REVIEW FILM : PELANGI DI MARS, “Dari Mars untuk Bumi: petualangan kecil yang bisa menyelamatkan dunia.”
Sinopsis
Cerita film ini berfokus pada Pelangi, anak pertama yang lahir di Planet Mars. Ia memulai petualangan bersama sekelompok robot yang ternyata mengalami kerusakan. Dalam perjalanannya, robot-robot tersebut justru menjadi sahabat setia Pelangi. Mereka pun bersama-sama berupaya menemukan Zeolit Omega, mineral langka yang dipercaya dapat menjadi solusi untuk menyelamatkan Bumi dari krisis air.
Dari sinopsisnya saja, Pelangi di Mars sudah terasa punya konsep yang unik, dan ternyata itu juga yang paling banyak dibicarakan penonton setelah nonton trailernya dan saat media screening . Banyak yang bilang film ini langsung terasa “fresh” karena jarang ada film Indonesia yang berani mengangkat anak yang lahir di Mars sebagai tokoh utama. Dengan pengunaan CGI Animated serta Studio XR begitu banyak crew yang terlibat rasanya film ini termasuk yang pertama dalam segi live action. Karakter Pelangi sendiri jadi daya tarik terbesar. Penonton melihat dia sebagai sosok anak yang polos, penasaran, tapi juga punya keberanian besar. Perjalanan dia nggak cuma soal petualangan luar angkasa, tapi juga tentang memahami dunia dan dirinya sendiri. Yang bikin hangat, hubungan Pelangi dengan robot-robot rusak YooMan, Batik, Kimci, Sulis itu justru jadi inti emosional film. Banyak yang awalnya mengira robot hanya pelengkap, tapi ternyata mereka punya karakter unik masing-masing. Interaksi mereka terasa lucu, kadang mengharukan, dan bikin penonton cepat terikat. Penonton juga cukup menikmati konsep “robot rusak tapi setia”. Ada kesan bahwa walaupun mereka tidak sempurna, mereka tetap bisa jadi teman terbaik. Ini jadi pesan sederhana tapi kena banget, terutama buat anak-anak.
Misi mencari Zeolit Omega juga dianggap menarik karena punya tujuan besar: menyelamatkan Bumi dari krisis air. Walaupun temanya berat, film ini berhasil menyampaikannya dengan cara ringan dan mudah dipahami, jadi anak-anak tetap bisa mengikuti tanpa merasa digurui. Dari sisi petualangan, banyak yang bilang film ini seru tapi tetap aman untuk semua umur. Tidak terlalu menegangkan, tapi cukup bikin penasaran dengan perjalanan mereka dari satu titik ke titik lain di Mars. Visual Mars-nya juga jadi bahan pembicaraan. Sangat sempurna dalam kedetilan setiap sudut pengambilan gambar sangat imajinatif dan penuh warna. Anak-anak terutama terlihat menikmati dunia Mars yang digambarkan seperti taman bermain penuh keajaiban. Humor di film ini juga dapat respons positif. Candaan dari para robot sering mencairkan suasana, dan justru jadi momen favorit penonton. Tidak berlebihan, tapi pas untuk bikin ketawa ringan. Pengunaan bahasa Inggris, dialek anak sekarang dan budaya kpop bagian dari cerita layak dipresentasikan dalam layar lebar.
Beberapa penonton dewasa merasa alurnya cukup sederhana dan bisa ditebak. Tapi kalau dilihat sebagai film keluarga, itu justru kelebihan karena ceritanya jadi mudah diikuti dan tetap nyaman ditonton bareng anak-anak. Nilai moralnya juga cukup kuat. Tentang persahabatan, kerja sama, dan pentingnya menjaga lingkungan. Banyak orang tua yang merasa film ini bagus untuk jadi bahan obrolan setelah nonton bareng anak. Ada juga yang bilang film ini punya potensi besar kalau dikembangkan jadi semesta cerita yang lebih luas. Dunia Mars, robot-robotnya, dan misi penyelamatan Bumi terasa masih bisa digali lebih dalam lagi. Secara keseluruhan, Pelangi di Mars dianggap sebagai tontonan keluarga yang hangat, imajinatif, dan penuh pesan positif. Bukan film yang rumit, tapi justru itu yang bikin banyak orang menikmatinya dengan santai. Pelangi di Mars Mulai Tayang Tanggal 18 Maret 2026 moment lebaran bersama keluarga di bioskop kesayangan anda. Skor : 8/10.

.png)
.png)

Comments
Post a Comment