Skip to main content

Review : THE LEGO MOVIE 2

THE LEGO MOVIE 2
Directed : Mike Mitchell
Starring : Christ Pratt, Will Arnet, Elisabeth Banks,Tiffany Hadish
Production : Lego System A/S, Vertigo Entertaiment, Warner Bros Picture
Runtime :107 Minutes
Setelah 4 tahun sequel The Lego Movie (2014) hadir ditengah pecinta filmnya dan masih mengunakan treatment yang sama yaitu stop motion 3D animation bergenre musical comedy ini mempunyai dua spin off yang sudah tayang The Lego Batman Movie & The Ninjago Movie  mengingat film ini seputar cerita dari DC wajar jika semua karakter yang ada superhero DC, bahkan kesuksesan Box Office juga mempengaruhi kelanjutanya. Namun perubahan dalam cerita terjadi di sequel ke-2 ini lebih kepada mereka yang sudah dewasa, Entah apa yang membuat para produsen film Hollywood meningkatkan dari seputar cerita anak-anak ke cerita persiapan menjadi keluarga muda, mungkin yang menjadi perhatian para produser saat ini adalah penonton akan menginjak dewasa suatu saat nanti  tak mungkin lagi bermain dengan “toys” mereka semua menjadi kenangan belaka, ada yang harus mereka lalukan setelah mereka dewasa nanti. Tanpa harus melupakan mainan mereka saat kecil. Kembali pada cerita The Lego Movie Part 2, kota yang penuh damai, kebahagian bagi  tempat tinggal Emmet (Christ Pratt) dan Lucy (Elisabeth Banks)-Bricksburg tapi kehadiran LEGO DUPLO dibawah General Mayhem (Stephanie Beatriz) menyerang kota mereka sehingga kondisi saat ini hancur dan setiap kali dibangun, Duplo selalu menyerang kembali. Jadi tempat mereka berubah nama Apocalypseburg, Lucy sosok wanita pemberani dibandingkan Emmet, sebenarnya Emmet tahu lewat mimpi tentang Ar-mom-argeddon yang akan terjadi, maka Lucy bersama yang lain Unikitty, Metalbear dan Batman berusaha menyerang justru menjadi tawanan planet “Systar System”, merasa kehilangan Lucy, Emmet berusaha mengejar ke Systar system disaat perjalanan mengalami musibah terkena meteror tapi untungnya ditolong oleh Rex Dangervest – Christ Pratt  (wujud Emmet dewasa) dia menyarankan berjuang bersama melawan Queen Watevra Wa’Nabi  (Tiffany Hadish), Rex berkata bahwa Queen sosok  ratu jahat ingin sekali Armomargeddon bakalan terjadi.Tanpa butuh lama Emmet bersama Rex menyerang Queen Watevra Wa'Nabi. Yang menjadi permasalahan sekarang ternyata bukanlah Queen Wa’Nabi tapi ulah Emmet sendiri, karena sosok Emmet dewasa punya misi rahasia yang tak ingin Emmet kecil berada bersama teman-teman. Sebuah keputusan yang besar bagi Emmet kecil apakah dia harus pergi Bersama Emmet dewasa atau menyelamatkan dan tinggal bersama teman-temannya.
Banyak lagu-lagu keren seperti Everything Awesome menjadi theme soundtrack berubah ketika semuanya kacau berantakan Everything Not Awesome. Gambaran ini menunjukan bahwa kita boleh saja meninggalkan masa kanak-kanak tanpa melupakan mainan yang telah menemani kita selama ini. The LEGO Movie 2  penuh warna ceria, enjoyable music layaknya kehidupan anak-anak  bahkan dibuat beberapa versi lagu Evertyhing is Awesome, lagu ini sudah melekat pada seri pertama dan lucunya pada kredit title ada lagu khusus untuk mereka yang berjasa dalam film ini. Dengan alur flashback dengan kehidupan nyata kakak-adik pada film pertama bagaiman sikap si kakak terhadap adiknya hingga orangtua kesal melihat perbuatan mereka. Jika kita mempunyai saudara kecil ajaklah bermain bersama jangan bermain sendiri dengan mainan kita, pengalaman tak akan bisa tergantikan ketika sama-sama dewasa. Sutradara Mike Mitchell mengajak penonton untuk terbuka saling menyayangi satu sama lain, dengan Teknik yang sama pula tak sekedar lagu yang bagus namun karakter makin ditingkatkan sehingga penonton sangat terhibur dengan karakter Lego lainnya.

THE LEGO MOVIE 2 tayang mulai tanggal 8 Februari 2019 di seluruh bioskop Indonesia, ajak putra putri anda menonton film ini tidak hanya  mengenal LEGO tapi mengerti betapa pentingnya kebersamaan.
Overall : 8.5/10 




Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re