Skip to main content

Review : KOKI - KOKI CILIK

Koki-Koki Cilik
Sutradara : Ifa Isfansyah
Pemain : Morgan Oey, Chloe Xaviera, Farras Fatik, Chloe X, Agus Ringgo Rahman, Adi Kurdi
Produksi : MNC Pictures
Durasi : 91 Menit

Musim liburan sebentar lagi usai tapi film anak-anak masih tayang di Bioskop Indonesia salah satunya  film Koki-koki Cilik merupakan drama anak Indonesia yang akan dirilis pada 2018 dan disutradarai oleh Ifa Isfansyah. Pada tahun 2006, Ifa terpilih dalam Asian Film Academy (Pusan International Film Festival) Film pendeknya Harap Tenang, Ada Ujian! (2006) memperoleh penghargaan Film Fiksi Terbaik di Festival Film Pendek Konfiden 2006, Film Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia 2006, dan Film Pendek Favorit di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2006. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Ifa memulai debutnya sebagai sutradara film cerita panjang lewat Garuda di Dadaku (2009). Film ini adalah film anak pertama di Indonesia yang bertema memasak. Dibintangi oleh sejumlah artis cilik seperti Farras Fatik, Chloe Xaviera (keponakan Agnez Mo), Alifa Lubis, dan finalis Junior MasterChef Indonesia Musim 1, Patrick. Film ini diharapkan menginspirasi anak-anak yang ingin menjadi chef cilik. Film yang menginspirasi anak-anak sejak dini menjadi tolak ukur keadaan anak jaman now dengan begitu cepatnya transformasi dalam budaya, karakter bahkan cita-cita yang mereka harapkan . Jika tidak ditanamkan hal yang positif seperti persahabatan dan kerja keras, suatu saat beranjak dewasa bukan menjadi anak yang mandiri justru malah bergantung pada orang lain. Perfilmaan kita masih bermuara pada genre Horor dan Drama Percintaan, tidak jauh dari cerita yang tidak masuk akal dan hanya menjual spesial efek ketakutan atau menjual mimpi cinta sempurna tanpa ada masalah yang berat dan selalu happy ending.  Jarang ditemukan film keluarga dan anak-anak.


Berkisah tentang Bima (Farras Fatik), seorang anak dari keluarga tidak mampu, yang berhasil ikut dalam acara Cooking Camp, sebuah acara kemping memasak yang sangat bergengsi dan mahal. Dengan segala kekurangannya, Bima harus menghadapi tantangan memasak dari Chef Grant (Ringgo Agus Rahman) dan bersaing dengan Audrey (Chloe X), sang juara masak tiga kali berturut-turut di Cooking Camp serta Oliver (Patrick Milligan), anak pemilik restoran ternama yang mendapat dukungan penuh dari kedua sahabatnya, Ben (Cole Gribble) dan Jody (Clay Gribble). Beruntung, Bima memiliki teman-teman yang memberinya semangat, seperti Niki (Clarice Cutie), Melly (Alifa Lubis), Key (Romaria Simbolon), Kevin (Marcello), dan Alva (Ali Fikry). Di tengah perjuangannya, Bima bertemu dengan Rama (Morgan Oey), mantan chef terkenal yang mengasingkan diri. Meski awalnya merasa terganggu dengan kehadiran Bima, Rama lambat laun menjadi baik dan bersedia mengajarkan Bima memasak. Dari awal kita sudah bisa menebak arah film ini berakhir namun sentuhan antara Ayah dan Anak ditonjolkan saat Bima mengalami masalah dan hanya Rama yang bisa memberikan semanggat. Konflik yang terjadipun tak membuat film ini begitu penuh drama,Semua ada jawabannya hanya menunggu waktu saja. Yang membuat menarik film ini pengarahan Ifa melalui karakter-karakter yang ada ditambah editing yang rapi menghasilkan cerita yang sangat pas sesuai sasaran. Koki-Koki Cilik tayang mulai tanggal 5 Juli 2018 di seluruh bioskop Indonesia, nikmati bersama keluarga tercinta menonton film ini.

Overall : 7/10

 
 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re