Skip to main content

Review : Wonderstruck

Wonderstruck 
Directed : Todd haynes
Starring : Oakes Fegley, Julliane Moore, Millicent Simmonds
Production: Film Nation dan Amazon Studios
Runtime :117 Minutes

Berdasarkan Novel karya Brian Selznick berjudul " Wonderstruck " dimana kisah tersebut dibagi menjadi dua bagian dalam sebuah timeline kisah Ben (Oakes Fegley) di tahun 1970an dan kisah Rose (Millicent Simmonds ) di tahun 1920an, dengan karakter yang berbeda namun dalam satu tujuan, pengambaran kisah Ben berwarna dengan dialog dan soundrack Space Oddity-David Bowie menghiasi beberapa adegan tapi pengambaran Rose hitam putih tanpa banyak dialog layaknya film bisu. Masing-masing mempunyai rencana yang sama mencari orangtua yang selama ini mereka cari jawabannya.  Ben merasa ibunya menyembunyikan siapa sebenarnya ayah Ben, apakah seorang Astronot karena dia selalu bermimpi buruk dan membuat dia tak bisa tidur hingga suatu saat menemukan buku Wonderstruck ( Lemari Keajaiban ) disanalah qlue tentang ayahnya,saat menelpon Ben ngalami kejadian aneh akibat terkena petir dia menjadi Tuli. Kilas balik Rose yang mencari ibunya mengejar karir sebagai artis Lillian Mayhem (Juliiane Moore) karena rasa kangen tapi melihat ibunya tak begitu suka karena Rose tuli sejak lahir.  Ben berusaha mencari sendiri alamat yang tertera pada sebuah selipan buku tersebut berujung sebuah toko namuan sudah tidak ada lagi, dia mencari di sebuah Museum Sejarah Alam. 

Secara keseluruhan Wonderstruck bukanlah sebuah sekedar drama tapi penuh teka-teki dimana semua adegan berhubungan satu dengan yang lain, berbeda waktu tapi konstruksi cerita dibangun berdasarkan kisah Ben dan Rose. Lemah pada semua karakter, Penekanan Todd Haynes pada keindahan ketika kedua karakter menemukan jawaban berujung pada kesimpulan . Penonton begitu sulit mengerti separuh cerita menemukan alurnya yang begitu lambat dalam menyatukan dua sisi tersebut harus ada extra waktu menterjemahkannya,  film ini bisa mengajak keluarga untuk menonton apalagi ada keluarga yang berkebutuhan khusus menonton filmnya menjadi hiburan bagi mereka. Apakah kisah penemuan atas jawaban Ben dan Rose terjawab di akhir cerita terjawab?

Wonderstruck tayang hanya di Cinemaxx Theater dan CGV mulai tanggal 31 Januari 2018.
Overall : 7/10

 
 


Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re