Skip to main content

REVIEW : TOKO BARANG MANTAN

TOKO BARANG MANTAN
Sutradara : Viva Westi
Produksi : MNC Pictures
Durasi : 1 Jam 36 Menit
Bagian dari Mantan Universe sebuah film yang mengulik dunia permantanan yang terjadi dalam masyarakat kita diangkat dalam layar lebar, cerita drama komedi ini lanjutan dari film Teman Kondangan beberapa waktu lalu, di kemas secara ringan seputar toko menjual barang-barang mantan yang ingin move on. Well, sungguh cerita yang menarik ya, biasa kita membuang atau membakar barang-barang mantan daripada kenangan itu teringat terus menerus. Walaupun tak ada yang salah jika kita menyimpanya namun suatu saat bisa menjadi pemicu pertengkaran disaat sudah berrumah tangga. Tristan (Reza Rahadian) pria gondrong mendirikan sebuah toko di Jakarta, bersama kedua rekannya Amel (Dhea Panendra), Rio (Iedil Putra) menerima semua barang yang bersejarah bagi kedua pasangan ntah itu yang lucu, sedih, gembira atau terlalu personalpun akan dijual. Awal berjalan dengan baik banyak pembeli yang dating hanya sekedar liat-liat hingga membeli, namun belakangan ini pembeli sudah jarang sehingga keuangan mereka mulai menipis, Laras (Marsha Timothy) gadis yang dia cintai sejak kuliah ingin sekali kembali padanya, tapi Tristan ini termasuk tipe cowok yang susah mengutarakan isi hatinya kepada Laras, hal yang berbeda dengan Laras, tipe wanita yang menyukai pujian terhadapnya apalagi berbicara cinta. Cekcok justru seringkali menjadi pemicu mereka berdua, Laras yang sudah move on ingin menikah dengan orang lain tapi Tristan merasa dikhianati lagi berimbas pada kedua rekan kerja mereka melihat perubahan drastis Tristan. Bagi Tristan tindakan dan kerja keras wujud nyata cintanya terhadap wanita, lebih lagi dia begitu tidak percaya kata-kata cinta setiap hari toh ujung ketika pasangan putus langsung berubah pikiran.
Cerita seputar kisah di toko tersebut bisa menjadi alur cerita yang menarik atau justru berkutat di area ini saja, problema dua pasangan ini seolah-olah mewakili semua pasangan padahal belum tentu juga, alur kedua lewat rekan kerja mereka tapi menjadi tempelan pada inti cerita. Munculnya beberapa cameo untuk meredakan keseriusan penonton joke-joke mampu bikin orang tertawa sejenak. Nah, bagi yang punya pengalaman seperti ini, selama film berlangsung anda dibawa pada memory kisah cinta lalu bisa membuyarkan konsentrasi, problema mereka dikemas begitu rumit sepertinya tak ada jalan keluar.  Cinta itu butuh kepastian. Banyak yang beranggapan kenapa actor Indonesia tidak ada lagi selain Reza Rahardian tapi jika kita melihat lebih jauh memang harus diakui aktingnya berbeda dan berani berubah seperti film Imperfect 2019 dia telah berhasil menjadi Reza bukan seperti perkiraan kita selama ini, dalam film Toko Barang Mantan, Reza mampu membuktikan dengan penampilan cuek, urakan, gondrong, temperamental, ambisius. Bagi saya berhasil kembali memukau penonton, dia tidak main-main berperan bahkan chemistry Bersama Marsha Timothy sangat bagus sekali, tidak mudah bagi saya beradu acting dengan sosok Reza Rahardian, memang beberapa kali dipanggung teater kami berdua bermain tapi dilayar lebar ya beda, kami terus menerus berusaha semaksimal mungkin dan hasil kalian bisa liat sendiri kan, uajr Marsha Timothy. Skenario dikerjakan oleh Titien Watinema yang sudah mendulang 2 Piala Citra. Urusan Sinematography dan wardrobe sudah tidak diragukan lagi, penempatan property layak sebuah toko terlihat jelas,ini adalah misi bagi Viva Westi sang sutradara, “ Film bukan sekedar film tentang Toko tapi bercerita tentang arti cinta tulus dari pasangan yang sangat berbeda, ya tema ini memang baru pertama kali ada di Indonesia, rasanya penonton akan menyukainya “ disela-sela media screening beberapa waktu lalu di Epicentrum “. Oh ya film ini banyak sekali loh muncul para cameo sayang kalo dilewatkan begitu saja.
TOKO BARANG MANTAN tayang mulai tanggal 20 Februari 2020 hanya di Bioskop kesayangan anda, jadikan film ini menjadi bagian kisah cinta kalian, Overall : 7/10. ( BK )



Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena