Skip to main content

REVIEW : CRAWL 2019


CRAWL 2019
Directed : Alaxandre Aja
Production : Ghost House Pictures, Raimi Productions, Paramount Pictures
Runtime : 87 Minutes

Jika dibandingkan dengan film sejenis seperti Shallow, JAW, Annaconda, MEG, dan ada beberapa film tentang bencana alam yang melibatkan binatang buas sunguh sanggat menarik disajikan ke penonton. Jarang sekali wujud binatang terserbut terlihat kecil malahan terlalu besar ukuran pada umumnya, film-film seperti inilah yang disukai oleh penonton karena mereka tak peduli keseriusan, tapi tetap memberikan unsur ketegangan andrenalin penonton. Perusahaan film dengan Lowbudjet produksi seringkali hanya ingin memberikan sentuhan intensitas tanpa memperkuat isi cerita, lokasi sesimple mungkin, kematian segampang mungkin bahkan tidak dibuat “lebay. Debut Sam Raimi mungkin sudah lelah menjadi seorang sutradara, dia ingin membangkitkan sineas-sineas lagi dalam berkarya lebih solid, kedudukan sebagai Produser semata-mata melihat sejauh mana sineas yang didukung (mentoring) mampu memberikan lebih dari apa yang selama ini dia lakukan, hal ini terjadi pada Alexandre Aja kemampuan diasah sehingga membuat film dramatic disaster menjadi film yang lebih baik dibandingkan film sebelumnya. Ide film CRAWL bisa saja terjadi disaat kita mengalami bencana, tak peduli kemampuan kita berjuang melawan bencana tersebut juga melawan ancaman binatang buas sewaktu-waktu menghadang kita. Badai besar  (Hurricane Level 5) terjadi di Florida disaat Haley (Kaya Scodelario) selesai berlatih berenang, namun kakaknya kuatir keberadaan ayah mereka seperti sesuatu yang terjadi. Dengan kebranian dia harus mencari ayahnya disaat badai besar terjadi, hujan lebat disertai angin badai membuat dia harus ke rumah lama mereka dan mencari ayahnya. Karena penasaran setelah ada bukti, anjing kesayangan mereka menemukan lokasi dimana ayah tersebut berada. Dave Keller (Barry Pepper) seorang montir bangunan yang berusaha memperbaiki masalah tapi disaat tak terduka di serang oleh seekor Aliggator ganas membuat Dave tak sadarkan diri, mereka berdua mencari jalan keluar dari serangan Aliggator yang siap menyerang siapa saja.
Seperti apa yang saya tulis diatas, premis cerita sederhana sehingga penonton tidak sukar dalam mendalami isi cerita tersebut,pengalian karakter juga cukupa baik dalam sisi manusia dalam keadaan apapun pasti mengalami kepanikan yang luar biasa, belum tentu selamat atas ancaman yang dia hadapi. Survive dengan alat seadanya membuat film ini terlihat nyata, dan yang bagus adalah CGI Alligator atau dengan robot Aligator juga sangat baik dengan budjet $17 juta rasanya film ini sangat menghibur dari awal hingga akhir. Setting lokasi mengingatkan film Tsunami beberapa waktu lalu, SFX juga sangat baik kita diajak terlibat secara emosi bahwa tak ada manusia yang sanggup melawan bencana alam kecuali menghindar dari ancaman yang akan terjadi. CRAWL film dengan sajian ketegangan dari awal hingga akhir tanpa banyak plot cerita yang mendalam, seru, cukup sadis dan kepanikan seringkali kali membuat kita kesal. Mulai tayang tanggal 10 Juli 2019 di seluruh bioskop Indonesia. Overall 7/10

 

Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : Mr Hurt

Mr Hurt 
Directed : Ittisak Eusunthornwattana
Starring : Sunny Suwanmethaon, Marie Broenne, Mashnanoad Sulvamas, Ponsatorn Jongwilak
Production : Transformation Film
Duration : 129m

Lagi-lagi Thailand membuat film bertema drama percintaan dengan cerita seputar patah hati, yang paling membuat kita betah menontonnya tak lain jalan cerita yang sederhana juga casting yang natural dari artis cukup terkenal ditambah lokasi shoting gak jauh dari makanan, tempat tinggal dan sebagainya. Buat saya serasa menonton FTV namun dikemas dengan baik, itulah kelebihan mereka membuat film apalagi twist yang seringkali kesel .
Alkisah pemain tenis pro terkenal Don ( Sunny Suwanmethaon )  pacaran dengan Anna ( Marie Broenner ) , saat Don mau serius melamar Anna, justru Anna memutuskan Don begitu saja, dunia Don berbalik dia tidak semanggat dalam latihan tennis, semuanya berubah total. Tema-temanya mencoba memberikan semanggat bangkit kembali namun gagal juga, Don benar-benar kehilangan Anna. Salah satu cara …