Skip to main content

REVIEW FILM : DANUR THE LAST CHAPTER, "Bab Terakhir dari Kisah Horor Paling Ikonik”

 

Film Danur: The Last Chapter hadir sebagai penutup perjalanan panjang kisah Risa dan teman-teman hantunya setelah hampir satu dekade menemani penonton. Sejak film pertama, seri Danur dikenal bukan hanya sebagai film horor, tetapi juga cerita tentang persahabatan yang tidak biasa antara manusia dan makhluk dari dunia lain. Dalam film ini, perjalanan tersebut akhirnya mencapai titik akhir yang mencoba menjawab rasa penasaran penonton yang mengikuti kisahnya sejak awal. Cerita kembali berpusat pada Risa yang sebenarnya sudah mencoba menjauh dari kemampuannya berkomunikasi dengan dunia gaib. Setelah berbagai peristiwa menegangkan di masa lalu, ia ingin hidup lebih tenang tanpa harus membuka “pintu” ke dunia lain. Namun keadaan memaksanya kembali ke situasi yang tidak pernah benar-benar ia tinggalkan.

Konflik utama muncul ketika Riri, adik Risa, mulai menunjukkan perilaku yang aneh menjelang hari pernikahannya. Perubahan sikapnya terasa janggal dan membuat keluarga khawatir. Situasi ini semakin misterius karena peristiwa tersebut terjadi di sebuah gedung pertunjukan tua yang memiliki aura kelam dan menyimpan sejarah panjang. Atmosfer horor dalam film ini cukup terasa, terutama lewat lokasi yang digunakan. Gedung tua dengan lorong panjang, pencahayaan redup, dan suara-suara misterius menjadi elemen yang memperkuat ketegangan. Penonton dibuat bertanya-tanya apakah yang terjadi pada Riri benar-benar gangguan dari roh jahat atau ada sesuatu yang lebih dalam di baliknya. Yang menarik, teror yang muncul ternyata bukan sekadar ancaman. Peter dan teman-temannya : William, Hans, Janshen, dan Hendrik, kembali hadir, tetapi bukan untuk menakuti. Mereka justru mencoba menyampaikan pesan penting kepada Risa. Hal ini menjadi salah satu ciri khas seri Danur: hubungan antara Risa dan para hantu tersebut tidak selalu penuh teror, tetapi juga memiliki unsur persahabatan yang unik.

Dari sisi cerita, film ini mencoba menggabungkan unsur horor dengan emosi perpisahan. Karena menjadi “chapter terakhir”, ada nuansa nostalgia yang terasa di beberapa bagian film. Penonton yang mengikuti seri ini sejak awal mungkin akan merasakan ikatan emosional ketika melihat kembali interaksi Risa dengan Peter dan kawan-kawannya. Namun sebagai penutup saga panjang, alurnya terkadang terasa sedikit padat. Beberapa konflik muncul dengan cepat sehingga tidak semua bagian mendapat penjelasan yang mendalam. Bagi penonton baru yang belum mengikuti film sebelumnya, beberapa hubungan karakter mungkin terasa kurang jelas. Walau begitu, kekuatan film ini tetap ada pada atmosfer dan karakter yang sudah dikenal penonton. Kehadiran Peter cs selalu memberikan warna berbeda dalam cerita. Mereka bukan hanya sumber ketegangan, tetapi juga bagian penting dari perjalanan hidup Risa. Dari sisi popularitas, basis penggemar seri Danur juga cukup kuat. Banyak penonton yang mengikuti perjalanan film ini sejak film pertama. Karena Danur: The Last Chapter diposisikan sebagai penutup cerita, rasa penasaran penggemar untuk melihat akhir kisahnya bisa menjadi faktor penting yang mendorong penjualan tiket. Namun untuk benar-benar “mendobrak” box office setelah Lebaran, ada beberapa tantangan. Biasanya setelah masa libur panjang, jumlah penonton bioskop mulai menurun. Film yang tayang di periode tersebut harus memiliki word of mouth yang kuat agar tetap menarik penonton baru. Kekuatan karakter memang bisa menjadi modal, tetapi penonton saat ini juga cukup kritis terhadap kualitas cerita. Jika alur film terasa terlalu mirip dengan film sebelumnya atau konflik tidak cukup kuat, efek nostalgia saja mungkin tidak cukup untuk menjaga momentum box office. Di sisi lain, genre horor di Indonesia masih termasuk yang paling konsisten menarik penonton. Jika film ini mampu menghadirkan kombinasi antara nostalgia, ketegangan, dan penutup cerita yang memuaskan, peluang untuk tetap bertahan di bioskop setelah Lebaran masih terbuka

Sebagai film horor Indonesia, Danur: The Last Chapter tetap menawarkan pengalaman yang cukup menghibur. Ada momen menegangkan, ada juga bagian emosional yang mencoba mengingatkan bahwa kisah ini sebenarnya tentang persahabatan lintas dunia. Pada akhirnya, film ini terasa seperti ucapan selamat tinggal bagi penggemar seri Danur. Tidak semua bagian sempurna, tetapi sebagai penutup perjalanan panjang Risa bersama Peter dan kawan-kawan, Danur: The Last Chapter memberikan kesan bahwa setiap cerita, bahkan yang paling misterius sekalipun, pada akhirnya harus menemukan akhir. Film ini tayang mulai tanggal 18 Maret 2026 di bioskop kesayangan anda, bagi saya babak akhir yang ditutup dengan baik. Skor : 7.5/10


 

Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW : AFTER BURN 2025, Aksi Pencurian Mahakarya Monalisa

  Melihat trailernya kita akan berekspektasi film bakalan super wah dengan segala aksinya, justru ekspektasi tersebut harus dipendam dulu nanti akan menyesal, dalam film kelas B tidak dituntut banyak kita harus berpikir panjang semua berjalan sesuai skenario saja. Hal ini kita membuat santai dalam menikmati filmnya. Dalam pemilihan aktor biasanya ada yang terkenal demi menarik penonton untuk datang ke bioskop, tapi penokohannya kembali dari sutradara dan penulis cerita seperti yang dilakukan oleh J.J Perry , sebagai aktor beladiri yang berkecimpung lama dan menyutradarai beberapa film aksi, tak heran tema yang diambil dari apa yang dia telah bintangi sebagai aktor, The Killers Game dan The Day Shift cukup baik dipasaran, tahun 2025 film terbarunya After Burn , berlatar belakang jaman distopia pasca dunia dalam kehancuran. Dimulai ketika Jake (Dave Bautista) seorang penyitas dan pemburu harta karun tak pernah gagal dalam segala misinya. Ketika tugas mencari biola tertua dan antik d...