Skip to main content

REVIEW : Film PROJECT Y , Thriller Ambisius Kuat di Akting, Rapuh di Struktur

Project Y adalah thriller kriminal Korea Selatan yang berani bermain di wilayah gelap, baik secara visual maupun emosional. Disutradarai oleh Lee Hwan, film ini memasangkan dua aktris dengan energi kuat, Han So-hee dan Jeon Jong-seo, dalam kisah tentang persahabatan, ambisi, dan kehancuran moral. Dari awal, film ini sudah menetapkan nada yang dingin dan penuh tekanan, membawa penonton ke lorong-lorong suram kota Seoul yang menjadi saksi pilihan-pilihan ekstrem para karakternya. Cerita berpusat pada dua sahabat yang tumbuh dalam lingkungan keras dan terjebak dalam kesulitan ekonomi. Ketika kesempatan muncul untuk mencuri uang dan emas dari jaringan kriminal, mereka melihatnya sebagai jalan keluar masalah ekonomi. Namun, seperti banyak kisah noir,  rencana besar tidak pernah berjalan mulus. Ketegangan perlahan tumbuh, bukan hanya karena ancaman eksternal, tetapi karena retaknya kepercayaan di antara mereka sendiri. Film ini cerdas karena menjadikan konflik batin sebagai inti cerita, bukan sekadar aksi perampokan. Kekuatan terbesar film ini terletak pada akting. Han So-hee tampil lebih liar dan emosional dibanding peran-perannya sebelumnya, sementara Jeon Jong-seo menunjukkan intensitas yang tajam dan tak terduga. Chemistry mereka terasa alami, hubungan yang kompleks antara cinta, iri, ketergantungan, dan kecurigaan. Setiap tatapan dan dialog singkat terasa menyimpan bom waktu. Ini bukan hubungan sahabat yang manis, melainkan relasi yang perlahan tergerus oleh ambisi.

Secara sinematografi, Project Y tampil sangat kelam kekuatan dunia malam glamor, penipuan membuat para wanita pekerja malam tak berkutik, ditambah pencahayaan kontras dengan dominasi warna gelap memperkuat nuansa neo-noir yang modern. Kamera sering bergerak dekat ke wajah karakter, menyorot ekspresi gelisah dan tekanan psikologis memperdalam rasa muram sekaligus elegan. Dari sisi visual dan audio, film ini terasa matang dan penuh perhitungan. Namun, film ini bukan tanpa kelemahan. Memasuki paruh kedua, alur terasa sedikit melambat dan beberapa subplot tidak mendapatkan penyelesaian yang memuaskan. Ada momen ketika ketegangan justru terasa tertahan terlalu lama. Selain itu, adegan kekerasan yang cukup brutal bisa menjadi tantangan bagi sebagian penonton. Film ini tidak menyaring sisi gelapnya; ia justru menyorotnya dengan terang.

Meski demikian, keberanian film ini patut diapresiasi. Project Y tidak mencoba menjadi film perampokan yang aman dan penuh trik cerdas semata. Ia lebih tertarik membedah bagaimana tekanan ekonomi dan ambisi dapat merusak hubungan paling dekat sekalipun. Dan memberi ruang pada karakter perempuan untuk menjadi kompleks, salah, rapuh, sekaligus berbahaya, sesuatu yang jarang dieksplorasi secara mendalam dalam genre ini. Pada akhirnya, Project Y adalah thriller yang kuat secara emosi dan gaya. Ini film untuk penonton yang siap menghadapi sisi kelam manusia dan menikmati atmosfer berat yang perlahan mencekik berjalan perlahan secara intens, penuh konflik psikologis, dan didukung performa akting solid, film kriminal yang penuh tekanan psikologis, dan tidak takut menunjukkan sisi gelap manusia, Project Y jawabanya. Tapi kalau kamu mencari film perampokan  yang cepat, rapi, dan penuh twist cerdas tanpa terlalu banyak kekerasan, mungkin ekspektasimu perlu disesuaikan sehingga kamu dapat menikmati seluruh adegan demi adegan, film ini mulai tayang 5 Maret 2026 hanya di Bioskop Kesayangan anda. Skor : 7/10


 

 


Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW FILM ANIME : The Dangers in My Heart: The Movie

The Dangers in My Heart: The Movie merupakan  film yang menawarkan kisah remaja dengan cara yang jujur dan manusiawi. Ceritanya berpusat pada Kyotaro Ichikawa dan Anna Yamada , dua siswa SMP yang sangat berbeda, namun perlahan saling mendekat melalui momen-momen canggung yang terasa nyata. Kyotaro adalah anak introvert yang cenderung menyendiri. Ia punya minat yang tidak biasa untuk anak seusianya: membaca buku tentang anatomi dan hal-hal gelap, serta mendengarkan musik metal. Di balik itu, ia sebenarnya penuh keraguan, kesepian, dan rasa tidak percaya diri. Pikiran gelapnya bukan tanda kebencian, melainkan cara seorang remaja menghadapi dunia yang terasa menekan. Sebaliknya, Anna Yamada adalah gadis populer di sekolah. Ia ceria, energik, dan secara penampilan terlihat lebih matang dibanding teman-teman sekelasnya. Namun di balik citra itu, Anna punya sisi polos, ceroboh, dan rakus makanan yang membuatnya sangat manusiawi. Ia bukan sosok sempurna, melainkan remaja yang sedang bel...