Skip to main content

REVIEW FILM : NA WILLA, "Film Keluarga yang Membawa Penonton Kembali ke Masa Kecil”

Film Na Willa hadir sebagai film keluarga yang mencoba menyampaikan pesan sederhana namun penting: bagaimana seorang anak mulai memahami perbedaan di sekitarnya. Cerita ini berangkat dari sudut pandang anak yang melihat dunia dengan rasa ingin tahu yang besar. Dari situ, film memperlihatkan bahwa keluarga adalah tempat pertama bagi seseorang belajar tentang keberagaman, penerimaan, dan arti menjadi diri sendiri. Dalam film ini, konflik tidak dibangun dengan cara yang rumit. Justru kekuatannya ada pada keseharian yang terasa dekat dengan kehidupan penonton. Perbedaan sifat, kebiasaan, atau latar belakang dalam keluarga menjadi titik awal cerita. Lewat interaksi sederhana antar anggota keluarga, penonton diajak melihat bagaimana anak-anak sebenarnya belajar memahami dunia dari hal-hal kecil yang terjadi di rumah. Jika dibandingkan dengan Jumbo, yang sebelumnya mendapat respons positif dari penonton keluarga, Na Willa memiliki semangat yang mirip: menghadirkan cerita yang hangat dan mudah dipahami oleh anak-anak. Film ini mencoba menyentuh emosi keluarga dengan pendekatan yang lembut, tanpa drama yang berlebihan. Hal ini membuat film terasa nyaman ditonton bersama orang tua dan anak.
Salah satu kekuatan film ini ada pada perspektif anak yang terasa jujur. Cara tokoh utama memandang perbedaan tidak selalu langsung mengerti, kadang penuh pertanyaan, bahkan kebingungan. Justru dari situlah pesan film terasa lebih alami. Penonton diajak melihat proses belajar seorang anak memahami bahwa setiap orang bisa berbeda, namun tetap bisa saling menerima. Namun sebagai film keluarga, cerita Na Willa juga memiliki beberapa kekurangan. Alurnya terasa cukup sederhana dan terkadang terlalu lurus tanpa konflik yang kuat. Beberapa bagian cerita seperti berjalan cepat tanpa eksplorasi yang lebih dalam terhadap karakter atau masalah yang muncul. Kekurangan lain terletak pada pembangunan dramanya yang terasa ringan. Bagi penonton dewasa, konflik dalam film ini mungkin terasa kurang menggigit. Ada momen yang sebenarnya bisa menjadi titik emosional yang kuat, tetapi tidak digali lebih jauh sehingga terasa cepat selesai. Meski begitu, film ini tetap memiliki daya tarik bagi penonton keluarga. Suasana hangat yang dibangun sepanjang cerita mampu membuat film terasa nyaman ditonton. Pesan tentang menerima perbedaan juga disampaikan dengan cara yang cukup sederhana sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.

Pertanyaan apakah film ini mampu membuat “gebrakan baru” setelah kesuksesan Jumbo mungkin masih menjadi perdebatan. Dari segi pesan moral, film ini memiliki potensi yang baik. Namun dari segi kekuatan cerita dan dramatisasi, film ini mungkin belum cukup kuat untuk benar-benar melampaui dampak yang telah dibuat oleh film sebelumnya. Walau begitu, film ini tetap punya nilai positif sebagai tontonan keluarga. Di tengah banyaknya film yang lebih fokus pada hiburan semata, Na Willa mencoba menghadirkan pesan tentang keberagaman dan penerimaan diri. Pesan seperti ini tetap penting, terutama bagi anak-anak yang sedang belajar memahami dunia di sekitar mereka. Pada akhirnya,  Na Willa adalah film keluarga yang hangat dengan pesan yang baik, meskipun masih memiliki kekurangan dalam pengembangan cerita. Film ini mungkin tidak sepenuhnya menjadi gebrakan baru, tetapi tetap bisa menjadi pilihan tontonan yang menyenangkan bagi keluarga yang ingin menikmati cerita ringan sekaligus reflektif tentang arti menerima perbedaan. Film NA WILLA hadir bertepatan pada liburan lebaran 2026 jadi bagi keluarga yang ingin bernostalgia dengan masa lalu yang ceria, rasanya film ini jadi tontontan menarik di Bioskop kesayangan anda. Skor  : 8/10


 

 

Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW : AFTER BURN 2025, Aksi Pencurian Mahakarya Monalisa

  Melihat trailernya kita akan berekspektasi film bakalan super wah dengan segala aksinya, justru ekspektasi tersebut harus dipendam dulu nanti akan menyesal, dalam film kelas B tidak dituntut banyak kita harus berpikir panjang semua berjalan sesuai skenario saja. Hal ini kita membuat santai dalam menikmati filmnya. Dalam pemilihan aktor biasanya ada yang terkenal demi menarik penonton untuk datang ke bioskop, tapi penokohannya kembali dari sutradara dan penulis cerita seperti yang dilakukan oleh J.J Perry , sebagai aktor beladiri yang berkecimpung lama dan menyutradarai beberapa film aksi, tak heran tema yang diambil dari apa yang dia telah bintangi sebagai aktor, The Killers Game dan The Day Shift cukup baik dipasaran, tahun 2025 film terbarunya After Burn , berlatar belakang jaman distopia pasca dunia dalam kehancuran. Dimulai ketika Jake (Dave Bautista) seorang penyitas dan pemburu harta karun tak pernah gagal dalam segala misinya. Ketika tugas mencari biola tertua dan antik d...