thamrin tapi harus ada bukti kongkrit, nah selama 1 tahun lebih riset di Kepolisian RI mereka mencari bukti-bukti yang mengarah pada kejadian tersebut dan ini bukanlah sebuah dokumentasi dari peristiwa tersebut. Para actorpun diwajibkan ikut Boot Camp agar mereka bisa merasakan sebagai polisi sebenarnya bukan sekedar acting belaka, penggunaan CGI untuk banyak adegan aksi baku tembak antara polisi dan teroris dikerjakan dalam perbandingan nyata 1: 1 sesuai dari lokasi termasuk kedai kopi. 

Lexy Mere selaku produser menyatakan agar film 22 MENIT bisa menjadi pembelajaran bagi kita sebagai anak bangsa menjaga keamanan dan selalu waspada jika terjadi tindakan terorisme di lingkungan kita , dan kita mempunyai andil dalam menumpas tindakan tersebut melaporkan kepada pihak berwajib setempat 
 
Ardi ( Ario Bayu ) seorang polisi anti teroris dalam perjalanan menuju meeting namun tak disangka justru saat ditengah kejadian tersebut, dilain pihak Firman ( Ade Firman hakim ) Polisi Lalu Lintas sedang galau akan pernikahannya,ada sahabat yang janjian tuk bertemu kemudian salah satu OB sedang menuggu adiknya bekerja Anas ( Ence Bagus ), kejadian cepat yang  mematikan mengubah hidup mereka untuk selamanya. Jalan cerita dijadikan satu dalam beberapa presfektif orang lain jika anda pernah menonton film Vantage Point, inilah salah satu cara penyampain ke penonton untuk dapat mengikuti dari awal hingga akhir tanpa banyak yang membuat binggung. 

22 MENIT tayang mulai tanggal 20 Juli 2018 di seluruh bioskop Indonesia 
Overall : 7/10





Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

Review : THE WAY I LOVE YOU

THE WAY I LOVE YOU Sutradara : Rudy Aryanto Pemain : Syifa Hadju, Rizky Nazar, Tissa Biani, Baskara Mahendra, Surya Saputra, Adi Nugroho, dan Windy Wulandari Produksi : RAPI FILM Menjelang hari Valentine Day tanggal 14 February selalu muncul film romantic remaja apalagi saat mereka berumur 17 tahun ketika rasa ketertarikan lawan jenis, dengan target anak remaja film ini sangat tepat tidak sekedar menjual tampang ganteng dan cantik tapi ceritanya sangat mengena mereka yang masih SMA. Menurut Produser Mr.Gope Samtani (Rapi Film) “Awalnya saya ingin punya konsep anak muda banget (Teeangers) dan ini sangat membanggakan saya bertemu dengan Rudi karen track recordnya dalam film remaja cukup banyak, saya percaya penonton akan suka film THE WAY I LOVE YOU, di tengah gencarnya film Komedi dan Horor yang akan hadir nanti nanti , film ini menjadi pesaingnya dan saya rasa itu wajar sekali. Hal senada disampaikan oleh sang sutradara Rudy Aryanto “Membuat film baper remaja sederhana justru s