Skip to main content

REVIEW FILM : SUZZANNA, SANTET DOSA DIATAS DOSA,“Saat dosa memanggil santet, tak ada yang bisa lari dari hukumannya"

 Sinopis : 

SUZZANNA (Luna Maya)  dicintai oleh BISMAN (Clif Sangra), penguasa desa yang sangat jahat. Bisman melamar Suzzanna dan ditolak oleh ayah Suzzanna hingga Bisman sangat gusar dan menyantet ayah Suzzanna sampai meninggal. Suzzanna yang sangat mendendam pada Bisman mendapat kesempatan belajar ilmu Santet, dan berhasil menjadi dukun Santet.  Dengan ilmunya ini Suzzanna merencanakan balas dendam kepada Bisman dan anak buahnya. Tapi ternyata Bisman memiliki kekuatan diluar dugaan Suzzanna. Lantas apa yang akan dilakukan Suzzanna terhadap hal itu?. Selama perjalanannya, Suzzanna jatuh cinta dengan seorang pria bernama Pramuja (Reza Rahardian) Namun, Pramuja tidak mengetahui tentang rahasia Suzzanna, yang bertentangan dengannya, seorang yang taat agama.  Dan Suzzanna harus menentukan pilihan! 

Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa jadi salah satu tontonan horor yang cukup ramai dibicarakan setelah banyak penonton mulai membagikan pengalaman mereka. Dari sudut pandang penonton biasa, film ini terasa mencoba menggabungkan nuansa horor klasik Indonesia dengan sentuhan modern yang lebih gelap dan emosional. Kesan pertama yang muncul adalah atmosfernya yang cukup mencekam sejak awal. Banyak yang merasa kekuatan utama film ini ada pada karakter Suzzanna yang kembali dihidupkan dengan aura misterius dan penuh dendam. Sosoknya tidak hanya menyeramkan, tapi juga punya sisi tragis yang membuat penonton sedikit bersimpati. Ini yang bikin filmnya tidak sekadar menakut-nakuti, tapi juga punya cerita yang bisa diikuti. Dari segi alur, film ini memang tidak terlalu cepat. Beberapa penonton merasa pacing-nya agak lambat di awal, tapi justru itu membantu membangun ketegangan. Saat masuk ke pertengahan film, konflik mulai terasa lebih intens dan membuat penonton semakin penasaran dengan akhir ceritanya. Adegan-adegan santet yang ditampilkan juga jadi daya tarik tersendiri. Visualnya cukup berani dan kadang terasa disturbing, tapi masih dalam batas yang bisa dinikmati oleh penonton horor pada umumnya. Efek suara dan musik latarnya juga cukup membantu menciptakan suasana yang bikin merinding. Namun, ada juga yang menganggap beberapa bagian cerita terasa klise. Tema balas dendam dan kutukan memang sudah sering dipakai di film horor Indonesia. Meski begitu, cara penyajiannya masih cukup menarik karena ada sedikit twist yang membuat ceritanya tidak sepenuhnya bisa ditebak.

Akting para pemain sangat solid, terutama pemeran Suzzanna yang berhasil membawakan karakter dengan ekspresi dingin dan mengintimidasi. Beberapa karakter pendukung juga memberikan warna, walau ada yang terasa kurang digali lebih dalam. Penonton juga banyak membicarakan adegan-adegan jump scare yang cukup efektif. Tidak terlalu berlebihan, tapi ditempatkan di momen yang tepat sehingga tetap bikin kaget. Ini menunjukkan bahwa filmnya sangat dipahami cara bermain dengan emosi penonton. Dari sisi sinematografi, film ini terlihat lebih rapi dibanding beberapa film horor lokal lainnya. Penggunaan pencahayaan gelap dan tone warna yang suram berhasil memperkuat suasana angker sepanjang film.

Meski tidak sempurna, banyak yang merasa film ini tetap layak ditonton, terutama bagi penggemar horor Indonesia. Ada rasa nostalgia dari karakter Suzzanna, tapi juga ada usaha untuk membawa cerita ke arah yang lebih modern. Secara keseluruhan, Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa adalah film dengan kombinasi horor, drama, dan sedikit kritik sosial tentang keserakahan dan balas dendam. Solid untuk dinikmati di bioskop bersama teman atau keluarga, yang mulai tayang tanggal 18 Maret 2026 di seluruh bioskop kesayangan anda. 

skor : 8/10


 



Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW FILM ANIME : The Dangers in My Heart: The Movie

The Dangers in My Heart: The Movie merupakan  film yang menawarkan kisah remaja dengan cara yang jujur dan manusiawi. Ceritanya berpusat pada Kyotaro Ichikawa dan Anna Yamada , dua siswa SMP yang sangat berbeda, namun perlahan saling mendekat melalui momen-momen canggung yang terasa nyata. Kyotaro adalah anak introvert yang cenderung menyendiri. Ia punya minat yang tidak biasa untuk anak seusianya: membaca buku tentang anatomi dan hal-hal gelap, serta mendengarkan musik metal. Di balik itu, ia sebenarnya penuh keraguan, kesepian, dan rasa tidak percaya diri. Pikiran gelapnya bukan tanda kebencian, melainkan cara seorang remaja menghadapi dunia yang terasa menekan. Sebaliknya, Anna Yamada adalah gadis populer di sekolah. Ia ceria, energik, dan secara penampilan terlihat lebih matang dibanding teman-teman sekelasnya. Namun di balik citra itu, Anna punya sisi polos, ceroboh, dan rakus makanan yang membuatnya sangat manusiawi. Ia bukan sosok sempurna, melainkan remaja yang sedang bel...