Skip to main content

Review Maze Runer : The Death Cure

Maze Runner : The Death Cure
Directed : Wes Ball
Starring : Dylan O' Brien, Thomas Brodie Sangster, Ki Long Hee, Kaya Scodelario
Production : Oddball Entertaiment, 20th Century Fox
Runtime : 142 Minutes

Lanjutan kisah sekelompok anak muda mencari kebenaran dibalik mereka berada di sebuah Maze (Labirin)  yang mengakibatkan banyak teman-teman mereka menjadi korban,mereka mempunyai imun terhadapt virus Flare yang menyerang dunia membuat manusia menjadi Crank (Zombie), dan film berdasarkan novel karya James Dasher dengan judul yang sama Maze Runner. Dystopian Science Fiction Action Seri ketiga ini dibuat sepadat mungkin alur ceritanya sehingga penonton tidak bosen menyaksikan hingga penghujung. Para Fans Maze sudah menunggu lama film ketiganya tayang, karena sempat salah satu actor mengalami musibah saat shooting film ini. Fox dengan setia menunggu actor tersebut sembuh total dan melanjutkan shotingnya. Maze Runner : The Death Cure benar-benar secara spesifik pembuatan landscape diperdetil walaupun bantuan CGI, tak membuat penonton kecewa. Sebuah pekerjaan yang menghabiskan dana tak sedikit dan hasilnya sanggat tidak mengecewakan selama dua jam lebih. Perjalanan Thomas (Dylan O’brien)  dan Newt (Thomas Brodie Sangster) mencari sahabatnya Minho (Ki Long Hee) untuk diselamatkan dalam perjalanan kereta membawa anak muda ke kota  namun seiringnya waktu tak sekedar mencari Minho justru mencari Cure ( Penawar ) virus yang menyerang manusia menjadi Zombie. Markas WCKD (World In Catastrophe: Killzone Experiment Department atau WICKED) berada di sebuah kota yang dilindungi persenjataan dan keamanan yang super ketat tak semua bisa masuk begitu saja. Lagi-lagi perjuangan mereka tak mudah banyak sekali hambatan dan tantangan apalagi Thomas melihat keberadaan Teresa (Kaya Scodelario) kekasihnya yang ternyata masih hidup.

Pendekatan Wez Ball Sebagai sutradara untuk ketiga film ini lebih ditekankan pada tiga bagian selain kisah Thomas sendiri, para pemberontak dan WCKD dibawah dokter Ava Paige (Patrica Clarkson). ada dua karakter menurut saya sebagai pendukung terbaik di saga ketiga ini Brenda (Rosa Salazar) dan Gally (William Poulter) menjadikan daya tarik sendiri, Rosa begitu meyakinkan karakternya sebagai Brenda badass tepat disebut stealer aktor tapi Gally karakter yang menyebalkan dari kisah pertama, sebuah perpaduan yang membuat penonton ketawa,kesal,simpatik bebaur menjadi satu. Sebagai penutup saga The Death Cure tak sekedar film aksi biasa munculnya rasa persahabatan yang kental sangat kuat sehingga film ini menguggah emosi penonton melihat sahabat-sahabat yang menjadi korban eksperimen WCKD.ketengangan, menghibur dan keseruan hal ini akan dirasakan bagi Die Hard Maze Runner ada sesuatu yang hilang kisah heroik anak muda sudah tidak ada kelanjutannya lagi atau mungkinkah ada prequel saat dimana semuanya belum terjadi. Kekurangan dari film ini jangan nonton sekali saja coba 2-3 kali anda akan mendapatkan lebih dalam lagi makna sesungguhnya.

Maze Runner : The Death Cure tayang perdana tanggal 24 Januari di seluruh bioskop Indonesia.

Overall : 8.5/10




Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga hadir - Angga. Sung