Skip to main content

REVIEW : RAMBO LAST BLOOD

RAMBO LAST BLOOD
Directed : Adrian Grunberg
Production : Millenium Films, Lionsgate , Balboa Productions
Runtime : 1h 41m

Rambo, siapa yang tak kenal film tahun 1982 saat muncul pertama kali di layar lebar debut Sylvester Stallone sebagai John Rambo langsung memukau penonton dengan aksi heroiknya menjadi tentara USA yang berperang di Vietnam, kisah aksi fiksi ini memang telah menjadi ikon tersendiri sosok prajurit Amerika yang luar biasa, setelah meledak di pasaran maka sequel dibuat beberapa kali dimana tahun 2008 adalah puncak dari kisah Rambo dalam menghadapi musuh-musuhnya. Ternyata penonton belum terpuaskan aksi John Rambo, nah tahun 2019 selang 11 tahun setelah film ke-4 nya, RAMBO LAST BLOOD hadir memuaskan hasrat peminat aksi John Rambo kembali. Dengan kisah sederhana John Rambo seringkali masih trauma dengan masalalu tak bisa selamatkan adiknya, ketika ada sebuah kebakaran di hutan dia berusaha menyelamatkan pasangan suami istri namun badai hujan deras menerpa hebat sehingga derasnya air membuat salah satu pasangan tidak dapat diselamatkan, rasa penyesalan seringkali membuat John selalu menyalahkan dirinya tak mampu menyelamatkan semua orang dan ketika ponakannya Gabrielle (Yvette Monreal)  ingin melanjutkan kuliah ingin bertemu dengan ayah kandungnya di Mexico, John dan Tantenya melarang karena si ayah bukan sosok yang baik bagi dia, tapi dasar anak muda justru apa yang dilarang malah nekad pergi ke Mexico mencari ayah kandungnya. Bukan diterima dengan baik Gabrielle merasa ditipu oleh ayahnya sendiri, dia pergi bersama temannya ke sebuah diskotik dan tak sadarkan diri berada dibawah Mafia Cartel penjual gadis-gadis muda. Begitu marah John mendengar berita ini, dia sendiri ke Mexico mencari Gabrielle dan membawa pulang kembali namun semuanya ini tidak mudah berhadapan dengan para Mafia Cartel tersebut. Mampukan John membalas dendam semuanya ?
Adrian Grunberg tercatat hanya membuat satu film layar lebar tahun 2012 – Get The Gringo (Mel Gibson) walaupun tidak terlalu sukses dipasaran bukan berarti film keduanya mengalami hal yang sama, berpengalaman sebagai Second Director dalam beberapa film aksi menyakinkan dirinya mampu membuat film RAMBO: LAST BLOOD disajikan sangat baik bahkan terlihat dalam 45 menit terakhir banyak adegan  sadis, brutal penuh darah dan ledakan juga ada beberapa gore terlihat cukup membuat ngilu penonton, seperti film Rambo lain dipastikan shot closeup berkali-kali bagian tubuh terhempas ntah dengan senjata tajam, ledakan bom atau tusukan paku dan pastikan jangan membawa anak dibawah umur, film ini masuk katagori 13+ harus ada bimbingan orang tua tentunya. Film ini bisa dibilang tak ada sesuatu yang menarik dalam alur cerita penonton sudah menebak dari awal cerita serta tidak terlalu lama dalam mencari titik terang cerita, penampilan Sylvester Stallone tetap prima walaupun sudah berumur 73 tahun wajah sudah menunjukan tua, tak sekuat ketika tahun 1985 ketika berjalan saja rasanya sudah mengela napas tapi jangan salah dengan aksi fighting dan pengunaan senjata tajam dia masih mampu berperan dengan baik sekali.  Dibalik semua cerita ini, kita disuguhkan bahwa veteran perang mempunyai masa lalu yang kelam jangan dibuat gusar jika tak ingin nyawa anda melayang begitu saja, Veteran perang juga punya masalah keluarga dia sudah kenyang melihat hal yang buruk terjadi pada dirinya tak mau salah satu keluarganya menjadi korban kejahatan hati manusia. Walaupun sosok John Rambo hanya fiksi belaka tapi jika kita menghadapi musuh yang sama apa yang harus kita lakukan. RAMBO : LAST BLOOD bisa jadi film terakhir tentang John Rambo atau masih berlanjut hingga Rambo benar-benar dapat dikalahkan, jadi pecinta film aksi jangan lupa menonton film ini mulai tanggal 19 September 2019 tayang di seluruh Bioskop Indonesia. Overall : 8/10

Comments

Popular posts from this blog

Press Release : WESTWORLD Season 2 tayang segera

JAKARTA, 9 Maret 2018 – Drama serial peraih Emmy ® WESTWORLD kembali dengan sepuluh episode di season kedua bersamaan dengan A.S. pada Senin, 23 April jam 8.00 WIB eksklusif di HBO dengan penayangan ulang primetime jam 21.00 WIB di HBO. Tonton episodenya di HBO On Demand. Tonton sepuluh episode dari season pertama serial WESTWORLD yang mendapat pengakuan dari para kritikus, kapanpun di HBO On Demand. Season pertama juga akan tayang setiap Sabtu malam HBO mulai 24 Maret sampai 21 April. Tayang perdana di HBO pada 2016 dan menjadi serial anyar HBO yang paling banyak ditonton, WESTWORLD merupakan perjalanan kelam tentang sebuah awal dari kesadaran buatan dan evolusi dari kejahatan. Pemain dari season pertama antara lain Anthony Hopkins, Evan Rachel Wood, Thandie Newton, Ed Harris, Jeffrey Wright, James Marsden, Tessa Thompson, Sidse Babett Knudsen, Jimmi Simpson, Rodrigo Santoro, Shannon Woodward, Ingrid Bolsø Berdal, Ben Barnes, Simon Quarterman, Angela Sarafy

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga hadir - Angga. Sung

REVIEW : FILM SUSUK : KUTUKAN KECANTIKAN

SUSUK : KUTUKAN  KECANTIKAN Produksi: Legacy Pictures,Visinema Pictures, Goodwork Duration: 102 minutes Dengan tema yang sudah lumrah di kalangan masyarakat khususnya wanita pemakain susuk menjadi bagian bagi mereka yang kurang percaya diri (Insecure) untuk tampil lebih lagi tak sekedar kecantikan belaka. Berawal seorang wanita muda bernama Laras (Hana Malasan) pekerja seks komersial mengalami kecelakan disebuah gedung, kasus tersebut membawa sosok politikus ternama. Sebenarnya Laras ingin keluar tapi kebutuhan dirinya tidak mencukupi, adiknya berprofesi sebagai mua pengantin , Ayu (Ersya Aurela) mencoba menolong lewat jalan pintas orang pintar karena pihak rumah sakit tidak mampu melepas benda asing dalam tubuh Laras, ditemani oleh Arman (Jourdy Pranata) , Ayu pun mencari berbagai cara untuk menyembuhkan Laras dengan pulang ke desanya, Dengan mendatangi Damar (Whani Dharmawan) seorang kepala desa yang membantu Laras dan Ayu setelah orang tua mereka meninggal, Ustad Rahmat (M.N. Qom