Skip to main content

Review : GREEN BOOK

GREEN BOOK
Sutradara :Peter Farrely
Pemain :Viggo Mortensen, Mahershala Ali
Produksi :Participat Media, Dreamworks Pictures
Sebelum ajang bergengsi Oscar dimulai selalu muncul film-film yang membuat penonton tertarik mengikuti walaupun ada beberapa yang memang susah dicerna karena ajang ini mendepankan kekuatan cerita dan karakter pada tokoh tersebut dibanding visual efek atau baju yang mereka pakai dan lagi-lagi isu krusial agama,social, politik bahkan ras menjadi santapan para juri untuk memilih mana yang terbaik dari yang paling terbaik. Salah satu nominasi Oscar 2019 adalah film GREEN BOOK dimana saat ajang bergengsi Golden Globe 2018 menyabet katagori Best Picture, Best Screenplay dan Best Actor.  Walaupun banyak saingan berat dari film yang di nominasikan Green Book sangat layak ditonton oleh semua kalangan, besutan sutradara Peter Farrely (HALL PASS, THREE STOGES, STUCK ON YOU) mengambarkan kisah persahabatan kulit putih dan kulit hitam selama di perjalanan. Berdasarkan kisah nyata tahun 1968 dan keduannya meninggal di tahun 2013,  Tony Lip (Viggo Mortensen) pegawai salah satu restaurant berhubung sedang ada renovasi maka semua pegai termasuk dia terpaksa menggangur, disaat menggangur inilah tawaran datang sebagai supir mengantar seorang dokter yang ternyata seorang doctor music dengan beberapa gelar, Dr Don Sherly (Mahershala Ali) julukan sang pianist, demi uang mingguan cukup besar Tony Lip menyangupi selama dua bulan keliling daerah selatan dimana masih ada perlakuan rasis. Dalam perjalanan mereka berdua seringkali bercerita mengisi waktu panjang selam sebelum sampai di lokasi, dasar Tony Lip doyan ngbrol seringkali makan sembarang pokoknya wajar seorang sopir tapi menjaga kredibitas professional atas pekerjaan semua dilakukan bahkan berurusan polisi. Dr Sherly mempunyai misi tersendiri kenapa dia memilih daerah selatan karena kisah masa lalu salah satu musisi kulit hitam mendapatkan perlakuan kasar, disinilah dia membuktikan bahwa semua itu salah, kita sejajar dalam semua bentuk budaya yang terjadi di Amerika.


Isu social memang seringkali menjadi cerita yang sangat actual sampai saat ini karena masih banyak perlakuan tidak sama secara hak dalam bermasyarakat, kekuatiran itu yang membuar Peter Farrely mengangkat cerita ini dalam layar lebar, haruskah kita mengalami perbedaan tapi itu yang terjadi saat ini bahkan berujung kekerasan atau kerusuhan yang selalu memakan korban. Suatu ketika saat Dr Sherly dan Tony Lip di penjara perubahaan kecil terjadi, hanya sebuah telepon Dr Sherly dan Tony Lip dibebaskan tapi tidak berhenti begitu saja saat urusan kecil masih menjadi masalah di daerah ini. Durasi selama 2 jam lebih banyak sekali joke-joke yang membuat kita tertawa tidak serius dalam menghayati filmnya. Perubahan total seorang Viggo Mortensen menjadi sosok supir berbangsa italian doyan makan sangat di apresiasi wajar jika dia masuk salah satu nominasi Best Actor Oscar 2019, perubahaan yang luar biasa sebagai aktor aksi dituntut menjadi aktor pure drama komedi yang layak di tonton oleh sekeluarga.

Green Book mengingatkan kita untuk selalu menjaga dignity (harga diri)  melebihi kekerasan sebagai solusi saat ini dan kepercayaan tak sekedar mengenai uang tapi hubungan merupakan sesuatu yang tak bisa dibeli. Green Book tayang mulai tanggal 30 Januari 2019 hanya di jaringan CGV Cinema, Cinemaxxtheater dan flixcinema.

Overall : 8/10


Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : Mr Hurt

Mr Hurt 
Directed : Ittisak Eusunthornwattana
Starring : Sunny Suwanmethaon, Marie Broenne, Mashnanoad Sulvamas, Ponsatorn Jongwilak
Production : Transformation Film
Duration : 129m

Lagi-lagi Thailand membuat film bertema drama percintaan dengan cerita seputar patah hati, yang paling membuat kita betah menontonnya tak lain jalan cerita yang sederhana juga casting yang natural dari artis cukup terkenal ditambah lokasi shoting gak jauh dari makanan, tempat tinggal dan sebagainya. Buat saya serasa menonton FTV namun dikemas dengan baik, itulah kelebihan mereka membuat film apalagi twist yang seringkali kesel .
Alkisah pemain tenis pro terkenal Don ( Sunny Suwanmethaon )  pacaran dengan Anna ( Marie Broenner ) , saat Don mau serius melamar Anna, justru Anna memutuskan Don begitu saja, dunia Don berbalik dia tidak semanggat dalam latihan tennis, semuanya berubah total. Tema-temanya mencoba memberikan semanggat bangkit kembali namun gagal juga, Don benar-benar kehilangan Anna. Salah satu cara …