Skip to main content

REVIEW : NIKAH YUK !

NIKAH YUK!
Sutradara : Adhe Dharmasatriya
Produksi : Lens Cinema
Durasi : 1jam 35 Menit
Tema film cinta memang mudah diterima oleh masyarakat khususnya para abg, sampai kapanpun cerita cinta bagian dari kehidupan mereka suatu saat akan dialami juga, saat beranjak dewasa yang dicari adalah pernikahan yang bahagia. Hubungan lawan jenis harus benar-benar matang sebelum ke jenjang pernikahan, orangtua selalu ikut andil jika kalian anak pertama atau terakhir selalu menjadi perbincangan saat acara keluarga besar, hal yang tak menyebalkan tak dapat dihindari tapi ketika kita ada pasangan setidaknya sudah aman hanya menunggu waktu menikah saja. Nah, bagaimana dengan kesuksesan pekerjaan kita apakah menjadi pertimbangan lanjut ke pernikahan atau tetap berkarir demi cita-cita. Film NIKAH YUK! Menyoroti 2 hal antara pekerjaan dan cita-cita.


Ketika Arya (Marcell Darwin) seorang photographer terkenal membuat sebuah pameran hasil karyanya, sebagai anak tunggal dari keluarga kaya raya, bahwa keberhasilan pekerjaan tak lepas dari pengaruh orangtuannya, seringkali orangtua Arya risau lantaran saat ada acara pesta pernikahan ditanya kapan nikah, dia sendiri sudah mempunyai pasangan seorang model cantik bagi arya cintanya akan langgeng jika pasangannya mau diajak menikah. Saat pameran photo tak sengaja bertemu Lia (Yuki Kato) komikus yang bercita-cita ke Jepang dan bertemu langsung sang idola, pertemuan tersebut berlanjut tak sengaja saat ada pemotretan foto wedding salah satu klien, disinilah Lia bercerita asal sekolahnya hal itu membuat Arya cukup kaget karena tidak mengenal Lia sama sekali saat duduk sekolah dasar, keberadaan Lia membuat Arya begitu semangat berbeda sama sekali. Inilah yang membuat orangtua Arya mempercepat pernikahan mereka disaat ibunya dalam keadaan sakit keras dan ingin sekali Arya menikah sebelum kematiannya. Singkat cerita mereka menikah tapi pernikahan ini bagi Lia ada syaratnya semua cita-citanya harus tercapai. Saat berada di Jepang, mantan kekasih Arya memberikan sebuah kabar siapakah sebenarnya Lia dan apa yang terjadi selama ini ?, apakah sebuah rencana orangtua Arya atau memang mantan kekasih Arya yang tak ingin mereka bahagia.
NIKAH YUK ! merupakan produksi film pertama dari Lens Cinema, tak ada yang special dari alur cerita dan eksekusinya walaupun lokasi shooting di Jepang dan Indonesia, film ini bak FTV tanpa konflik yang berat, memang mengarap sebuah film drama love story tidak mudah karena daya khayal penonton harus terpenuhi apalagi cerita ini relate dengan kondisi saat ini. Sebenarnya apa yang diharapkan oleh Adhe Dharmastrya dan Andri Cahyadi, Film NIKAH YUK! Menjadi jawaban bagi mereka yang ingin menikah, dikemas dalam drama komedi ringan sehingga bisa dinikmati oleh semua orang, walaupun ada plot hole dari adegan ke adegan yang sangat bisa menganggu penonton adalah alur cerita dan editingnya, sayang sekali dikerjakan terburu-buru atau harus memotong durasi panjang yang diharapkan penonton mengerti dengan bahasa gambar yang ada. Chemistry Yuki Kato dengan Marcel Darwin tak ada yang istimewa, penampilan Jessica Veranda hanya tempelan sekedarnya tak di expose sebagai teman, diberikan beberapa kali acting harusnya mampu menganti peran teman Yuki Kato yang sangat mengerti, NIKAH YUK terselamatkan lantaran fans berat Yuki Kato jangan lupa menonton film ini juga dengan twist yang cukup memberikan tanda tanya besar.
NIKAH YUK! Tayang mulai tanggal 6 Februari 2020 di Bioskop Kesayangan anda bisa menjadi alternative menoton film Indonesia cukup baik, mudah dilupakan setelah keluar dari Bioskop.
Overall : 6/10  

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re