Skip to main content

Review : HAPPY DEATH DAY 2U

HAPPY DEATH DAY 2U
Directed : Christopher London
Starring : Jessica Rothe , Phil Vu, Israel Brousard
Production : Blumhouse Production & Universal Pictures
Runtime : 100 Minutes 

Lucu rasanya jika kematian kita bisa berulang-ulang hanya demi sebuah realita seperti pada film Inception bagaimana seseorang mampu masuk ke alam mimpi lebih tinggi tingkatannya atau kisah Edge Of Tommorow seseorang yang harus berjuang mengalahkan musuhnya dengan memasuki alam sadar musuhnya. Mau tidak mau harus menyamakan “Timeline (Waktu)” yang bersamaan dalam versi dunia nyata dengan dimensi lainnya, inilah yang terjadi Tree (Jessica Rothe) pada film pertama dia mengalami disaat ulang tahun ke-18 tahun selalu bangun pada jam yang sama, ditempat yang sama ternyata berhubungan pada cerita pembunuh psikopat namun pada film HAPPY DEATH DAY 2U berawal justru teman kuliah  Ryan (Phi Vu) sedang mengerjakan proyek sains merubah waktu justru tertangkap pada “loop time” sehingga Tree terjebak kembali pada dimensi tersebut. Satu hal bagi Tree hanya mengembalikan “Right Time and Right Dimension “ untuk mematahkan kisah pembunuh psikopat tidak bangkit kembali karena kenyataannya pembunuh psikopat sudah selesai dan dia kembali ke masanya.
Dengan formula yang sama pada film pertama, ditambah ide cerita dari “Back to the future” sutradara Christopher Landon ingin memberikan alternative universe di ending film pertama menjadi cerita sequel yang matang tak sekedar film drama konyol belaka, apalagi pendapatan Box Office yang luar biasa dengan budjet sangat kecil. Walaupun terasa rumit pada siklus Happy Death 2U tetapi dibuat secara lebih konyol dibandingkan film pertama terkesan serius, demi penonton mengingat scene film awal maka Tree berada pada waktu yang sama pula tetapi teman-temannya belum tahu siapa sebenarnya Tree tersebut berasal, hanya satu cara menyelesaikan semuanya membuat rumusan tepat proyek SISI bisa berhasil memberhentikan waktu tanpa melukai orang lain pada dimensi tertentu. Tree mengalami kematian yang berulang-ulang hanya untuk memperbaiki rumusan tersebut hingga pada titik masa bersyukur mempunyai kehidupan yang didambakan setiap orang. Mengambil keputusan yang tepat antara berada dimasa lalu atau berada di masa depan adalah hal yang bisa dibilang sangat sedehana saja, ikuti kata hati dan berani mengambil keputusan ketika semuanya tak sesuai keinginan bahkan harus merelakan orang yang dikasihinya tidak bersama-sama kembali. 

Penampilan Jessica Rothe lebih emosional dibandingkan film pertama terkesan konyol hanya keberuntungan yang menyertai dia, disini perannya terkesan lebih dewasa dan kepintarannya muncul setelah mati berulang-ulang menjadikan dia makin siap menghadapi si pembunuh, begitu dengan karakter pemain lain semua berjalan natural tanpa hambatan yang berarti. Konflik yang ditawarkan cukup sederhan hanya bagi penonton yang tidak cepat mencerna akan kesulitan menemukan plot sebenarnya. Happy Death Day 2U bukanlah film slasher membuat anda jantungan, ya awalnya anda akan merasakan ketakutan namun seiring berjalan cerita mencapai durasi 100 menit anda akan dibawa “dark komedi“ yang segar dengan mengisahkan penutup bab ke-2 pada trilogy yang akan dibuat lebih kompleks, lebih rumit dan makin konyol melihat tingkah laku para pemainnya. HAPPY DEATH 2U tayang mulai tanggal 13 Februari 2019 diseluruh bioskop Indonesia, tanpa berekspektasi tinggi saya jamin anda mendapatkan pengalaman baru dalam menonton film komedi thriller yang sangat apik, tentunya ditunggu sekuel ketiganya nanti.

Overall : 8/10.
 


Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

PRESS RELEASE : First KOL ( Key Opinion Leader ) Gathering WeTV Indonesia