Skip to main content

Review BIDADARI TERAKHIR


Bidadari Terakhir
Produksi : Ganesa Perkasa Film & Imagine Film
Pemain : Julian Jacobs, Maxime Bouttie, Wulandary Herman ( Putri Indonesia 2013), Ikang Fauzi, Stella Cornelia 

Berdasarkan kisah nyata sepasang anak manusia di Balikpapan dituangkan ke sebuah novel karya Agnes Donovar Bidadari Terakhir , sekarang diangkat ke layar lebar oleh sutradara Awi Suryadi ( Street Society,Viva JKT48).  Memang tidak mudah sebuah film berdasarkan kisah nyata diangkat ke layar lebar, banyak sekali yang harus di explore baik secara karakter maupun dari cerita itu sendiri. Butuh waktu yang tidak sedikit - apalagi yang diangkat adalah isu soal sex & hiv dikalangan remaja, sebuah langkah yang berani.  Saya teringat film Cinta dari Wamena ( kalo ngak salah tahun lalu tayang di bioskop ) itupun berdasarkan kisah nyata anak-anak muda wamena meraih mimpi demi masa depan dengan segudang masalah sex bebas disana , namun hasil yang dicapai apakah sesuai harapan produser/sutradara ? .



Berawal dari Hendra ( Julian Jacobs ) teman bangku sekolah Rasya - saya pikir ini nama cewek ternyata malah nama cowok diperankan oleh Maxime Bouttier , ingin merayakan ulang tahun di sebuah tempat prostitusi Paradiso, Rasya anak abg lugu, berbeda dengan Hendra yang sudah mengenal dunia Prostitusi. Saat Rasya duduk sendiri , tak lama kemudian datang seorang wanita pekerja seks komersial , Eva ( Wulandary Herman ) perkenalan Eva dengan Rasya sebatas ngobrol biasa namun sejak itu Rasya mencoba menjalin hubungan lebih serius dengan catatan setiap kali menemani Rasya harus mengeluarkan sejumlah uang. Sejak saat itu Rasya merasa berubah hidupnya , Maria  ( Stella Cornelia ) teman sekolah Rasya diam diam mencintainya, tapi melihat hubungan Rasya dengan Eva membuat Maria bercoba menyimpan rasa cinta itu. Suatu saat Rasya tahu kalau Eva seringkali bolak balik ke Rumah Sakit melihat kondisi ibunya yang sakit kelenjar empedu, rasa iba membuat Rasya harus menolong apapun caranya namun pertolongan itu membuat Eva curiga dan tidak butuh belas kasihan orang laen. Disitulah waktu yang tepat bagi Rasya menyatakan cintanya. Makin hari mereka layaknya sepasang kekasih sampai suatu saat hubungan mereka diketahui oleh ayah Rasya , diperankan oleh Ikang Fauzi, bahkan Hendra mendengar gosip hubungan mereka disekolah menjadi bahan pembicaraan tapi Rasya menganggap semua itu masa bodo tetap menjalin hubungan dengan Eva.

Rasya bukan hanya mencintai Eva tapi berusaha eva mempunyai pekerjaan yang layak bukan sebagai PSK lagi, saat Rasya mencarikan pekerjaan buat Eva , justru ketidakhadiran eva membuat Rasya marah , karena Eva masih melayani para pelanggan di Paradiso . Hubungan mereka menjadi renggang tak lama kemudian Eva mengalami sakit kanker rahim stadium 4, akankah Rasya tetap mencintai Eva apapun yang terjadi ? temukan jawabanya di film ini ...
 



Selama proses shooting berlangsung, para warga Balikpapan banyak sekali yang berbondong-bondong datang ke lokasi untuk dapat melihat proses shooting, jadi tidak heran jika Film ini sudah diketahui oleh masyarakat Balikpapan.
 
Film Bidadari Terakhir ini akan rilis di bioskop 10 September 2015, film ini diharapkan mampu memberi warna baru di perfilman Indonesia dan semoga film ini mampu menginspirasi jutaan remaja di Indonesia, dan semua mahasiswa yang mensuport hashtag #Eva4Movie di social media bisa menikmati film ini dan mereka puas kampanye mereka akhirnya menjadi kenyataan, ujar Chetan selaku produser 

 

Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

PRESS RELEASE : First KOL ( Key Opinion Leader ) Gathering WeTV Indonesia