Skip to main content

REVIEW FILM : THE DRAMA. Problematik Sebagai Pasangan Dan Meniikah Inilah Yang Terjadi

Penonton sering kali memiliki reaksi yang beragam terhadap film drama yang mengangkat kisah problematik pasangan muda. Ada yang merasa sangat tertarik karena ceritanya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, namun ada juga yang kurang menyukainya karena dianggap terlalu berat atau melelahkan secara emosional. Salah satu hal yang membuat penonton tertarik adalah karena cerita terasa realistis. Konflik seperti komunikasi yang buruk, masalah keuangan, atau perbedaan tujuan hidup sering terjadi di dunia nyata, sehingga penonton merasa “relate” dengan kisah tersebut. Selain itu, karakter yang kuat dan emosional juga bisa menarik perhatian. Penonton cenderung menyukai tokoh yang memiliki kedalaman perasaan dan perkembangan karakter yang jelas sepanjang cerita. Namun, di sisi lain, sebagian penonton merasa kurang nyaman jika konflik yang ditampilkan terlalu intens. Pertengkaran yang terus-menerus tanpa jeda bisa membuat film terasa melelahkan untuk ditonton. Alur cerita yang lambat juga bisa menjadi alasan mengapa penonton kurang menyukai film seperti ini. Tidak semua orang menikmati cerita yang berjalan perlahan dengan fokus pada emosi dibandingkan aksi. Hal ini bisa membuat pengalaman menonton menjadi kurang menyenangkan karena memicu emosi negatif. Sebaliknya, bagi penonton yang menyukai drama, kedalaman emosi justru menjadi daya tarik utama. Mereka menikmati bagaimana film menggambarkan hubungan manusia secara kompleks. Dialog yang kuat dan bermakna juga menjadi faktor penting. Percakapan yang terasa alami dan menyentuh bisa membuat penonton lebih terhubung dengan cerita. Namun, jika dialog terasa berlebihan atau terlalu dibuat-buat, penonton bisa kehilangan minat. Mereka mungkin merasa film tersebut tidak realistis. Ending atau penyelesaian cerita juga sangat mempengaruhi kesan penonton. Akhir yang terlalu menggantung atau terlalu tragis bisa membuat sebagian penonton merasa tidak puas. Sebaliknya, ending yang jujur dan masuk akal, meskipun tidak selalu bahagia, sering kali lebih dihargai karena terasa autentik.
Film The Drama yang dibintangi Zendaya dan Robert Pattinson memang sering dipandang bukan sekadar kisah percintaan biasa, melainkan potret kompleks kehidupan pasangan muda dengan berbagai tekanan. Dari sisi kritikus, banyak yang menilai film ini cukup berani karena mengangkat isu yang lebih luas dari sekadar cinta. Mereka melihat adanya lapisan tema seperti krisis identitas, tekanan sosial, dan ketidakstabilan emosional yang sering dialami generasi muda saat ini. Beberapa kritikus memuji akting Zendaya yang dianggap mampu menampilkan emosi yang rapuh namun kuat di saat bersamaan. Sementara itu, Robert Pattinson dinilai berhasil membawa karakter yang penuh konflik batin dengan nuansa yang subtil. Namun, tidak sedikit juga kritikus yang merasa film ini terlalu “berat” dan cenderung muram. Mereka berpendapat bahwa intensitas konflik yang terus-menerus membuat film terasa melelahkan dan kurang memberikan ruang bernapas bagi penonton.
Dari sudut pandang penonton awam, responsnya cenderung lebih beragam. Ada yang sangat terhubung dengan cerita karena merasa pengalaman tokohnya mirip dengan kehidupan nyata mereka. Sebagian penonton juga mengapresiasi bahwa film ini tidak mengidealkan hubungan romantis. Justru, hubungan digambarkan penuh keraguan, kesalahan, dan ketidaksempurnaan. Mereka menganggap ceritanya terlalu serius dan minim momen ringan, sehingga terasa “berat” untuk dinikmati sebagai tontonan santai. bahkan merasa frustrasi dengan keputusan-keputusa para karakter dalam film. Mereka melihat konflik yang terjadi sebenarnya bisa diselesaikan jika komunikasi dilakukan dengan lebih baik. Seperti yang saya rasakan, banyak yang sepakat bahwa konflik dalam film ini tidak hanya soal percintaan. Isu seperti tekanan karier, ekspektasi keluarga, dan pencarian jati diri menjadi bagian penting dari cerita. Menyoroti bahwa justru kompleksitas inilah yang menjadi kekuatan film. Hubungan pasangan dijadikan pintu masuk untuk membahas masalah yang lebih luas dalam kehidupan modern.Pada akhirnya, ketertarikan penonton terhadap film The drama tentang pasangan muda sangat bergantung pada selera pribadi. Ada yang mencari hiburan ringan, sementara yang lain justru mencari cerita yang dalam dan penuh makna. Di sisi lain, bagi sebagian penonton, kompleksitas tersebut justru membuat cerita terasa terlalu penuh dan sulit diikuti secara emosional. The Drama sebagai film yang tidak sederhana. Ia bisa sangat menarik bagi yang mencari kedalaman, tetapi juga bisa terasa berat bagi yang menginginkan hiburan ringan. Mulai tayang tanggal 22 April 2026 di Cinepolis, CGV, Flix Cinema dan Cinema21. Overall : 7.5/10. Nontolah dengan kondisi mental kesehatan anda baik baik saja bukan saat lagi letih lelah seharian bekerja.

Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW : AFTER BURN 2025, Aksi Pencurian Mahakarya Monalisa

  Melihat trailernya kita akan berekspektasi film bakalan super wah dengan segala aksinya, justru ekspektasi tersebut harus dipendam dulu nanti akan menyesal, dalam film kelas B tidak dituntut banyak kita harus berpikir panjang semua berjalan sesuai skenario saja. Hal ini kita membuat santai dalam menikmati filmnya. Dalam pemilihan aktor biasanya ada yang terkenal demi menarik penonton untuk datang ke bioskop, tapi penokohannya kembali dari sutradara dan penulis cerita seperti yang dilakukan oleh J.J Perry , sebagai aktor beladiri yang berkecimpung lama dan menyutradarai beberapa film aksi, tak heran tema yang diambil dari apa yang dia telah bintangi sebagai aktor, The Killers Game dan The Day Shift cukup baik dipasaran, tahun 2025 film terbarunya After Burn , berlatar belakang jaman distopia pasca dunia dalam kehancuran. Dimulai ketika Jake (Dave Bautista) seorang penyitas dan pemburu harta karun tak pernah gagal dalam segala misinya. Ketika tugas mencari biola tertua dan antik d...