Skip to main content

REVIEW : DORA AND THE LOST CITY OF GOLD


DORA AND THE CITY LOST OF GOLD
Directed : James Bobin
Production : Nickelodeon Movies, Walden Media, Paramount Pictures
Runtime : 102 Minutes
Diadaptasi dari seri kartun Nickelodeon sangat sukses dipasaran, dengan judul Dora The Explorer penampilan Dora kecil begitu mengemaskan bagaimana dia mengajarkan anak-anak untuk mengeksplorasi lingkungan alam sekitarnya bahkan hutan menjadi tempat bermain dan belajar dijadikan sesuatu yang menyenangkan bukan membosankan, bermain ilmu science bukan sesuatu yang sulit diajarkan ditambah peragaan menjadikan cerita Dora The Explorer digemari oleh seluruh anak-anak di Dunia. Inilah yang menjadi alasan James Bobin (Muppet Most Wanted) mengangkat dalam live action dimana Dora (Isabela Moner) sejak kecil hidup di hutan suatu ketika Diego sepupunya ke kota demi pendidikannya, saat ini Dora bukan sekedar anak kecil tapi sudah menginjak dewasa menjadi gadis remaja, orangtuanya ingin keluar dari hutan bersosialisasi dengan remaja seumurannya, layaknya anak-anak lainya, saat ini dia masuk SMA bersama Diego (Jeff Walhberg) sepupunya berada pada satu sekolah,  Ketika sang ayah  (Michael Pena) dan ibunya (Eva Longoria) mereka adalah exsplorer benda-benda kuno mencari lokasi Parapata, konon menyimpan begitu banyak emas peninggalan Suku Inca disebuah daerah yang terhilang, namun dalam perjalanan mereka hilang kontak sehingga Dora ingin sekali menyelamatkan berdua. Disaat acara ke Museum inilah Dora bersama teman tak sengaja disekap oleh orang misterius, diselamatkan oleh salah satu sahabat ayahnya Eugenio Derbez (Alejandro Gutierrez) mereka dibawa kepada suatu tempat yang menuntun pada peta Parapatha untuk menemukan orantua Dora. 
Petualangan Dora memang tak seheboh film adventure di hutan, semua diperuntukan untuk anak-anak tidak ada sesuatu yang membuat penonton anak-anak ketakutan, tone warna hutan juga tidak sekelam film Jumanji, The Jungle Book. Tetap dipertahankan kecerian sosok Dora kecil, dalam  Intesitas alur cerita cukup baik, bahkan Isabella Moner harus belajar Bahasa Inca asli – Quechua beberapa minggu demi peran yang dia mainkan. Dora And The Lost City Of Gold secara animasi cukup baik, walau masih dibawah Journey to The Earth, Joke-Joke yang ditampilkan cukup cerdas apalagi melihat monyet Boots (Danny Trejo) seringkali mengundang tawa, penampilan Isabella Moner terlihat remaja akil balik dengan keyakinan tinggi selalu berpikir positif, penuh kebranian disaat temannya takut dia selalu memberikan semangat, pintar bahkan seringkali dianggap terlalu pintar bagi teman-temannya kenyataannya Dora selalu mempelajari hal-hal yang baru, Dora lebih ramah dengan orang lain setiap kali berpapasan yang dijumpainya selalu berikan salam perkenalan artinya Dora sangat mudah bergaul dengan lingkungan barunya, walaupun sedikit berbeda dengan versi kartunya Dora terlihat dewasa dibandingkan versi kartunya. Wajahnya sangat manis menunjang karakter dalam live action dibantu penampilan ketiga teman sangat sederajat sehingga sosok Dora sangat pas. Jadi begitu banyak pesan positif bagi pecinta Dora selama ini disamping film ini memang banyak kekurangan namun jangan kuatir anda akan tetap terhibur dengan cara Dora menyampaikan sesuai kartunnya, jadi nikmati Dora And The Lost City Of Gold mulai tanggal 9 Agustus 2019 di Bioskop kesayangan anda, bawa putra-putri anda menonton film Dora dengan kualitas yang lebih baik.
Overall : 7/10


Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

REVIEW : PET SEMATARY 2019

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…