Skip to main content

Review Monster Hunt


Monster Hunt : Action Comedy yang akan membuat anda terbahak-bahak.

Monster Hunt merupakan film dengan genre fantasy adventure dibalut  action comedy dari negeri tirai bambu (China). Film ini di sutradarai oleh sutradara kenamaan China, yaitu Raman Hui, yang sebelumnya sukses menggarap film animasi Shrek, Kungfu Panda, Poss in Boots, sebagai animation director.  Film ini di perankan oleh aktor dan aktris China yg sudah tersohor namanya, diantaranya : Bai Baihe, Jing Boran, Jiang Wu, Elaine Jin, Wallace Chung, Eric Tsang, dll.
Di negeri asalnya (China) film ini tayang 16 July 2015, dan menjadi Nomer 1 Box Office di negara tersebut, waktu itu mengalahkan film Hollywood Fast and Furious 7, sungguh prestasi yang sangat luar biasa! Dan film ini di nobatkan sebagai film terlaris sepanjang masa di China.
 

Monster Hunt sendiri menceritakan tentang sekumpulan monster yang menjelma menyerupai manusia dan beralih tinggal di bumi karena di dunianya mereka merasa tidak aman selalu diburu oleh para monster jahat. Cerita di awali dengan pertarungan antara Monster Jahat versus Ratu monster sedang mengandung bayinya, dibantu oleh para pengikutnya yang setia ingin menyelamatkan ratu mereka. Monster jahat tersebut sangat menginginkan bayi tersebut karena diramalkan sang bayi adalah calon Raja Monster di dunia mereka nantinya. Karena merasa tidak aman, para monster baik ini pun berpindah ke bumi, berbaur dengan manusia,  mereka menjelma sebagai manusia supaya para manusia di bumi juga tidak merasa ketakutan. 
 
 
Adalah Tianyin (Jing Boran) selaku Kepala Desa tempat para monster itu tinggal, tidak ada  mencurigakan atau hal-hal aneh hingga suatu ketika ada pemburu monster ( Monster Hunt )  bernama Xiao Lan (Baihe Bei) yg mengetahui keberadaan monster-monster tersebut. Karena mereka menganggap bahwa semua monster itu jahat, padahal ada juga monster baik.  Pertempuran pun terjadi antara pemburu monster (manusia) dengan para monster , mereka pun mulai menampakkan wujud aslinya sebagai monster. Sang kepala desa yang tidak tahu apa-apa hanya memperhatikan ketika para pemburu monster berkelahi dengan para monster tersebut. Hingga sang ratu monster menghampirinya dan meminta tolong supaya Tian Yin menyelamatkan bayinya, Tian Yin hanya terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa, secara reflex sang Ratu Monster mengeluarkan telur calon jabang bayinya dan memasukkan telur tersebut melalui mulut Tian Yin. Dan keadaan pun berbalik, kali ini perut Tian Yin keliatan membesar seperti orang yg sedang hamil. 
 

Akankah bayi monster tersebut bisa lahir dari perut Tian Yin?! :-) 

Secara keseluruhan film dengan durasi 118 menit atau setara hampir dua jam ini sangat menghibur dan sangat tidak membosankan. Action khas dari negeri tirai bambu (China) sangat memanjakan mata, serupa dgn martial art. Ditambah adegan konyol para pemainnya membuat kita bisa tertawa terbahak-bahak dan sangat rileks menonton film ini. 
Monster Hunt disutradarai oleh Raman Hui, yang sebelumnya mengarahkan film-film  Hollywood, seperti Shrek the Third di tahun 2007 dan Kung Fu Panda: Secrets of the Furious Five (2008). Film ini merupakan film berbahasa Mandarin dan live action pertama yang pernah dibuat Hui. Dibintangi sejumlah nama, seperti Eric Tsang, Sandra Ng, Jing Boran, Bai Baihe, film ini menampilkan kombinasi CGI dan live cast yang hidup serta cerita yang berbeda dari film-film mandarin kebanyakan.  Ingin mengetahui bagaimana kelanjutan dari film ini?! Saksikan MONSTER HUNT yang akan tayang di bioskop jaringan CGVBlitz dan Cinemaxx mulai tanggal 23 September 2015. (aa)

Selamat Menonton para pecinta film 😎😎

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re