Skip to main content

REVIEW : KNIVES OUT MOVIE 2019


KNIVES OUT
Directed : Rian Johnson
Production : Media Rights Capital , Lionsgate
Runtime : 2 Hour 10 Minutes

Sejak trailernya dirilis banyak yang menduga film ini akan menarik perhatian pecinta film, karena seperti dalam sebuah misteri teka-teka mengungkap siapakah sebenarnya pembunuh utama ala cerita Alfred Hitchcock atau Agatha Christie, film ini termasuk tak mudah dicerna kita sebagai penonton dituntut lebih berhati-hati dalam menebak adegan berikutnya. Umpama sebuah jebakan dalam perangkap binatang, kisah ini sangat berbelit-belit salah melangkah anda akan salah menebak tapi jangan kuatir tak seperti film maestro misteri, justru film ini penuh banyolan satire tentang keserakan hidup orang kaya dibalik kemewahannya, alih waris menjadi titik berat filmnya. Knives Out dalam harafiah berarti “Tamat” dimana semua cerita telah usai, semua solusi telah terjawab  tak ada misteri dibalik cerita tersebut, semua karakter terjawab namun misteri tetaplah misteri bagi empunya cerita.
Keluarga pengusaha kayaraya disaat ulang tahun semua anak menantu hadir dalam acara tersebut , Harlan Thrombey ( Christopher Plummer ) berumur 85 tahun seorang novelist terkenal, kondisinya tidak begitu sehat  dan  dibawah asuhan  perawat pribadi Marta Carebrera ( Anna De Arms ) gadis imigran yang sudah dipercaya keluarga merawat ayah mereka, namun dipagi hari menjadi hari yang menyedihkan bagi keluarga besar barusan usai merayakan ulangtahun justru ditemukan mati dalam kamar dengan kondisi sayatan pada leher. Sontak polisi daerah dan detective Benoit Blac ( Danieg Craig ) ditugaskan oleh seseorang mengungkap siapakah dalang pembunuh sebenarnya. Tidak ada satupun yang boleh keluar dari rumah, semua diperiksa sebagai saksi termasuk Marta yang terakhir bersama Thrombey, satu persatu diinterogasi bahkan saling menuduh satu sama lain termasuk Hugh ( Chris Evans ) terlihat sempat beradu mulut dengan ayahnya, belum lagi sosok misterius ibunda Harlan yang tua renta Wanetta menjadi saksi juga. Dugaan pertama Harlan dibunuh ditemukan pisau berdarah dan setelah visum surat kematian darahnya terkandung morphin, hal yang aneh bagi seorang yang tak satupun keluar tanpa rasa bersalah.  Semua bukti pernyataan dikaitkan dengan bukti-bukti yang terdapat dalam ruangan tersebut, potongan cerita kematian sang ayah terjawab dalam surat ahli waris, siapakah dia ? dan teka-teki pembunuh sebenarnya hanyalah ingin mendapatkan ahli waris sebenarnya bukan orang lain yang mendapatkan bagian yang terbesar.


Rian Johnson, ingin sekali penonton tidak stress memikirkan alur cerita, joke-joke yang ditawarkan cukup segar, karakter yang dibangun rata-rata semua mendapatkan porsi yang pas, tidak hanya Christopher Plummer, Anan De Arms, Chris Evans, Daniel Craig, Jamie Lee Curtis, Toni Collete mampu memerankan karakter masing masing dengan sempurna. Tanpa disadari karakter mereka bisa jadi sentiment ras dan social ekonomi ditonjolkan atau keserakahan atas harta menjadi benang merah. Status social dari mereka yang dibawah dan mereka yang diatas adalah bagian dari ego masyarakat kita mana yang punya ego besar atau kecil, menyombongkan diri atas keberhasilan belum tentu didengar hebat apalagi disaat kondisi parah mana yang lebih stress dibandingkan mereka yang berada di kondisi terbawah. Jika anda teliti dari awal anda sudah bisa menebak siapakah sebenarnya pembunuh Harlan. Film Knives Out hadir melengkapi film akhir tahun 2019 dengan sentuhan cerita misteri yang menjanjikan, sebuah film yang patut ditunggu dan hanya tayang di jaringan bioskop 21, KNIVES OUT tayang mulai tanggal 10 Desember 2019.
Overall : 8/10


  

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga hadir - Angga. Sung