Skip to main content

REVIEW : WEATHERING WITH YOU


WEATHERING WITH YOU
Directed : Makoto Shinkai
Production : CoMix Wave Films,Toho Films
Runtime :114 minutes
Sebuah karya dari Sutradara Makoto Shinkai kita melihat bagaimana film sebelumnya selalu membuat baper penonton dengan pendekatan yang emosional mengusik tentang cinta sejati dalam drama sederhana, sejak tahun 2007 sampai tahun 2016 karyanya tak pernah sepi penonton. Tidak menjual mimpi yang tinggi hanya mengambil dari sudut pandangan imajinasi seorang pengikut Hayao Miyasaki, kecintaan terhadap sastra jepang dituangkan semua dalam filmnya, tak heran mitos legenda Jepang sangat mempengaruhi idenya dan soundtracknya pun sangat enjoyable didengar, ketika film berikutnya di umumkan setelah Your Name  ( Kimi No Nawa ) sukses dipasaran tak heran sambutan para fans sudah menunggu lama dan jelang tiga tahun tepatnya tahun 2019 film Weathering With You dirilis pada bulan Juli 2019 di Jepang masuk jajaran Box Office sebesar US$ 70 Million dalam 3 minggu berturut-turut dan pendapatan tersebut termasuk terbesar setelah tiga hari dirilis. Apa yang menjadi alasan sutradara merilis film adalah paduan budaya kuno masuk pada generasi sekarang tanpa mengajari seseorang untuk mengerti sejarah dengan detil, justru cerita yang dibawakan sangat melekat pada budaya jepang khususnya. Jadi pemblajaran anak sekarang, nah apakah grafis yang ditampilkan berbeda dengan sebelumnya tentu saja tidak. Dengan pakem yang sama tampilan 2D sudah mumpuni tak lepas dari film-film sebelumnya, warna-warna pastel biru muda, abu-abu, putih menjadi andalannya. Bahkan dalam editing dia sangat memperhatikan alur cerita yang detil adapun alur flashback hanya ingin penonton tidak terlalu jauh berpikir, tak lupa guyonan sangat mengena, ya ada bagian dewasa tapi itu hanya sekilas tidak terlalu penting.

Hokada (Kotaro Daigo) melarikan diri ke Tokyo hanya ingin mengadu nasib dari kampungnya dengan harapan bisa mandiri justru mengalami beberapa kali kegagalan hingga saat dia berada disebuah restoran cepat saji tak sengaja melihat Hina (Nana Mori) sebagai pramusaji yang baik dia memperhatikan Hokada selama seminggu. Namun pertemuan tersebut tidaklah lama saat Hokada menolong Suga (Shun Ogari) bekerja sebagai reporter dalam majalahnya, inilah awal Hokada bisa bekerja dengan baik. Ternyata Hina mempunyai kemampuan mengontrol cuaca dengan berdoa sejak saat itu persahabatan Hina dan Hokada makin dekat bahkan adik Hina selalu bersama mereka juga, untuk mencari uang salah satu jalan adalah membuat iklan “pawang hujan”, Hina makin terkenal dalam sekejap dengan keadaan Tokyo yang diguyur hujan tiada henti. Merasa ada sesuatu yang aneh dalam Hina setelah memberhentikan hujan justru tubuh Hina mengalami perubahaan drastis, akhirnya Hokada mencari cara bagaimana dia kembali normal tapi harus ada pengorbanan besar dalam diri Hina. Sungguh pengambaran cinta sejati butuh pengorbanan besar, Hokada tak ingin Hina hilang begitu saja, walaupun Tokyo harus hujan tiada henti selama tiga tahun, cinta Hokado tetap pada Hina. Jajaran pengisi lagu juga sangat enak didengar dibawakan oleh grup band Radwimps - There is Still Anything Love Can Do menjadi Theme Song yang indah, Great Escape dan Voice of Wind juga sangat enak didengar. Element cinta fantasi mewarnai kisah mereka walaupun tak mellow menitiskan air mata seperti film Your Name tapi Weathering With You hadir dalam kesederhaan cerita dan karakternya. Makoto Universe tercipta, hadirnya karakter utama dalam film Your Name membuat tawa seisi bioskop dan itu berlaku pada film-film sebelumnya. Nah semua ditangan anda pecinta Makoto Shinkai – Weathering With You menjadi pilihan menonton minggu ini tayang mulai tanggal 21 Agustus 2019 di CGV Cinemas, Cinemaxx Theater, FlixCinema. Bagi saya ini film yang sangat mudah diikuti dan saya berikan nilai 9/10 

Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

REVIEW : PET SEMATARY 2019