Skip to main content

Review : Mission: Impossible – Fallout

Mission Impossible - Fallout 
Directed : Christopher Mc Quarrie
Starring : Tom Cruise, Ving Rhames, Simon Pegg, Henry Carvil, Sean Harris, Rebecca Ferguson and Alec Baldwin
Production: Bad Robot Pictures, Skydance Pictures & Alibaba Pictures
Runtime : 147 Minutes

Misi dengan team kecil yang mampu menyelesaikan masalah besar sekalipun kalo bukan Mission Impossible selalu sukses dimenit-menit terakhir apalagi ketegangan andrenalin kita diobrak abrik sampai kita merasa kesal sendiri dengan cara mereka menuntaskan masalah tersebut. Aksi jitu Ethan Hawk (Tom Cruise) tetap mengundang penonton melihat aksinya satu yang tak pernah berubah jika bertemu wanita cantik rasanya berat melawan. Dari sutradara film sebelumnya MI- Rouge Nation, Christopher Mc Quarrie memberikan sajian yang pas dalam segala detil cerita, menurut saya film ini sebuah penghormatan untuk film sebelumnya karena banyak adegan yang membuat kita bernostalgia bisa jadi ini terakhir namun tidak menutup kemungkinan akan berlanjut lagi. Seperti sequel Rogue Nation jeda 3 tahun berlalu pemburuan musuh tak berhenti dalam linimasa saat ini, Solomon Lane (Sean Harris) harus dibunuh jika tidak bom plutonium akan meledak pada ketiga negara besar para penganut agama di dunia. Tidak ada perdamaian tanpa Apostle dan Syndicate merekalah yang memimpin tatanan dunia baru. Team IMF berusaha mengagalkan penjualan plutonium namun ada pihak dari CIA yang membelot berusaha menyalahkan IMF dibawah Ethan Hawk. Walker (Henry Carvill) diperkerjakan bersama team IMF mengumpulkan dan melumpuhkan bom plutonium namun di tengah-tengah ada seseorang yang ingin juga mendapatkan bom tersebut dia menghalangi Ethan, munculnya ex agen MI6-Ilsa Faust (Rebecca Ferguson) hal ini menjadi halangan tersendiri bagi Ethan, belum lagi dibalik misinya Walker ada sesuatu yang tersembunyi. lMF tak terkalahkan sebagai kerja team yang solid mampu menyelesaikan semua tantangan yang dihadapi.

Intesitas aksi selama film berlangsung sang sutradara McQuarrie dijaga sejak awal film dimulai, sepertinya dia tahu memanjakan penonton dengan adegan-adegan cepat, ledakan serta kejar-kejaran menjadi daya tarik film ini. Apa yang tak mungkin bagi penonton justru mungkin bagi Ethan. Cerita yang solid, sinematography dinamic sequence memberikan visual yang fantastis. Tom Cruise sebagai Ethan Hawk tak sekedar berwajah ganteng bagaimana ditunjukan karisma sebagai aktor yang serba bisa bahkan hubungan dengan Istrinya dibuat seolah-olah tak terjadi apa-apa, pengorbanannya demi sang kekasih dia relakan menikah dengan pria lain, buat dia kekasihnya bahagia dan aman itu tujuan utama tak sebanding menyelamatkan dunia. Sosok pria bertanggung jawab.Setelah beberapa film, McQuarrie sangat yakin dengan karisma Tom Cruise, seseorang actor yang mudah dan belajar menjadi yang terbaik dalam setiap filmnya walaupun sempat dicibir dalam film MUMMY karena reboot yang tak perlu.Mc Quarrie menegaskan Fallout menjadi titik terbaik perbaikan yang dia berikan pada Roque Nation dimana semua aspek berkolaborasi menjadi satu, sedikit humor dengan mempertahankan franchise blockbuster tidaklah mudah tuturnya, kerja keras terbayar jika film ini masuk BoxOffice mendatang secara worldwide. Ving Rhames, Simon Pegg dan semua actor lainya termasuk Henry Carvil bermain secara sempurna. Justru Tom Cruise tidak pernah merasa tua padahal umurnya sudah menginjak 56 tahun, kekuatan lari dan stamina menjadikan penonton geleng-geleng kepala melihat aksinya. Penonton akan melihat Fallout merupakan nostalgia film MI lainnya karena scene adengan tergambar dengan jelas, Akankan misinya berlanjut sampai sepuluh seri kedepan, kita menunggu saja aksi berikutnya Tom Cruise.

Mission Impossible – Fallout tayang mulai tanggal 25 Juli 2018 diseluruh bioskop Indonesia, jangan lupa menyaksikan di IMAX, 4DX, ScreenX anda akan merasakan aksi spetakuler yang luar biasa.

Overall : 8.5/10

 






Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : 22 MENIT

 22 MENIT
Sutradara : Eugene Panji Pemain :Ario Bayu, Ade Firman hakim,Ence Bagu, Ardina rasti  Produksi : Button Ijo Durasi : 75 Menit