Skip to main content

REVIEW FILM : SENIN HARGA NAIK, Balik Keinginan OrangTua Tersimpan Tujuan Mulia

 

Film drama Indonesia Senin Harga Naik menghadirkan kisah keluarga yang terasa sangat dekat dengan realitas banyak rumah tangga, terutama keluarga dengan orang tua tunggal. Cerita berpusat pada Mutia, seorang perempuan muda yang sejak lama merasa harus keluar dari bayang-bayang ibunya untuk membuktikan bahwa ia bisa berhasil dengan caranya sendiri. Keputusan itu membuatnya meninggalkan rumah, meninggalkan masa lalu yang penuh konflik kecil yang sebenarnya tidak pernah benar-benar selesai. Mutia, yang diperankan oleh Nadya Arina, digambarkan sebagai perempuan ambisius dan keras kepala. Ia tumbuh dalam lingkungan yang penuh perjuangan, sehingga dalam pikirannya kesuksesan adalah cara untuk keluar dari kehidupan yang serba terbatas. Ketika akhirnya ia berhasil di dunia properti setelah tiga tahun bekerja keras, Mutia merasa ia telah membuktikan dirinya. Namun keberhasilan itu justru membawanya kembali ke titik paling sensitif dalam hidupnya: rumah dan ibunya. Konflik besar muncul ketika proyek yang ia tangani mengharuskan penggusuran sebuah toko roti kecil bernama “Mercusuar.” Toko itu ternyata milik ibunya sendiri tempat yang menjadi simbol perjuangan seorang perempuan yang membesarkan anaknya sendirian. Bagi Mutia, itu hanyalah bagian dari proyek bisnis. Tetapi bagi ibunya, itu adalah hidupnya. Karakter ibu yang diperankan oleh Meriam Bellina terasa sangat kuat dan realistis. Ia adalah potret seorang single mother yang menghabiskan hidupnya untuk bekerja keras demi anaknya. Dari pagi membuat roti hingga menjaga toko kecilnya tetap hidup, semua dilakukan tanpa banyak keluhan. Namun bertahun-tahun hidup dalam tekanan juga membuatnya menjadi pribadi yang keras dan sulit mengekspresikan perasaan. Hubungan Mutia dan ibunya sebenarnya dipenuhi cinta, tetapi cinta yang tidak pernah diucapkan dengan benar. Sang ibu terbiasa menunjukkan kasih sayang lewat kerja keras dan pengorbanan, bukan lewat kata-kata. Sementara Mutia tumbuh dengan perasaan bahwa ia harus membuktikan dirinya sendiri, seolah tidak ingin selamanya hidup dalam bayang-bayang perjuangan ibunya. Ketika Mutia kembali ke rumah untuk membicarakan penjualan toko roti itu, konflik lama yang selama ini terpendam akhirnya muncul ke permukaan. Percakapan mereka terasa tajam karena masing-masing membawa luka masa lalu. Sang ibu merasa anaknya melupakan akar perjuangan keluarga, sementara Mutia merasa hidupnya selalu diatur oleh masa lalu yang tidak ia pilih.

Inilah bagian film yang paling mudah membuat penonton merasa relate, terutama bagi mereka yang tumbuh dalam keluarga dengan ibu tunggal. Banyak single mother yang terlihat kuat di luar, tetapi sebenarnya menyimpan kelelahan emosional yang tidak pernah benar-benar dibicarakan dengan anak-anaknya. Film ini menangkap momen itu dengan sangat jujur, ketika dua orang yang saling mencintai justru tidak tahu bagaimana cara saling memahami. Secara emosional, konflik dalam film ini bukan sekadar tentang bisnis atau rumah yang akan digusur. Yang dipertaruhkan sebenarnya adalah hubungan ibu dan anak yang perlahan retak oleh waktu, ego, dan cara komunikasi yang berbeda. Mutia harus menghadapi kenyataan bahwa kesuksesan yang ia bangun mungkin datang dengan harga yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan. Pada akhirnya, Senin Harga Naik menjadi drama keluarga yang menyentuh karena memperlihatkan bahwa hubungan antara ibu dan anak tidak pernah sesederhana benar atau salah. Terutama dalam keluarga single mother, cinta sering kali hadir dalam bentuk pengorbanan yang diam-diam, sementara anak-anak tumbuh dengan keinginan untuk mencari jalan hidup mereka sendiri. Film ini menunjukkan bahwa kebahagiaan kadang tidak datang dari kemenangan dalam karier, tetapi dari keberanian untuk kembali memahami orang yang selama ini berjuang sendirian demi kita. FILM SENIN HARGA NAIK mulai tayang tanggal 18 Maret 2026 di bioskop kesayangan anda, tontonan yang mengajak kita mendalami sebuah perjuangan orangtua , skor : 8/10


 

Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW : AFTER BURN 2025, Aksi Pencurian Mahakarya Monalisa

  Melihat trailernya kita akan berekspektasi film bakalan super wah dengan segala aksinya, justru ekspektasi tersebut harus dipendam dulu nanti akan menyesal, dalam film kelas B tidak dituntut banyak kita harus berpikir panjang semua berjalan sesuai skenario saja. Hal ini kita membuat santai dalam menikmati filmnya. Dalam pemilihan aktor biasanya ada yang terkenal demi menarik penonton untuk datang ke bioskop, tapi penokohannya kembali dari sutradara dan penulis cerita seperti yang dilakukan oleh J.J Perry , sebagai aktor beladiri yang berkecimpung lama dan menyutradarai beberapa film aksi, tak heran tema yang diambil dari apa yang dia telah bintangi sebagai aktor, The Killers Game dan The Day Shift cukup baik dipasaran, tahun 2025 film terbarunya After Burn , berlatar belakang jaman distopia pasca dunia dalam kehancuran. Dimulai ketika Jake (Dave Bautista) seorang penyitas dan pemburu harta karun tak pernah gagal dalam segala misinya. Ketika tugas mencari biola tertua dan antik d...