Skip to main content

REVIEW : SADAKO 2019



SADAKO 2019
Directed : Hideo Nakata
Production : Kadokawa Films, Encore Films
Runtime : 1h 37m
Film yang telah membuat heboh tahun 1989 – Ringu (Japan) Hideo Nakata disaat pecinta horror disuguhkan dengan cara pandang yang berbeda, film yang berdasarkan novel karya Koji Suzuki mengangkat cerita Urban Legends di Jepang sebuah kutukan ketika menonton filmnya pada videotape bahkan triloginya pun tetap menjadi favorit pecinta film horror dan cerita ini sangat menarik perhatian pihak Hollywood hingga dibuat dalam versi mereka sendiri. Dalam film tersebut, diceritakan bahwa Sadako Yamamura adalah seorang gadis cantik yang lahir dari hasil perkawinan ibunya dengan setan. Karena keturunan setan, Sadako Yamamura memiliki kekuatan jahat yang terpendam, sehingga dia harus dikurung sepanjang hidupnya.Lucunya parodi dari film Sadako juga begitu banyak dan iklan di tv juga beberapa kali mengambil dari adegan fenomenal ketika orang tak sengaja menonton rekaman saat Sadako keluar dari sebuah Sumur kemudian merangkak hingga keluar dari layar tv. Apa yang menjadi ide sutradara Sadako 2019 dibuat lagi semata-mata menunjukan kisah sebenarnya apa yang terjadi dalam konteks saat ini sehingga formula tersebut meyakinkan penonton dan dapat diterima.
Bermula ketika Mayu (Elaiza Ikeda)  melihat vlog youtube adiknya Kazuma (Hiroya Shimizu), sedang menyelidiki sebuah bangunan tua, tak sadar masuk pada lokasi dimana tersebut memakan korban begitu banyak, belum selesai menangani pasien anak kecil di Rumah Sakit dia bekerja, keganjilan seringkali dia alami sosok yang menghantuinya, ternyata Mayu kehilangan kontak dengan Kazuma setelah beberapa kali diperhatikan video detil muncul sosok yang selama ini menghantuinya. Rasa penasaran membuat Mayu harus mencari adiknya apapun resiko yang dia hadapi, bisa jadi nyawanya menjadi taruhannya.  


Nah sekarang apa hubungan film awal dengan yang 2019, yang membedakan hanyalah dibuat khusus bagi remaja saat ini istilah kekinian anak muda identik mencari hal-hal yang membuat penasaran termasuk Vlog yang digemari anak muda mencari followers, Hideo Nakata sangat mengerti kondisi ini mampu mengambil hati anak muda melihat film Sadako dalam versi mereka sendiri. Dengan ketegangan tetap dipertahankan, jump scare masih menjadi cirikhas dan munculnya Sadako dalam beberapa adegan juga ditambah scoring mencekam, film SADAKO 2019 masih membuat jantungan bagi penontonnya dengan setting yang tidak terlalu banyak berpindah tempat justru film ini sangat bisa dinikmati dan mulai tayang tanggal 28 Agustus 2019 hanya di CGV Cinema,CinemaxxTheater,FlixCinema.
Overall : 7/10



 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak