Skip to main content

REVIEW : STAR WARS THE RISE OF SKYWALKER ( Eps IX )


STAR WARS THE RISE OF SKYWALKERS
Directed : J.J Abrams
Production : LucasFilm Ltd, Bad Robot Productions, Walt Disney Studios
Runtime : 2 Hour 22 Minutes 
Seri penutup trilogi dari dua film sebelumnya Star Wars The Force Awakens dan The Last Jedi,  JJ Abrams sebagai penulis naskah dan sutradara menghadirkan epic battle antara Dark Side vs Light Side. Sangat disayangkan jika anda melewatkan kesempatan besar akhir di tahun 2019 ini , kemelut perang berkepanjangan merebutkan kekuasaan alam semesta antar Galaxy dibagi dalam beberapa babak yang saling berkaitan semua akan terjawab dalam durasi 2 jam 22 menit. Diawal dikisahkan setelah Rey (Daisy Ridley) bertemu Luke Skywalkers (Mark Hamill) mencari jati diri sebagai seorang Jedi kemudian perang Planet of Crait (Planet Garam Merah) membawa sebagain awak Resistence yang selamat menuju Planet terbaru dan membangun Base mereka, tapi kekuatan telepati Kylo Ren selalu menganggu Rey hal ini membuat  Kylo Ren (Adam Driver) tetap memburu sampai Republik musnah dari semesta Galaxy, sebagai pemimpin besar (Supreme Leader) Kylo Ren mempunyai tanggung jawab yang besar membawa pasukan kerajaan (Empire) Tapi Kerajaan Sith  Dark Sidious / Palpatine pemimpin tertinggi Sith membuat perjanjian mampu membunuh Rey akan mempunyai pasukan lebih banyak dari First Order.  Ajakan membuat sebuah kerajaan baru inilah justru Kylo Ren memburu Rey. Karena apa yang dicari Rey tentang masa lalu keluarganya. Kylo Ren yakin jika kedua unsur digabungkan akan menjadi kekuatan besar alam semesta Galaxy. Mendapat berita rumor cerita kebangkitan Emperor baru membuat Finn (John Boyega), Rey, Poe (Oscar Isaac) serta Chewbacca (Joonas Suotomo)  mencari kebenarnya cerita tersebut, petualangan mereka bertemu dengan Lando Carlissan dan Mazz Kanata, diajak bergabung mengalahkan pasukan Kerajaan.  Kylo merasa tersaingi jika para Rebelion  mendapatkan apa yang mereka incar untuk menghancurkan kekuatan Dark Side. Sisi lain Rey mencari siapakah sebenarnya terjawab dalam kisah ini mengapa dia tidak bisa lepas dari Kylo Ren, yang berujung pada petempuran akhir menegangkan antara menang atau kalah.

Sebagaimana Kylo Ren diperankan oleh actor Adam Driver bermain sangat apik, karakternya begitu kuat sebagai anak yang tersakiti akibat perbedaan gelap dalam dirinya, penguasa haus akan kematian, mempertahankan karakternya sejak Star War The Force Awakens tidak berubah, salut dan sangat brilian. Rey diperankan oleh Daisy Ridley mempunyai sosok berhati murni tidak punya kebencian dan balas dendam, percaya akan masa depan walaupun susah mencapainya, dia sebagai lawan tanding cukup tangguh melawaan Kylo Ren. Munculnya aktris hebat sebagai Princess Leila tidak lagi dalam bentuk CGI seperti pada film Rogue One, tetapi mengunakan footage yang tidak terpakai dalam film-film sebelumnya hal ini untuk menghargai jasanya dalam kiprahnya di film Star Wars sejak awal hingga saat ini tetap memberikan pengaruh emosi bagi penonton betapa tidak Carrie Fisher kemunculannya sudah menjadi bagian dari kehidupan artisnya, baginya film ini bukan sekedar prosesi pekerjaan sebagai artis namun sudah menjadi bagian keluarga yang terbaik bagi dirinya,  Droid BB - C 3PO sangat membantu mengendorkan syaraf kita untuk serius canda-canda robot sangat menghibur.  JJ Abrams sebagai sutradara memberikan semuanya bagi pecinta Star Wars dimanapun berada dari kostum, landscape, mahluk alien bermacam-macam serta planet-planet yang belum pernah kita dengar digambarkan dalam bentuk visual spektakuler, canggih superbeb keren dibalut scoring sangat familiar arahan John Williams. Perang antar pesawat sangat seru dah megah, duel lightsaber menegangkan mengugah emosi penonton  Sebuah tim yang sangat totalitas dalam penggarapan film scific terkeren di akhir tahun 2019.


Bagi anda yang tidak mengikuti akan sulit mengerti jalannya cerita karena saat kejadian adalah ending dari film sebelumnya Star Wars The Force Awaknes dan The  Last Jedi karena plot alur cerita ada bagian tertentu harus dimengerti karena semua berhubungan satu dengan yang lain, membutuhkan waktu yang cukup konsentrasi tinggi jika tidak perlu ke toilet lebih baik anda tahan, seri penutup ini memang menguras pikiran kita mengalami apa yang sedang terjadi perlawanan Dark side vs Light side karena ini adalah garis merah  dua karakter yang penting Kylo Ren vs Rey berusaha mati-matian membela apa yang menjadi keputusannya. Sosok Kylo Ren dihati kecil berusaha ke Lightside namun kekuatan Dark side yang begitu kuat sehingga dia tidak mampu, berbalik dari Rey ternyata dalam tubuhnya ada kekuatan jahat dengan membalas dendam justru mempercepat dia berada pada puncak kekuatan lebih besar dari Darkside, kemarahan, kebencian, kebimbangan adalah sumber kelemahan Rey sehingga susah mendapatkan kekuatan Force. Jadi dalam hal ini saya mengambil kesimpulan, filosophy film mengambil unsur agama Budha (Yin – Yang) sejahat-jahat orang pasti ada hal yang baik dalam dirinya dan sebaik-baiknya seseorang pasti ada keinginan menjadi jahat, semua nya itu harus seimbang dalam kehidupan seseorang. Pernahkah anda berpikir jahat terhadap seseorang atau disaat kondisi ingin berbuat jahat pasti ada suara hati (bagi saya itulah FORCE) untuk memberikan pilihan berbuat jahat atau tidak sama sekali, sebuah makna yang dalam cerita STAR WARS THE RISE OF SKYWALKER, kita hidup di dunia selalu ada pilihan Right or Wrong , Good or Bad. Semua ini keputusan ada dalam diri anda. Tidak sekedar Dark vs Light tapi film ini bicara pengharapan, cinta dan keluarga semua masalah yang terjadi ada solusinya jika kita mau bersama-sama,  Saya menyarankan kepada orangtua yang mengajak anak-anaknya menonton film ini jangan lupa bahwa film ini rating 13+, adengan flash berkecepatan tinggi berpengaruh bagi mereka yang punya penyakit mata. Jika terpaksa membawa anak masih duduk kelas SD saran saya bawa pada jam pertunjunkan siang hari karena setelah menonton ajak diskusi kecil apa yang mereka tonton, pilih tempat yang tidak menganggu penonton lain.
STAR WARS THE RISE OF SKYWALKER  bukan hanya sebagai babak penutup tapi juga membuka kisah baru perjuangan para Rebelion mencari kedamaian antar semesta Galaxy, bangkitnya Final Order menjadi musuh baru ketika First Order tak mampu mengalahkan pasukan Rebelion, film ini tayang lebih awal dibandingkan US yaitu tanggal 18 Desember 2019 diseluruh bioskop Indonesia, saksikan dalam format IMAX,ScreenX,eye cathing dan Dolby Atmos anda akan merasakan perbedaannya.
Overall : 10/10


Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

PRESS RELEASE : First KOL ( Key Opinion Leader ) Gathering WeTV Indonesia

REVIEW : DARAH DAGING 2019