Skip to main content

REVIEW : NAKEE 2 ( Thailand Horor Movie )


NAKEE 2 (2018)
Directed : Pongpat Wachirabunjong
Production : Act Art Generation , Falcon Pictures
Runtime : 1 Jam 30 Menit
Yang paling disuka dari cerita horror Thailand itu sinematography, tone color pastinya lokasi shooting selalu sesuai jalan cerita juga alurnya yang simple tidak neko-neko.  Setelah sukses dengan Serial tv  NAKEE 1 (2016) - di sutradarai oleh Thanya Wachirabunjong  dimana rating penonton serial ini begitu antusias maka tahun 2018 NAKEE 2di Sutradarai oleh Pongpat Wachirabunjong, keduanya adalah suami istri yang serius menekuni film horror Thailand.  Dibuatnya sequel ke dalam layar lebar berharap penonton masih antusias, ternyata hasil sangat mengembirakan bahwa tahun lalu film ini masuk Box Office dengan pencapaian nomer satu di Thailand, dikisahkan pada Nakee-1  seputar kisah puteri Naga yang jatuh cinta dengan manusia, dimana sosok garuda juga mencintai puteri tersebut, karena merasa dikhianati garuda harus berkelahi dengan naga sehingga muncul perpecahan dan mitos putri naga melahirkan manusia yang berubah wujud menjadi gadis berparas ayu. Pada NAKEE-2 cerita bersambung semuanya menjadi misteri pembunuhan sadis bagi mereka yang menghina patung puteri naga berujung kematian yang mengenaskan. Salah satu kapten poilisi ditugaskan memecahkan masalah tersebut, dia datang ke desa di Timur Laut – Thailand, Kapten PongPrab (Nadech Kugimiya) saat berada disana mendapati pembunuhan keji, semua bukti mengarah pada Sroi (Urassaya Sperbund) gadis penjaga kuil yang selalu membersihkan patung Puteri Naga. Tapi Kapten tak ingin menangkap kalo tidak ada bukti otentik.  Yang menarik bagi penonton NAKEE-2 tetep memberikan twist siapa dan mengapa para penduduk begitu jahat juga kenapa Sroi selalu mendapatkan mimpi aneh.



Banyak yang harus dikupas mungkin akan dijadikan seri ke-3 sehingga sutradara mampu mengekslorasi lebih lagi setiap karakter-karakter yang ada. Jadi diawal terkesan lambat pada akhir cerita terkesan terburu-buru. NAKEE-2 masih dapat dinikmati menjadi tontonan horor khas Thailand, penampilan Urassaya ( Best Leading Actress TV Global ) dan Nadech masih sebatas wajar tak ada peningkatan sebagai model dan aktor.  Dengan premis yang bagus namun buruk dalam eksekusi endingnya padahal CGI film Thailand tidak diragukan, apalagi suguhan cerita sangat menarik dari awal sebuah mitos yang terjadi di negara gajah putih. NAKEE-2 mendapatkan Thailand National Film Association Award for Best Visual Effects 2018.
Saksikan NAKEE-2 film romantis dibalut rasa horor hanya di CGV Cinemas dan Cinemaxx Theater pada tanggal 17 Juli 2019.
Overall : 7/10


 

Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

PRESS RELEASE : First KOL ( Key Opinion Leader ) Gathering WeTV Indonesia

REVIEW : WEDDING AGREEMENT

WEDDING AGGREEMENT
Sutradara : Archie Hekagery
Produksi : Starvision
Durasi : 100 Menit

WEDDING Agreement adalah debut film layar lebar saya. Pertama kali saya membaca novel yang ditulis oleh Eria Chuzaimiah (Mia Chuz), rasa ketertarikan itu langsung menguat karena kisah ini bercerita tentang Islam tanpa perlu menggurui. Pertanyaan besar : “Apakah mungkin seseorang bisa menikah tanpa pacaran?”, selalu menggantung di benak semua orang. WEDDING Agreement bisa menawarkan jawaban dengan cara yang manis, tanpa menghakimi siapapun.  Di sini, ada orang yang menikah tanpa melalui proses pacaran sebelumnya, dan ada pula pasangan yang telah berpacaran lama sejak bangku kuliah. Manusia punya logikanya masing-masing,  Saya benar-benar bersyukur karena dipercaya oleh pak Chand Parwez untuk menggarap film ini. Beliau produser hebat. cerita yang kuat, berhasil disampaikan tanpa perlu menjadi sesuatu yang membosankan apalagi sikap mengurui. Seperti kebanyakan novel yang diangkat ke layar lebar, tentu ba…