Skip to main content

Review : TAKE POINT - Korean Movie

TAKE POINT
Directed : Kim Byung Woo
Starring : Ha Jung Woo , Lee Sun Kyun
Production : CJ Entertaiment
Runtime : 124 Minutes
 
Buat saya pribadi film ini semacam propaganda terselubung kalo Korsel lebih hebat dari Korut dalam segi Militer tapi melihat hubungan persahabatan lebih cendrung Korut lebih menang, Sama seperti film Hollywood selalu mengedepantkan sisi patriotisme lebih tinggi dibandingkan Rusia, atau secara teknologi militer lebih canggih dibandingkan musuh di Afganistan hal semacam inilah yang diangkat ke layar sangat mudah mempengaruhi pecinta film action korea hanyut terbawa pemikiran bahwa Korsel adalah negara superior di negara Asia. Memang filma action mereka mengalahkan HK, Jepang, Taiwan dalam segi cerita dan aksi yang mumpuni tak heran jika mendatangkan aktor luar sebagai pemeran pembantupun sekedar urusan script saja tapi tokoh utama tetap pada aktor Korea.  Menurut saya kualitas cerita aksi sudah mulai melemah sudah sering ditebak ditengah-tengah cerita baik sisi penjahat yang tidak terlalu misterius seperrti flim tahun 2005-2010 an dimana sang villian sangat susah ditebak dan aktorpun bermain sangat tegas cenderung kuat tak terkalahkan 
Bermula ketika perseteruan Amerika vs Korea Utara dibawah pimpinan Presiden McGregor (Robert Curtis Brown) menjelang pemilu USA ada sebuah rencana pembunuhan terhadap salah satu pemimpin Korut didalam sebuah bunker rahasia milik Korut yang berada dekat dengan zona militer Korsel, CIA menyewa PMC ( Private Military Company ) sehingga jika tertangkap/terbunuh pihak CIA membantah keterlibatan mereka, karena PMC adalah Mesenaries atau tentara bayaran dengan warga negara ilegal, Kaptain Ahab ( Ha Jung Woo ) memimpin serangan tersebut dibawah 12 orang tentara. Ketika saat penyerbuan justru muncul orang terkuat di Korut - The King sebutannya hadir pada rapat tersebut akhirnya misi berubah menjadi drama penculikan The King dengan imbalan uang US$ 50 juta Dollar, sebuah angka yang fantastis bisa diberikan kepada Ahab untuk membawa ke USA namun di tengah penculikan justru menjadi kisah ala teroris menyandera para petinggi Korut termasuk Dokter pribadi The King - Dr Yoon Ji Leu ( Lee Sun Kyun ), Ahab merasa diperamainkan oleh CIA akibat penyerangan tersebut sehingga dia terancam terbunuh di dalam bunker ketika salah satu team membelot ke Cina dengan jumlah uang besar juga. Nah konflik makin mengila bagaimana Ahab harus menyelamatkan The King keluar secara hidup dibantu Dr Yoon yang mampu memyelamatkan mereka berdua. Konflik batin sebagai manusia muncul pada karakter Ahab - Ha Jung Woo tidak sekedar uang yang dia cari tapi sebuah misi kemanusian selalu menjadi tugas utama, bermain sangat cekatan dalam mencari solusi ditengah-tengah musibah yang terjadi menjadi tugas seorang Kaptain, tidak diri sendiri tapi sangat perhatian kepada anak buahnya juga menjadi tugas utamanya, musuh bisa menjadi sahabat disaat terjebak pada situasi yang sama atau saling membunuh, Dr Yoon - Lee Sun Kyun berhasil menjadi stealer character Korea Utara tak sebengis apa yang dibenak kita selama ini. Sama seperti Ahab jiwa kemanusian tinggi diceritakan dia sempat menolong salah satu prajurit yang terluka.
 
TAKE POINT seoalah-olah sebagai jembatan penghubung dari kedua negara secara harafiah selalu konfrontasi di perbatasan mereka, seperti film hollywood Die Hard minus Natalan dan Daylight tanpa banjir besar, TAKE POINT menjadikan tontonan penuh aksi drama dari awal hingga akhir, dengan gaya sinematography dengan ball drone shaking movement menjadi sebuah tontonan  ala Cloverfield tapi penonton tidak dibuat pusing melihatnya, aksi yang sangat menarik dan selalu Korea tak lupa memberikan bumbu banyolan dikala ketegangan yang terjadi. Kekuatan script dari Sutradara Kim Byung Woo masih sama seperti The Terror Live dimana sebuah satu garis cerita pada sebuah scene mampu mengubah paradigma menonton film. TAKE POINT tayang mulai tanggal 16 Januari 2019 hanya di CGV Cinemas, Cinemaxx Theater dan Flix Cinema. Tontonan film korea di awal tahun 2019.
Overall : 8/10 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena