Skip to main content

REVIEW : PLAYMOBIL THE MOVIE


PLAYMOBIL THE MOVIE
Directed : Lino De Salvio
Production :Method Animation,DMG Entertaiment, On Animation
Runtime : 100Minutes
Film berdasarkan mainan Playmobil produksi Zindroff– Jerman, semacam mainan mirip dengan LEGO yang sudah terkenal terlebih dahulu, mencoba keberuntungan dalam layar lebar dengan biaya produksi tak main-main US$ 75 Million digelontorkan oleh pihak Method Animation,DMG Entertaiment, ON Animation dibawah sutradara Lino De Salvio, mengharapkan mengikuti pendahulunya film ini memang ditujukan pada anak-anak mereka yang sudah mengenal lego akan mudah mengenal Playmobil, dalam ceritapun dibuat sederhana mungkin dikemas semi musical sehingga apa yang disampaikan tepat sasaran. Durasi 100 menit rasanya sudah pas dalam penyajian kisah mencari petualangan dalam diri sendiri. Ketika kerinduan Marla (Anya Taylor Johnson) berpergian keliling dunia dia merasakan kalau adiknya, Charlie (Gabriel Bateman) harus ikut serta, namun impian itu hilang sekejap saat orangtua mereka meninggal, Marla harus bekerja demi kebutuhannya dan adiknya. Suatu saat Gabriel merasa apa yang diimpikan Marla harus terwujud namun desakan ekonomi membuat Marla harus mengubur jauh-jauh mimpinya, dalam pengawasan Marla adiknya diam-diam pergi ke sebuah tempat dimana apa yang mereka impikan ternyata benar-benar ada, dan tak sengaja mengambil salah satu mainan kedua terbawa dalam dunia mainan yang luar biasa, wujud keduanya berubah mengikuti mainan tersebut. Mereka berdua terpisah dalam perjalanan menuju dimensi mainan tersebut, petualangan-petualangan seru menjadi cara untuk menemukan Gabriel, Marla harus berkali-kali menjumpai bahaya namun berkat pertolongan sahabat baru  Del (Jim Gaffigan) dan Agent Rex Desher (Daniel Radcliffe) persahabatan mereka makin seru.

 
Tidak dipungkiri dalam kualitas CGI sangat bagus, serta diiringi oleh lagu menarik seperti So Much World, Brothers in Arm, Give The People They Want, Playmobil The Movie mengajarkan untuk berbagi sesama tanpa memandang latar belakang, kita tidak boleh egois hidup dalam komunitas membutuhkan oranglain dan film ini menceritakan harus belajar bahwa mimpi tak sekejap terjadi tetap melakukan aktifitas seperti biasa, bagi anak-anak tuntaskan Pendidikan hingga kuliah dan mengapai mimpi tersebut setelah menabung dari sejak dini sehingga apa yang diimpikan terjadi. Playmobil The Movie tak sekedar film animasi CGI tapi film keluarga dengan pesan positif, joke-jokepun ringan dengan sisipan film-film terkenal menjadikan film ini layak ditonton bersama keluarga dan mulai tayang tanggal 3 Agustus 2019 di seluruh bioskop Indonesia. Overall : 7/10
 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak