Skip to main content

REVIEW : SONIC THE HEDGEHOG

SONIC THE HEDGEHOG
Directed : Jeff Flower
Production : Sega Sammy Pictures, Original Film, Paramount Pictures
Runtime : 99 Minutes
Setelah mendapatkan kritikan tajam atas hasil CGI saat rilis trailernya pertama kali tahun 2019 tepatnya di bulan November, para netizen dan pengemar gamenya langsung membuat pernyataan ke pihak produksi film untuk merubah semua karena telah menodai keaslian gamenya, akhirnya pihak Paramount mendengar dan melakukan perubahaan total sesuai permintaan pengemar dan para netizen. Kemudian awal tahun 2020 muncul trailer ke-2 dan itu memuaskan semua pihak, benar-benar gambling bagi Paramount karena bujet menjadi 2x lipat, walaupun kenaikan Box Office tidak signifikan setelah perombakan besar-besar terhadap kualitas CGI, Budjet $83 Milyard - $97 Milyard dengan hasilnya $137 Milyard harus Bersama menjadi beberapa kali lipatnya dan  pengemar fanatic tak akan melewatkan game kesayangannya muncul dalam layar lebar, semua akan terbukti mengobati rasa kangen akan salah satu game legendaris tahun 90an, diluar ekspektasi ternyata Sonic The Hedgehog lebih baik daripada Pokemon Detective Pikachu. Menurut para kritikus film dunia dengan Plot cerita pada segitiga karakter Tom Wachwoski – Sonic – Dr Eggman / Dr Robotik  mereka bermain sangat solid, yang lain hanyalah figuran tak terlalu penting ditampilkan. Sutradara Jeff Fowler sangat asing terdengar bagi pengemar film adaptasi game, dia lebih dikenal sebagai Visual Effect dan Film-Film pendek, ini merupakan film pertamanya dalam layar lebar.

Ketika Sonic si landak biru di planet Echidnas secara tiba-tiba diserang oleh Dr Robotik (Jim Carey) , dengan bantuan Longclaw the Owl kabur ke Bumi melalui cincin portal. Saat di bumi Sonic tidak punya sahabat, kekuatannya sangat besar mampu mematikan seluruh tenaga listrik di kota Green Hills, Montana hanya disebakan kesendirian terdalam, Sonic melalukan kesalahan sehingga dia harus mencari tempat tersembunyi akhirnya bertemu si Tom Wachwoski ( James Marsden) setelah tertembak obat bius, polisi daerah yang bosan dengan rutinitas dan merasa tidak sesuai harapan sebagai seorang polisi. Menyadari dia terdesak dari incaran Dr Robotik satu-satunya jalan hanyalah dibantu oleh Tom, namun dia sendiri gak tahu bagaimana caranya membantu, pikirnya Maddie (Tika Sumpter) Dokrter hewan sekaligus partner Tom yang bisa menyembuhkan Sonic. Tidak mudah bagi Maddie melihat wujud Sonic yang mampu berbicara dan mempunyai kekuatan besar. Perjanjian dibuat disaat Sonic kehilangan tempat cincin portal, dan adventure bersama Sonic berlanjut sampai akhirnya menemukan cincin tersebut dan lagi-lagi Dr Robotik berhasil melacak keberadaan Sonic. 

Melihat karakter Jim Carey bagi saya sangat memukau setelah film Ace Ventura, Mask, dan Bruce Almighty yang membesarkan namanya, ciri khas mimic comedian Jim sangat terlihat dan tidakk berubah caranya selalu konyol, ikonik dan menjadi Villain terkocak dalam adaptasi game ke layar lebar. Pengisi suara Sonic diperankan oleh Ben Swartz sangat pas pengisi voice over  bagaimana karakter Sonic selalu banyak omong, sayangnya acting Tika sumpter dan James Marsden terlalu jauh bagaikan pasangan, tapi James sendiri cukup baik mewakili polisi local. Dalam CGI sangat diacungin jempol perubahan total tersebut menghasilkan sosok Sonic sesuai keinginan pengemarnya. Alur cerita memang gak neko-neko layaknya game Sonic dengan kekuatan supernya. Bahkan post kredit title jangan sampai ditinggalkan sebuah sequel sudah direncankan semoga hasilnya makin bagus dan sangat memorable bagi adaptasi game ke layar lebar. Persahabatan, janji dan keluarga adalah tema besar film ini, termasuk rating 13 tahun Sonic adalah tontonan semua kalangan, komedi ringan yang mudah dicerna oleh semuanya. SONIC The Hedgehog datang memenuhi hasrat pengemar setia game SEGA mulai tayang tanggal 26 Februari 2020 di seluruh Bioskop kesayangan anda,overall : 8/10
 ( BK ) 

Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW FILM ANIME : The Dangers in My Heart: The Movie

The Dangers in My Heart: The Movie merupakan  film yang menawarkan kisah remaja dengan cara yang jujur dan manusiawi. Ceritanya berpusat pada Kyotaro Ichikawa dan Anna Yamada , dua siswa SMP yang sangat berbeda, namun perlahan saling mendekat melalui momen-momen canggung yang terasa nyata. Kyotaro adalah anak introvert yang cenderung menyendiri. Ia punya minat yang tidak biasa untuk anak seusianya: membaca buku tentang anatomi dan hal-hal gelap, serta mendengarkan musik metal. Di balik itu, ia sebenarnya penuh keraguan, kesepian, dan rasa tidak percaya diri. Pikiran gelapnya bukan tanda kebencian, melainkan cara seorang remaja menghadapi dunia yang terasa menekan. Sebaliknya, Anna Yamada adalah gadis populer di sekolah. Ia ceria, energik, dan secara penampilan terlihat lebih matang dibanding teman-teman sekelasnya. Namun di balik citra itu, Anna punya sisi polos, ceroboh, dan rakus makanan yang membuatnya sangat manusiawi. Ia bukan sosok sempurna, melainkan remaja yang sedang bel...