Skip to main content

Review Maze Runner : Scorch Trials


Persembahan dari 20thCentury Fox & TSG Entertaiment mengadaptasi novel Maze Runner karya James Dashner  tahun 2009 telah menjadi Best Seller kemudian tahun 2014 dibuat film perdana dengan judul yang sama , telah mencetak box office US$ 102,413,606 (USA) (23 January 2015) di sutradarai oleh Wes Ball , kemudian tahun 2015 jilid ke2 dari novel itupun di rilis Maze Runner : Scorch Trials , dibintangi oleh aktor-aktris yang sama juga 

Setelah para Runner keluar dari Glade,Thomas ( Dylan O'Brien ) beserta teman-temanya dan para prajurit tak sangka mereka di kejar oleh Crank (semacam zombie) sebelum masuk bunker, Kepala pimpinan bunker Janson ( Aidan Gillen ) mengatakan lebih aman disini karena diluar sana dunia sudah terjangkit virus yang mematikan . Thomas tidak percaya begitu saja melihat hal ini,setelah diyakinkan oleh Janson mereka berada di sebuah hall penuh dengan anak-anak muda berasal dari Maze ( Labirin ) yang selamat . Salah satu peserta  Aris (Jacob Lofland ) sudah lebih lama tinggal di bunker. Melihat Theresa ( Kaya Scodelario ) dibawa ke suatu tempat Thomas merasa ada yang ganjil, Aris berusaha mengetahui hal tersebut, dengan segala kebranian mereka menyusup ruangan dimana teman-teman mereka dibuat tidak sadar seluruh tubuh disatukan dengan alat tertentu. Disinilah Thomas mengajak yang lain untuk kabur dari bunker.  Bersama Minho (Ki Hong Lee) mereka ber enam keluar dari kejaran para penjaga bunker , tibalah saatnya mereka masuk ke gedung tak bertuan, gelap dan mencekam . Keberanian mereka di uji ketika mencoba menyalahkan listrik justru para crank mengincar satu-persatu sehingga para Gladder kocar-kacir melarikan diri. salah satu temen mereka terkena cakaran crank, ini yang membuat mereka sempat gentar tidak alat yang  memadai hanya mengandalkan tenaga fisik serta peralatan seadanya mengalahkan para crank , sehingga mereka bisa keluar dari tanah tak bertuan .



Singkat cerita Thomas bertemu Brenda ( Rosa Salazar ) , pemimpin mereka Jorge ( Giancarlo Esposito ) sudah lama mengetahui kalo ada anak-anak muda berhasil keluar dari Maze, Thomas menanyakan dimana bisa bertemu Right Arm sebuah pasukan yang berhasil menyelamatkan anak-anak dari incaran Janson.  Namun tak lama berselang keberadaan mereka diketahui oleh WCKD (World Catastrophe Killzone Department) . tak elak pertarungan pun terjadi, Jorge sudah menyiapkan semuanya ketika hal ini terjadi
Apakah Thomas berhasil bertemu dengan Right Arm lokasi di sebuah pengunungan ?
Mengapa mereka selalu diketahui oleh WCKD siapa yang menjadi pengkhianat ?  
Dari awal film ini dibangun tense yang cukup membuat penonton merasakan ketegangan, saya teringat film seperti I am Legend, Mad Max, World War Z dimana semua dijadikan satu berkecamuk rasa tegang,seru, menahan nafas benar-benar bikin penonton selalu penasaran di setiap adegan demi adegan, jika anda melihat actinya tentu tak ada perubahan tapi melihat jalan ceritanya maka anda akan merasakan ketegangan, keseruan, atau ketakutan disajikan dalam hasil Cinematography oleh Gyula Pados ( Maze Runner ), bahkan scoring di tangan John Paesano memberikan hal yang serupa , begitu juga editing di tangan Dan Zimmerman, ketiga orang ini berkolaborasi menterjemahkan apa yang dimau oleh sutradara terpenuhi. Racikan dari sutradara Wes Ball berhasil membuat sequel novel Maze Runner berhasil dimata penonton awam seperti saya tapi apakah keberhasilan sutradara mampu dimata pembaca novelnya sesuaikan ? atau berbeda sama sekali  , Saksikan Maze Runner : Scroch Trials tayang serentak mulai tanggal 11 September 2015 diseluruh bioskop Indonesia sebuah perjalanan yang masing panjang ...

Overall : 8/10 
 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : NAKEE 2 ( Thailand Horor Movie )

PRESS RELEASE : First KOL ( Key Opinion Leader ) Gathering WeTV Indonesia

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " bergenre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dalam skenario karakter Mi…