Skip to main content

Review : HOW TRAIN YOUR DRAGON : THE HIDDEN WORLD

How Train Your Dragon : The Hidden World
Directed : Dean De Bois
Production : Dreamworks Animation, Universal Pictures
Runtime : 104 Minutes

Menjadi kepala suku dikala muda tak selalu menyenangkan ada beban berat yang harus dia pikul, Hiccup (Jay Baruchel) harus berani mengambil keputusan dimana setelah mengalahkan para perampok naga dia mengembalikan semua naga ke rumah yang baru di Negara Viking, justru mendapatkan tantanggan dari Grimmel (F. Murray Abraham) sang pemburu dan pembunuh para naga tak kenal ampun,dia hanya ingin melenyapkan Night Fury - Naga incarannya sejak lama dan hanya satu cara supaya Toothless-Night Fury bisa lepas dari Hiccup adalah memasang jebakan Naga sejenis dari kaumnya Night Fury , ya Light Fury dibawah pengaruh Grimmel memancing Toothless keluar ketika pas momentnya dia akan membunuhnya. Hiccup harus mempunyai akal supaya para semua naga tidak musnah hanya dengan mencari lokasi baru yang tak dapat terdeteksi oleh Grimmel. Kisah aksi berlanjut ketika semua tidak diharapkan semestinya, Hiccup merasa ada diposisi gundah tapi dia harus melepaskan Toothless. Sebuah keputusan yang sangat sulit bagi seorang kepala suku dan Hiccup sendiri begitu dekat dengan Toothless. Karakter yang disajikan begitu mengena dihati penonton joke-joke mengisi durasi 104 Minutes hingga tak terasa mengalir sampai akhir. Grafis yang sangat halus ditambah warna-warni di Pulau Naga mengingatkan saya pada film Avatar James Cameron, begitu eye catching sangat indah melihat para naga berterbangan ratusan spesies yang berbeda dipandu scoring makin terlihat citra rasa animasi yang bagus, detil-detil landscape pulau naga sangat halus, costum dan pernak pernik lain begitu diperhatikan tak heran dari awal hingga akhir mata kita dimanjakan kemegahan begitu dahsyat 3D Animation tak kalah dari buatan Disney-Pixar.

Memang film ini ditujukan mereka yang masuk masa puber hingga menuju kedewasan sehingga prilaku dari anak-anak menjadi pria dewasa penuh tanggung jawab dan menuju pada pernikahan yang tepat waktu serasa film LOTR Return The King. Hal ini yang disampaikan pula oleh sutradara Dean-DeBlois tak sekedar cerita anak muda pacaran kemudian menikah ternyata tidak segampang itu Hiccup harus keluar dari kehidupan selfish, egois, tak peduli masa depan begitu juga Astrid (America Fererera) yang harus menunggu sikap kedewasaan Hiccup. Mereka Bersama-sama melakukan misi demi sebuah tujuan yang mulia.  Light Fury ketika bersama Toothles digambarkan adegan tanpa dialog murni muncul tarian dan bahasa tubuh kedua bahwa mereka saling mencintai, inilah keinginan DeBois  penonton remaja diajak berfikir akan masa depan, sungguh adegan yang menyentuh hati tak mengurui para orangtua yang sudah berusaha terbaik bagi anak-anak mereka nanti.Jika film ini sebagai penuntup trilogy kisah Hiccup dengan Toothless rasanya bisa jadi memang bagian yang terakhir tapi jika diperhatikan kembali maka kemungkinan ada seri yang ke-4 dimana Hidden World para naga diserang oleh naga yang berontak atau kisah anak Hiccup mengenal salah satu naga namun naga tersebut punya misi sendiri (ahh ini pemikiran saya saja) tentunya akan dibuat semenarik mungkin sehingga penonton masih betah menyaksikan filmnya. 

How Train Your Dragon : The Hidden World memberikan gambaran luas persahabatan manusia dengan binatang, juga bagaimana respon manusia terhadap binatang kesayanganya harus dicintai, dikasihi dan dipelihara. Saksikan film ini mulai tanggal 9 January 2019 di seluruh bioskop Indonesia.
Overall : 7.5/10






 


Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

REVIEW : PET SEMATARY 2019