Skip to main content

REVIEW : FILM MOTHER MARY, Ketenaran, Kerapuhan Jiwa Manusia

 

Film Mother Mary bukan tipe tontonan yang memberi jawaban gamblang. Ia lebih terasa seperti pengalaman psikologis yang penuh simbol, di mana penonton diajak merasakan ketidaknyamanan alih-alih diberi kepastian cerita yang lurus. Secara garis besar, film ini mengikuti perjalanan seorang penyanyi yang diperankan Anne Hathaway, yang sedang berada di puncak popularitas namun mulai kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Di balik gemerlap panggung, ada tekanan besar yang perlahan menggerus identitas pribadinya. Ia kemudian bekerja sama dengan seorang desainer yang diperankan Michaela Coel, sosok kreatif yang visioner tapi juga obsesif. Dari sinilah hubungan mereka berkembang menjadi sesuatu yang kompleks tidak sekadar profesional, tapi juga emosional dan penuh tarik-menarik kendali. Salah satu elemen paling mencolok adalah kain merah yang digunakan dalam desain panggung. Banyak penonton awalnya mengira ini adalah simbol gaib atau entitas tertentu, karena kehadirannya selalu diiringi rasa aneh dan tidak nyaman. Namun jika dilihat lebih dalam, kain merah itu lebih masuk akal sebagai simbol daripada makhluk nyata. Ia mewakili tekanan, ambisi, dan sisi gelap dari proses kreatif yang terlalu intens. Karakter penyanyi dan desainer pun sengaja dibuat “abu-abu”. Penyanyi bukan hanya korban, tapi juga bagian dari sistem yang ia jalani. Ia menikmati ketenaran, meski itu juga yang menghancurkannya. Begitu juga dengan desainer. Ia bukan antagonis murni, tapi obsesinya terhadap kesempurnaan membuatnya melampaui batas. Karyanya terasa “hidup” karena ia menuangkan terlalu banyak emosi ke dalamnya.

Relasi mereka menjadi inti konflik: saling membutuhkan, tapi juga saling menguras. Penyanyi memberi jiwa pada desain, sementara desainer membentuk identitas sang penyanyi. Di titik ini, batas antara kontrol dan ketergantungan jadi kabur.Alur cerita yang bisa diterima penonton adalah melihat ini sebagai perjalanan jatuhnya identitas. Dari awal yang penuh ambisi, lalu berkembang menjadi hubungan yang tidak sehat, hingga akhirnya menuju krisis batin. Ketika kain merah semakin dominan, itu menandakan bahwa konflik internal mereka sudah mencapai puncak. Bukan karena ada kekuatan gaib, tapi karena tekanan yang mereka ciptakan sendiri sudah tidak terkendali. Bagi sebagian penonton, pendekatan ini terasa kuat dan artistik. Tapi bagi yang mengharapkan jawaban jelas, film ini bisa terasa membingungkan karena tidak pernah benar-benar menjelaskan segalanya secara literal.

Pada akhirnya, kekuatan Film Mother Mary justru ada di ketidakpastian itu. Kain merah tidak perlu benar-benar hidup untuk terasa mengancam karena yang sebenarnya “hidup” adalah ambisi, tekanan, dan sisi gelap manusia yang sulit dikendalikan. Filmnya mulai tayang tanggal 24 April 2026 di bioskop kesayangan anda. 


Comments

Popular posts from this blog

PRESS RILIS : GALAXY QUEST OF INDONESIA, Amazing Race ala Vidio.Com Perpaduan teknologi dan budaya

  Apa jadinya jika sembilan figur publik dengan kepribadian dan latar belakang yang beragam, diajak menelusuri kota-kota Indonesia demi mengungkap cerita-cerita yang nyaris terlupakan? Itulah inti dari Vidio Eksklusif Samsung QUEST: Unleash Your Galaxy, Explore The Culture , sebuah reality series perjalanan yang akan tayang secara eksklusif di Vidio mulai 13 Juni 2025. Series ini bukan sekadar acara jalan-jalan biasa. Para peserta yang terdiri dari aktor, aktris, content creator, hingga figur inspiratif akan dihadapkan pada serangkaian misi lintas kota. Dari menyelami jejak sejarah kota Semarang, menghidupkan kembali denyut kreatif kota Bandung, hingga mencicipi rasa dan filosofi budaya di Yogyakarta. Di balik kamera, setiap langkah mereka didorong oleh satu tujuan: menyatukan potongan-potongan cerita yang tersembunyi di balik kuliner, arsitektur, dan seni lokal, lalu membawanya ke permukaan dalam bentuk karya. Dipandu oleh Darius Sinathrya, yang hadir dengan pembawaan hangat...

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM KOREA HI FIVE, Kisah Superhero Ala Korea

DIRECTOR: Kang Hyoung-chul ACTOR : Lee Jae-In sebagai Wan-Seo (Atlit Taekwondo) Ahn Jae-Hong sebagai Ji-Seong (Penulis Skenario) Yoo Ah Hin  sebagai Ki Dong ( Manipulasi elektronik) Ra Mi-Ran sebagai Sun-Nyeo (Manager Minuman Yogurt) Kim Hee-Won sebagai Yak-Su (Leader) Oh Jung-Se sebagai ayah Wan-Seo (Mantan Atlit Taekwondo) Jin Young (GOT7) sebagai Young-Chun (Leader Sekte) Durasi : 120 Menit Produksi : Next Entertaiment  Dengan kombinasi para aktor muda dan senior film ini menjanjikan akan masuk box office cukup lumayan pada posisi ke 10, agak lambat bisa jadi potensi film masi dipegang pihak hollywood atau film bertema politik, bagi saya HiFive jika di crossover Moving atau film sejenis superhero korea akan merambah pada kecintaan superhero local, trailer sudah terpotong tayang di medsos berarti banyak berharap banyak film ini bisa ditonton tentu saja di bioskop bukan platform ilegal. Kisah 5 orang tak dikenal mencoba mencari kekuatan masing-masing, nah siapa mengapa tak di...