Skip to main content

REVIEW : IT CHAPTER TWO


IT CHAPTER 2
Directed : Andy Muschietti
Production : New Line Cinema, Vertigo Cinema, Warner Bros Pictures
Runtime : 169 Minutes
Melanjutkan film pertama tahun 2017 dengan judul IT yang sukses membuat penonton begitu menyukai kisah adaptasi dari Novel – berjudul IT karya Stephen King, Master of Horror selalu menyajikan cerita sederhana dengan eksekusi tidak mudah ditebak dan intesitas dibangun sedemikian rupa sehingga penonton merasakan sendiri alur cerita apa yang terjadi seolah-olah berdampak pada diri kita, babak penutup ini apakah benar-benar diselesikan secara baik atau menghisahkan cerita baru penculikan dan pembunuhan misterius. Film bergenre Horor plus ada komedi karena muncul si badut seringkali identik acara Ulang Tahun, Pekan Raya, atau acara-acara yang mengundang tawa di tambah Horor ibarat kebalikan semuanya diatas menjadi kisah yang memilukan.
27 Tahun berlalu terjadi kembali misteri balon merah disertai pembunuhan keji di kota Derby, ketika ada pembunuhan misterius Mike langsung menghubungi ke enam teman-teman kembali ke Kotanya menyelesaikan misi tersebut. inilah kisah tujuh anak pecundang melawan Pennywise Dancing Clown, badut psikopat yang telah merusak masa kecil mereka. Bill sebagai pemimpin sangat percaya The Loser Stick Together bisa mengalahkan kutukan tersebut, tapi Bill sendiri masih dihinggapi rasa bersalah atas kematian adiknya, begitu juga yang lain ada masa lalu yang harus diselesaikan, bahkan dikisahkan siapakah sebenarnya Pennywise. Hanya satu orang yang tak ingin kembali karena pengalaman yang menyakitkan, anda menemukan saat menonton ya. Dengan teknik flashback film pertama membuat kita tak perlu kuatir akan jalan cerita, 2 jam 50 Menit durasi ini cukup memakan waktu untuk penonton yang belum melihat part 1 maka penjelasan dalam Chapter 2 sangat jelas. Pengokohan para actor sangat tepat dengan karakter-karakter menarik sejak kecil hingga menjadi dewasa tidak berubah banyak. James Mc Avoy (Bill), Jessica Chastain (Beverly Marsh), Jay Ryan (Ben), Bill Hader (Richie), Isiaah Mustafa (Mike Hanlon), James Ransone (Eddie Kasparak), Andy Bean ( Stanley Uris) dan tak lupa daya tarik Pennywise (Bill Skargard ) Ancient Trans-Dimentional Monster begitu mempesona dengan tatapan tajam sang pembunuh anak kecil layak menyandang penampilan terbaiknya. Skenario sangat baik sekali begitu juga Cinematography, CGI semuanya ngebland jadi satu cerita penutup akhir yang luar biasa. Totalitas semua aktor bermain sangat keren tidak ada yang mis akting.


Film ini mengingatkan kita, masa lalu disaat masih kecil dapat mempengaruhi diri kita hingga dewasa bahkan kejadian yang sangat menyakitkan tetap menjadi bagian hidup kita selalu dan kita selalu menjadi jiwa merasa bersalah. Menjadi pecundang tidak masalah tapi berlaku jujur dalam tindakan, berani melawan peristiwa yang paling pedih menjadi kekuatan untuk hidup. Punya sahabat pecundang tak masalah selama saling support satu sama lain, hal ini menunjukan betapa besar kekuatan persahabatan. Dan satu lagi ketika anda di bully pada masa kecil dianggap tidak pernah ada, jangan dipendam, jangan simpan selamanya karena itu penyakit, lebih baik konsultasi ke psikater atau orang tua anda yang dapat memberikan solusi mengatasi masalah anda. IT Chapter Two bukanlah cerita horror dengan happy ending, kisahnya bisa berhenti disini tapi bisa juga mengisahkan cerita baru dan bisa hal itu terjadi dalam diri anda kelak. Saksikan IT Chapter Two, anda merasakan Jumpscare plus humor remaja yang kental di hampir setiap saat dari awal hingga akhir, mulai tayang tanggal 4 September 2019. Overall : 8.5/10

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re